Genggam

Genggam
Bertemu Kembali


__ADS_3

Begitu deras air hujan membasahi Kota Palembang di pagi hari ini, Hawa yang kian sejuk, Rasa kantuk yang menyerang, Lalu badan terasa seperti ingin demam membuat Ghea kembali terlelap dalam tidurnya.


2 jam lama nya Kota Palembang diguyur hujan, Aroma petrichor Membuat Ghea merasakan Kenyamanan yang tak pernah ia dapatkan lagi. Jalanan kota yang semakin padat oleh kendaraan. Membuat Ghea menepikan motornya menuju Warung sarapan pagi.


Terlihat Pria Jangkung yang sangat dikenali Ghea, Terlihat duduk santai menunggu pesanan. Bahkan Ghea hapal Menu makanan yang akan dibeli Pria itu. Arkan yang melihat Ghea, Langsung disambut Tatapan sinis. Sebegitu benci nya Ghea. Arkan pun kembali memainkan Hp, Berpura pura tak melihat. Hawa canggung Terasa kental sekali, Terlebih Ibu warung itu mengatakan Mereka ber Dua terlihat begitu mirip seperti Kakak dan Adik.


Setelah Ghea membayar, Ia langsung pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun untuk Arkan. Perasaan Ghea Bercampur aduk, Antara senang dan sedih ada semua waktu ia bertemu kembali Arkan.


Setelah Meeting, Sekarang Ghea sudah berada di Pasar 16 Ilir. Lika liku jalan pasar ia sudah paham betul. Tiba lah ia Di Toko Usang yang sepi pembeli. Dengan tenang Ghea masuk ke dalam toko itu.

__ADS_1


"Ani, Udah lama betul kau tidak kesini, Sudah habis kah?." Tanya orang itu


"Seperti biasa bang, Paket 2'' Ucap Ghea Tanpa basa basi yang membuat Pria itu langsung mengambil sebuah Benda kotak berbungkus koran.


"Paket naik lagi Ni. Kalau ini sudah habis Jangan langsung kemari, Abang Kontak dulu"


Pasar Gelap itu diketahui Ghea oleh teman satu kantornya. Awalnya Ghea hanya Mencoba. Namun itu semua adalah awal Hancurnya tubuh Ghea. Jika ia tidak memakan Obat berwarna Pink itu, Ghea merasakan sakit kepala yang membuat dirinya Tak Tahan. Alternatif jika ia lupa membeli Obat, Maka pilihan lain nya adalah Menyayat tangan nya dengan menggunakan Jarum kecil. Perasaan nyaman lah yang Ia rasakan Setelah semua itu Dilakukan nya.


Obat Dumolid yang dibeli Ghea,merupakan psikotropika golongan 4, Memiliki Zat Aktif Nitrazepam. Obat ini menimbulkan Efek samping seperti Ataksia/Gangguan Neurologis Dan bingung Terlebih lagi jika Lansia yang menggunakan nya. Atau lebih Mudahnya, Ini adalah obat penenang yang menekan Sel saraf Otak dalam Pengiriman sinyal.

__ADS_1


Ghea mengetahui bahwa obat ini tak baik untuk ia, Namun itu tak pernah digubrisnya. Ghea hanya menginginkan Ketenangan. Terlebih lagi semenjak Kematian Tragis Kedua Orang tua nya. Obat itu semakin menjadi jadi Membuat Ghea kerap menenggak nya.


Tak ada tujuan lagi, Hidup sebatang Kara membuat Ghea seperti ini. Terlebih Lagi cinta pertama nya yang ia percayai Meninggalkan nya dengan Alasan sudah tidak bisa bersama.


Arkan Meninggalkan Ghea, Lebih memilih Wanita Yang Ghea ketahui adalah Tetangga nya Arkan semasa kecil dulu. Terkadang Ghea berfikir, Apa yang menjadi kandas nya hubungan ini. Letak salahnya ada dimana, sehingga tak ada kesempatan lagi untuk nya.


Dengan Cepat ia berjalan Kembali menuju Parkiran yang cukup jauh dari toko Tadi.


Ghea Utari Yang malang.Terbelenggu dan terkunci akan pikiran nya sendiri,Entah Sampai Kapan perasaan ini akan Terbebas.

__ADS_1


__ADS_2