
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Kali ini aku bakal nyeritain kisah yang gak kalah seru dari cerita yang sebelumnya....
Kali ini temanya agak romantis ya....Soalnya lagi pengen yang Romantis2 nih....
Buat kalian terus tongkrongin ya up up terbaru dari aku....Dan juga gak lupa aku terus ingetin buat dukung karya2 aku selanjutnya,dan jangan lupa buat Vote,like,komen and share sebanyak - banyaknya...
Karena dukungan dari kalian buat semangat aku kedepannya.....
MAKASIH SEMUANYA...
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
DIRUMAH SAKIT
Di Kamar inap Diora terdapat 2 kursi single dan satu meja kecil bulat menghadap ke jendela,Diego duduk sendirian karena sedang menunggui Diora.
Diora yang sedang tiduran di kasur tempat pasien sambil membaca majalah fasion tiba2 melihat ke arah kakaknya yang tengah sibuk melihat bungkusan yang diberikan Kei pada Roby tadi malam.
Diora kemudian berteriak memanggil kakaknya Diego.
"Kak kamu sedang lihat apa sampai begitu serius?bukankah cuma gantungan nama saja,lihat begitu lama?".
Tanya Diora....
"Jahitan gantungan nama ini ada beberapa lubang bekas jarum,ujungnya juga tidak otomatis dijahit kembali,Ini dijahit dengan mesin jahit model lama.
Bahan kainnya juga sudah tua,tapi cukup kokoh dan kuat".
Sambil terus membolak balik gantungan itu meneliti dan sangat cermat,Diego memberitahu Diora...Diora yang dari tadi mendengar kakaknya mengomentari gantungan itu pun menjawab.
"Kenapa kamu begitu pemilih sich kak?ini gantungan nama yang hangat buatan ibunya.Kamu tidak boleh membandingkannya dengan benda bermerek,,,oh ya kak aku dengar Roby bilang Nona Keisya sangat bersemangat dan polos???.
Kamu juga bilang kali ini dia memberikan bantuan yang sangat besar pada kita,bagaimana cara kita berterima kasih padanya? "
Diego yang masih sibuk dengan gantungan itu berfikir tentang bagaimana membalas jasa Keisya.
Setelah Diora memberi pertanyaan itu akhirnya Diego memutuskan dan menjawab Diora.
"Seperti biasanya,Cek....."
"Kamu terlalu kuno Kak,Sudahlah.......Aku akan pikirkan sendiri. "
Diora yang kesal dengan tingkah kakaknya yang hanya bisa membalas jasa orang hanya dengan uang menyuruhnya pulang karena ini hari libur dan sebentar lagi Roby datang dari kamar beby nya....
Diego pun pergi setelah Roby datang,dia pergi ke area lapangan basket yang berdekatan dengan kontrakan Kei setelah berjanji dengan Raka.
Diego lupa kalau lapangan itu dekat dengan rumah Kei karena sewaktu mengantarkan Kei tadi malam Pak Zen melewati jalan lain.
Diego dan Raka sudah bermain sekitar 3jam lebih,seperti biasa Diego lah yang menjadi pemenangnya.
Mereka pun duduk dipinggir lapangan duduk di bangku penonton sambil mengelap keringat mereka menggunakan handuk putih serta meminum sebotol air mineral dan berbincang bincang seperti biasanya.
Raka membuka obrolan santainya bersama Diego.
"Kamu ini...Diri sendiri penuh semangat dan efektif,malah membantu para tetua mengenang masa lalu. "
"Kita juga sudah berteman lama selama 15 tahun,apakah aku tidak baik kepadamu?" Celetuk Diego
"Mananya yang baik,sejak aku kembali dari luar negeri dan masuk ke Andiarta Grup,aku seperti YO-YO tak pernah berhenti berkerja. "
"Apa hubungan kita berdua?Lagi pula bukankah aku sudah menemanimu santai dan bermain bola disini?"
Menunjuk ke arah lapangan basket.Raka pun menjawab
"Kau menaniku main bola?yang benar seharusnya itu adalah aku yang menemanimu main bola GM Diego".
__ADS_1
Menunjuk kewajah Diego sambil tertawa.
Diluar lapangan ternyata Keisya dan Sherin berjalan disebelah lapangan dengan membawa beberapa kantong belanjaan.Sambil berjalan mereka berdua saling bicara.
"Ternyata belanja denganmu sangat mengecewakan. " Celetuk Sherin pada Kei
"Kakak....Ini semua milikmu.Masih kecewa kah kau?".
Kei mengangkat beberapa tas paper keatas wajah Sherin.
"Aku sudah bilang ajak kamu Pergi makan,bukan pergi belanja.Mengerjakan laporan bulanan sudah berhari-hari.
Satu-satunya yang aku pikirkan sekarang adalah makan tidur,tidur makan.
Sekarang malah menemanimu belanja,sudah cukup kan setia kawan aku".
"Aku beri tahu kamu ya,aku yang menemanimu belanja,mengerti.Kakak kau sudah mau bekerja terus.Kau juga harus mendandani diri sendiri.Kau lihatlah dirimu sekarang.Kau seperti wanita gila*".
