
Hay guys ketemu lagi.....
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Kali ini aku bakal nyeritain kisah yang gak kalah seru dari cerita yang sebelumnya....
Kali ini temanya agak romantis ya....Soalnya lagi pengen yang Romantis2 nih....
Buat kalian terus tongkrongin ya up up terbaru dari aku....Dan juga gak lupa aku terus ingetin buat dukung karya2 aku selanjutnya,dan jangan lupa buat Vote,like,komen and share sebanyak - banyaknya...
Karena dukungan dari kalian buat semangat aku kedepannya.....
MAKASIH SEMUANYA...
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
DIKAMAR TEMPAT DIORA DIRAWAT
Semua sedang berkumpul....
Terkecuali Raka yang masih melihat keadaan Keisya diruangan sebelah.....
Roby duduk diruang tunggu sambil menunggu Diora keluar dari ruang pemulihan....
Tak lama Raka pun datang dan berteriak memanggil nama Roby.
"Roby.....Bagaimana keadaan Diora? "
Raka memeluk sahabatnya itu dengan gembira sambil menepuk bahu Roby.....
"Ibu dan bayi nya selamat....."
"Sungguh???"
"Syukurlah...." Melepaskan pelukan mereka.
Tak lama ada suara seorang wanita yang memanggil nama Roby.
"Manager Roby......Selamat."
Keisya mendekat kearah kedua orang itu dan menjabat tangan Roby....
Roby pun membalas jabatan tangan Keisya dengan sangat gembira.
"Nona Keisya....." Sapa Roby.
"Dengar-dengar Ibu dan Bayi nya selamat?" Tanya Keisya.
"Terima kasih....Terima kasih banyak Nona Kei. "
"Tidak perlu sungkan Tuan Roby...Bisa membantu kalian saya sungguh sangat senang. "
"Tanpa kamu,sungguh tidak tahu hari ini harus bagaimana".. "
"Oh iya...."
Kei membuka tasnya mencari sesuatu yang akan dia berikan kepada Roby untuk Diora....
Roby dan Raka saling beradu pandang saat melihat tingkah lucu Kei mencari barangnya didalam tas..
"Saya ingin memberikan ini untuk istrimu,kami orang golongan darah RH negatif paling takut terjadi kecelakan.
Sejak saya kecil sangat berhati-hati saat melewati jalan.
Jika terjadi kecelakaan,paling merepotkan.
Ini yang Ibu saya buatkan untuk saya."
Memberikan sebuah kotak kecil seperti gantungan kunci yang didalamnya ada sebuah kartu...
Roby pun melihatnya dan karena penasaran Raka pun ikut nimbrung melihat apa yang diberikan Keisya pada Roby untuk Diora.
__ADS_1
"Kamu lihat didalamnya,ada selembar kertas.
Diatas tertulis golongan darah istri kamu dan dibawahnya juga ada nomor telfon kamu. "
Kei menunjukkan kertas itu pada Roby dan Raka.
"Bawalah dia kemanapun kamu pergi. "
"Sangat pengertian sekali." Kata Raka.
"Tidak....Saya tidak bisa menerimanya Nona Kei. "
Roby menaruh bungkusan itu kembali ke tangan Kei.
"Ini sangat berharga bagimu Nona Kei...."
"Bukan......Kau harus menerimanya,keselamatan lebih penting. "
Pinta kei pada Roby dan mendorong bungkusan itu pada tangan Roby mereka saling dorong mendorong.
"Tidak bisa...." Kata Roby.
"Tidak apa-apa tuan....Saya akan menyuruh ibu saya buatkan lagi. "
"Tidak bisa. "
"Kau harus menerimanya tuan..."
Kei menaruh bungkusan itu ditelpak tangan Roby...
"Terimalah...."
Tak lama Diego keluar dari ruangan Diora....
Melihat keduanya saling berdebat Roby kemudian menerimanya,Raka yang sejak tadi melihatnya hanya tertawa kecil.
Diego yang datang berdiri melihat tingkah aneh itu langsung memanggil Roby.
"By......Diora memanggilmu. "
"Baik kak..."
"Sekali lagi terima kasih kepadamu Kei. Saya pergi dulu ya Kei. "
Roby pun berpamitan kepada semuanya dan meninggalkan mereka untuk menemui istrinya yaitu Diora.
Setelah pergi Raka tersenyum pada Kei,Diego pun mendekat kearah Kei untuk mengucapkan terima kasih.
"Nona Keisya....Terima kasih banyak. "
"Sama-sama GM. "
Kei tersenyum kearah Diego.
"Apakah masih ada hal lain?"
Tanya Diego dengan tatapan dinginnya.
"Saya....Saya tidak ada hal lain lagi,kalau begitu saya permisi dulu."
Akhirnya setelah Kei berpamitan,Kei langsung meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan keluar dengan langkah gontai karena masih merasa lemas dan rasa kantuk yang menyerang....
Sesampainya diluar pintu rumah sakit dia tidak dapat menjumpai Taxi yang tadi men jemputnya....
"Hey......Mana Taxi yang tadi menjemputku???kenapa tidak ada?????sungguh terlalu......"
Tadi sebelum donor darah,taxi menungguku diluar rumah....
Setelah donor darah seperti lifh di pusat perbelanjaan.....
Sebelum kamu belanja,pintu selalu terbuka untukmu.Setelah kamu selesai belanja,kamu harus naik sendiri.." Keisya menggerutu..
Kei berbicara sendiri seolah tidak akan ada yang mendengarkannya...
__ADS_1
Kei merasa bingung sebab ini sudah dini hari mana ada taxi yang lewat....
Ditengah kebingungannya dipintu,Diego dan asisten Zen datang dari arah dalam rumah sakit dan mendengar semua ocehan Kei...
Hanya dengan mengibaskan telapak tangannya Diego mampu membuat Zen mengerti apa yang diinginkan oleh Nya...
Zen pun berlalu untuk mengambil mobilnya...
Diego berjalan mendekati Kei....Dan berdiri sejajar didepan pintu rumah sakit tanpa banyak berkata Diego menyuruh Kei untuk menunggu sebentar..
Setelah itu Zen datang membawa mobil,Zen turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk Kei....
"Nona Kei....Silahkan.."
"Hemmm....."
"Kenapa diam?masuklah aku akan mengantarmu pulang. "
Kata Diego dengan tatapan dinginnya
Setelah Kei masuk mobil Zen berpindah tempat untuk membukakan pintu sebelah untuk GM nya....
"Silahkan GM....".
Diego memasuki mobilnya dan mobilpun meninggalkan Rumah sakit....
Didalam mobil tidak ada percakapan apapun semuanya terdiam...
Karena sang GM memang tak banyak bicara.
Setelah 20 menit berlalu mereka sudah tiba dirumah kontrakan Kei...
Zen kembali membukakan pintu untuk Kei....
"Silahkan Nona..."
"Baik pak Zen...Terima kasih.."
"Sama - sama Nona"
"GM terima kasih telah megantarkan saya pulang...."
"Jangan sungkan....Beristirahatlah kau telah lelah"
"Baik GM.."
Zen menutup pintu mobilnya.
"Baiklah Nona Keisya saya permisi dulu ya. "
"Baik pak Zen...."
Setelah berpamitan mobilpun melesat meninggalkan Kei,Kei pun masuk kedalam rumahnya.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nah setelah ini bakal ada apa lagi ya????yuk terus stay ya buat lanjutannya...
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