
"Assalamualaikum Mah, Pah" Setelah kejadian yang membuat Ghea trauma, akhirnya ia kembali kesini. Tempat dimana kedua orangtuanya Ghea dimakamkan. Ditaburkannya bunga lalu tak lupa juga ia membaca doa agar mereka bahagia
Tepat Setelah lulus sekolah dimana hari gembiranya anak sma merayakan masa indah, Ghea dikabarkan bahwa kedua orangtuanya sudah meninggal. Mereka mengalami kecelakaan sewaktu ingin merayakan kelulusannya Ghea. namun itu semua tak pernah terjadi, melainkan mereka telah berpulang. Semuanya sirna, Bayangan Ghea yang indah langsung lenyap ditampar oleh keadaan.
Lama sekali ia menatap pusara kedua orangtuanya, 5 tahun waktu berlalu namun memorinya masih terekam jelas diingatan Ghea. Ghea berfikir hidup ini tidaklah adil, apapun kebahagiaan yang ia pikirkan hanyalah bayangan semata, Air yang jatuh dari langit seakan tau, anak manusia ini tengah bersedih.
Ghea berteduh menanti hujan reda, dilihatnya dari kejauhan ada Allen sedang menghampiri makam kedua orangtuanya. raut muka Ghea mengernyit, kenapa bisa Allen ada disini? terlebih lagi ia sedang di tempat kedua orang tuanya!
"Allen!!" Jerit Ghea, dengan spontan Allen menoleh mencari keberadaan suara tersebut, Allen berlari kecil menghampiri Ghea. tubuhnya basah kuyup, Allen melihat Ghea dengan tatapan sayu yang mengisyaratkan banyak hal yang perlu harus dijelaskan kepada Ghea.
"Kamu kenapa ada disini Ge?" Tanya allen kepada Ghea
"Seharusnya aku yang menanyakan itu,terlebih lagi kau ke makam nya kedua orangtuaku" Ucap Ghea membalas pertanyaan Allen
__ADS_1
"Itu Ayah dan Ibumu?!!" Allen terkejut, dia tidak tahu bahwa pusara yang selama ini ia kunjungi adalah kedua orangtuanya Ghea Utari
"Yaa,itu Ayah dan ibu, dan kau belum menjawab pertanyaanku tadi Len"
"Aaahh. kau lihat, disebelah Ayah dan ibumu? itu pusaranya Ibuku, Jadi sebagai anak yang baik dan rajin menabung, tidak ada salahnya aku jg menghampiri tetangga ibuku disini"
Sontak saja mereka berdua tertawa bersama, banyak sekali kebetulan yang ada di dunia ini.
Hujan yang diperkirakan hanya sebentar tak juga kunjung berhenti, Ghea memutuskan mengajak Allen untuk mampir sebentar ke Kosannya yang tak jauh dari sini.
"Nah handuk Len" Ghea yang keluar dari kamar mandi melemparkan handuk untuk Allen
"Terimakasih,btw kamarmu rapih sekali ya Ge" Ucap Allen yang terdengar sarkas
__ADS_1
Ghea yang tengah mencari Celana dan Baju untuk Allen, hanya menyeringai mendengar Allen. Celana training dan baju kaos berwarna putih melekat di tubuh Allen. tak tahan ia melihat kamar Ghea, Allen mengajak Ghea untuk merapikan Kamar ini. Ghea yang sebenarnya menahan malu, mengiyakan ajakan Allen.
Mereka berdua berbagi tugas, Ghea mengambil baju sementara Allen menyapu. Kamar Ghea seperti kapal pecah, itulah yang dipikirkan allen. Allen yang berpikir setiap perempuan itu orang yang selalu rapi, kini mulai meragukan pikirannya itu.
Benda kotak berbungkus koran tergelatak di pantry menimbulkan pertanyaan bagi Allen, Ghea yang melihat langsung disimpannya di sudut lemari. Dan banyaknya puntung rokok yang bertebaran semakin membuat Allen kebingungan.
"Ge,kamu merokok ya" Tanya allen dengan lembut
"Ya gitu deh Len,emangnya kenapa?"
"Tanya aja sih, soalnya aku lihat banyak sekali bekas puntung rokok"
"Kau mau?" Ucap Ghea yang menyodorkan bungkus rokok berwarna putih.
__ADS_1
"Boleh, tapi nanti ya! kita bereskan kapal pecah ini dulu, nanti baru kita gas"
Tak terasa, kamar yang seperti kapal pecah kini terlihat lebih baik dipandang mata. Ghea yang melihat Allen memakai celana dan bajunya tersenyum kecil. terlintas dibenaknya seandainya itu adalah Arkan tentunya ia sangat senang sekali. sementara Allen yang melihat Ghea tersenyum seketika ikut tersenyum juga. Allen menyukai senyuman Ghea, Entah kenapa senyuman Ghea terasa menenangkan baginya.