Teriak sherin pada Kei yang sedari tadi mengomel karena hari liburnya dikacaukan oleh Sherin.
"Apakah kamu pernah bertemu dengan wanita gila yang secantik ini?Huuuhfff."
Key menepuk-nepuk pipinya sendiri dihadapan Sherin.
Kemudian terdengar suara ponsel Kei berbunyi,Kei mengambil ponselnya yang ada dijaketnya untuk melihat siapa yang menelfonnya,setelah dilihat ternyata ibunya yang menelfon,Kei dengan cepat menjawab telfon tersebut.
"Hallo...Iya ibu ada apa?"
"Kei... Apa akhir-akhir ini kamu sibuk nak?"
"Iya bu....Dua hari yang lalu sangat sibuk,tapi sekarang sudah tidak sibuk,sudah libur.Ada apa ibu,kenapa ibu bertanya seperti itu?".
"Itu sayang....Viya pergi mencarimu,mungkin harus tinggal ditempat kamu beberapa waktu.
"Hah....Tapi....Bu....."
Belum sempat Kei menjawab tantenya Keisya sudah menyerobot telfon ibunya dan berbicara tanpa ada hentinya.
Key mau menjawab tentenya dalam telfon mau bicara tantenya sudah nyerobot lagi.
"Hubungan kalian berdua kakak adik sejak kecil sangat akrab dan baik.Tinggal bersama juga bisa saling menjaga. "
"Bukan tante....Bukan.....Saya sekarang juga tinggal besama Sherin lagi pula rumah ini sedikit kecil. "
"Tidak apa-apa....Dia sudah berangkat dari tadi pagi,kemungkinan sekarang sudah tiba.Baguslah kalau begitu,jadi baik-baik disana ya....harus saling menjaga.Terima kasih Kei.. terima kasih...."
Belum sempat menjawab Kei telfonnya sudah ditutup oleh tantenya,membuat Kei sedikit bingung dan panik.Membuat Sherin bertanya pada Kei.
"Siapa barusan Kei???"
"Viya...."
"Ada apa dengan Viya?"
"Dia sudah datang...."
Kei berteriak panik dan berlari meninggalkan Sherin....
Sherin pun mengejar Kei yang berlari.
Disisi lain Diego dan Raka sudah mengemasi barang bawaan mereka dibagasi mobil.
Diego yang mengetahui teriakan Kei langsung memalingkan wajahnya agar tak diketahui oleh Kei...Tapi sayangnya Key memang tak melihat keberadaan Diego dan Raka.Raka yang kebingungan melihat tingkah Diego yang aneh dan memalingkan wajah seolah takut ketahuan seperti seorang pacar yang ketahuan selingkuh itupun bertanya pada Diego.
"Sedang apa kamu Go?"
"Kau tidak mengenali wanita tadi apa?"
Tanya Diego pada Raka.
__ADS_1
"Oh barusan.....Bukankah itu Keisya Afnani?" Menunjuk ke arah Kei yang sudah berlalu pergi.
"Kenapa dia ada disini?"
"Aku sudah melihat datanya.Dia sepertinya tinggal disekitar sini."
"Perjalanan dari sini ke perusahaan sekitar satu setengah jam.Dia tinggal disini?"
"Heemm ini sangat wajar,di sini adalah pinggiran kota,biaya sewa rumah juga murah.
Dia bisa menanggungnya.Jika tidak,apa yang kamu pikirkan?kamu kira dia sedang mengintai kamu?"
"Tentu saja tidak!" Elak Diego.
"Aku hanya tidak ingin dia melihat ku seperti ini." Elaknya lagi.
"Memangnya seperti apa?"
"Berpakain seperti ini....Casual! terlihat santai seperti ini. "
"Huuuummmm memang GM yang mementingkan penampilan memperhatikan citra.
Kamu lihat tampangmu tadi melihat Keisya Afnani,seperti melihat Mantanmu. "
"Apakah kamu harus seperti ini???"
Tanya Raka pada Diego.
"Sepertinya kita harus mencari lapangan bola baru? "
"Tidak perlu....Mencari lapangan baru yang bagus sangat tidak mudah sekarang,lagian tadi Keisya tak melihat keberadaanmu,tidak apa-apa!"
"Sungguh....Apa kau yakin?"
"Apa aku kelihatan membohongimu?"
"Apa penampilanku perbedaannya begitu jauh Ka? "
Bertanya pada Sahabatnya itu sambil melihat kearah tubuhnya sendiri,Raka hanya bisa tertawa melihat hal konyol dari sahabatnya itu...
Karena baru kali ini dia melihat sahabatnya itu kebingungan sendiri dengan penampilannya.
"Seperti dua orang yang berbeda!"
Raka menjawab dengan tertawa terbahak-bahak sampai perutnya sakit dan Diego pun mendengus kesal karena Raka menertawakannya.....
Mereka pun pergi meninggalkan lapangan untuk pulang karena waktu sudah mulai Sore.
.
.
.
.
.
.
Nah kan tambah seru....,sekarang datanglah sepupu Keisya dirumah Kei....Apakah Viya juga akan bekerja dikantor Kei?
Kalau mau tau tunggu episode selanjutnya ya...
Makaaih semua......
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜💜