
Putri Pingitan yang kini sudah remaja senang bisa bertemu dengan ayahnya Bayu berada di alam setan yang sangat akrab dengan gendruwo dan Wewe Gombel serta warga alam gaib lain. Di alam setan ternyata tidak ada warga yang boleh mengenakan pakaian seperti di alam nyata manusia. Jadi Bayu atau putrinya yang remaja itu sama- sama tidak berbusana di alam gaib. Itulah yang membuat manusia senang berada di alam setan. Bayupun bebas memilih wanita yang disukai seperti Linggar atau Devina atau putri Pingitan yang masih anak sendiri. Di dalam alam gaib itu tidak ada aturan larangan berselingkuh atau berzina kecuali kepada penguasa alam gaib Raja iblis atau Ratu peri yang sangat dihormati oleh semua rakyatnya yang tinggal bersama manusia.
Betapa terkejut Bayu ketika melihat pak Kades bisa berada di alam gaib bersama putri cantiknya Linggar. Sedang Putri Pingitan kini merapat erat dalam pelukannya.
"Eh Linggar, itu kenapa pak kades bisa kau bawa kemari?" tanya Bayu.
" Tanya saja sendiri, kan dia yang ikutin aku ke kamar belakang waktu akusu buang air." kata Linggar. Sedang pak kades seperti orang bisu saja hanya memandang kiri dan kanan tanpa bisa bicara.
Memang saat itu pak kades yang memanggil seorang paranormal ke rumah disuruh ikutin langkah putrinya yang sedang berjalan dalam tidurnya setengah sadar ke kamar gudang di belakang rumah. Tapi ketika Linggar masuk ke dalam gudang diikuti pak kades, lenyap dari pandangan dukun paranormal Walimin. Ternyata pak kades telah masuk dalam perangkap markas besar hantu. Pak kades hanya terpaku dan tidak bisa bicara melihat suasana di dalam ruang gudang yang berubah menjadi ruang hingar bingar para penghuni alam gaib yang tidak pernah di lihat di alam nyata. Ada wanita cantik yang berderet di pinggir meja sambil mandangi pak kades.
"Ada mangsa baru nih" kata seorang gadis cantik. Pak kades tidak mendengar apapun selain suara musik tradisional dan ledek yang nyinden. Bayu yang menegur pak kades pun tidak dilayani karena tidak melihat Bayu seperti di alam nyata. Baru saat pak kades seperti didorong sangat keras dari belakang, tubuhnya tersuruk ke depan dan hilang dari alam gaib. Pak kades baru sadar ketika lehernya dicengkram tangan Mbah Gondo.
"Sadar..sadar sadar pak kades.. kamu harus sadar!"
Pak kades pun baru bisa membuka mata dan menengadah ke arah Mbah Gondo.
"Eling..sadar pak kades"
"Oh.. aku dimana Mbah?" tanya pak kades ketika bisa bicara.
__ADS_1
"Pak kades sudah tersesat masuk ke alam lelembut tadi. Sudah lihat apa saja? Mana anakmu Linggar?" tanya Mbah Gondo sambil menyembur air kembang ke wajah pak kades.
"Oh..Nduk..kemana kamu nduk?" pak kades seperti mengigau.
Waduh waduh pasti genduk Linggar yang mengajak bapaknya ke alam gaib. Gumam Mbah Gondo yang kemudian memejamkan mata sambil menyilang kan tangan di dada. Sesaat kemudian Mbah Gondo malah gemetaran dan menggigil sambil berkata mengeracau. Kemudian tubuhnya kejang- kejang dan lemas tak sadarkan diri. Pak kades panik hingga berteriak memanggil tetangga dengan memukul kentongan.
"Tong tong tong tong!"
****
Ketika tetangga datang dan berkumpul di depan rumah, pak kades baru memberitahu jika putrinya dan Mbah Gondo telah hilang di dalam gudang padi miliknya. Tetangga yang datang bersama ustadz Romli langsung mengikuti petunjuk pak kades masuk ke dalam gudang.
"Di di dalam gudang itu pak ustadz"
Pak ustadz Romli masuk dan membaca surat Al Falaq tujuh kali serta ayat kursi tujuh kali.Diluar sudah ramai warga ikut membaca ayat kursi.
Saat itu juga terdengar petir menyambar diatas genteng rumah. Sehingga pak kades dan yang ada di dalam rumah merinding takut. Tiba- tiba pak Gondo sudah muncul dibalik pintu gudang sambil berjoget dan tertawa- tawa.
Kembali pak ustadz Romli membaca surat pengusir setan sambil mengelus jidat Mbah Gondo.
__ADS_1
"Ho ho ho ho ho"
"Astagfirullah.. sadar Mbah..sadar!" kata pak Romli.
"Aoooooggghhh" teriak Mbah Gondo sambil menggeliat dan jatuh ke lantai gudang. Nafasnya masih ngos2 an seperti dikejar anjing.
"Minum ini dulu Mbah" kata pak Romli seraya memberikan segelas air putih kepada Mbah Gondo.
"Ohhh.. kasihan tuh anak pak kades.. Linggar "
"Memang dia kenapa Mbah? Dimana dia berada?"
"Tadi saya yang ikut dibelakangnya, ternyata anakku hilang. Dia ada di dalam gudang itu." kata pak kades sambil menunjuk ke arah gudang beras yang gelap.
"Linggar ada di dalam kamar pak ustadz.." teriak warga yang melongok jendela melihat gadis itu sedang duduk di depan labtopnya.
"Bener pak?"
"Betul pak tuh lihat!" kata warga yg ada di ruang tamu. Ustad bersama pak kades akhirnya kedepan melihat Linggar yang katanya sedang belajar di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Dik Linggar! Dik Linggar, dicari bapak tuh" kata pak ustadz. Gadis cantik itu tidak menjawab dan tidak menoleh ke samping yang banyak warga melongok di jendela.