
Suatu hari, ada seorang anak yang berjalan kebingungan, dan datang seorang pria, pria itu menanyakan asal anak itu, hei kau dari mana, katakan asalmu, anak itu hanya terdiam, anak itu hanya mengatakan namanya San, ohh.. jadi itu namamu nama ku Tom, dari mana asal mu, "hening sementara", hei apakah kau baik baik saja nak, kata anak itu, aku tidak ingat apapun, aku hanya terbangun sendiri dari dalam gua, "dalam hati Tom", sebenarnya aku ingin mencuri orang yang lewat ternyata hanya ada orang yang kehilangan ingatan, hei nak bagaimana jika kau pergi ke rumah ku, bagaimana?, aku juga akan membantu mengembalikan ingatan mu, baiklah kalau begitu.
Ini adalah rumah ku, selamat datang, tidur saja dulu, "baik" kata San, oh ya di kerajaan ini kau harus bisa bertahan hidup, karena yang kuat akan membunuh yang lemah, jadi besok akan ku ajak pergi, selamat tidur San.
__ADS_1
Keesokan harinya, San bangun, waktunya makan, "bb'baik", kau masih belum bisa di ajak bicara, kapan kau bisa lancar berbicara, apa tidak ada yang kau ingat sama sekali, "titd'daak', bukan begitu tapi, ini kau dengar baik baik "tidak", te'rimakasih Tom, hahaha kau memang seperti baru lahir, ayo kita ke kota Krosa, ba'ik.
Sesampainya di kota, Tom mengenalkan tempat sekitarnya dan memberi tahu larangan apa yang tidak boleh di langgar, dan saat mereka mau pulang, datang sekelompok bandit, Tom mengeluarkan pedang yang di sembunyikan di dalam jubahnya, Tom mengatakan "San mundur ke belakang ku" (dengan nada yang sangat marah), Tom ada apa, mundur saja, "baik", dengan cepat Tom berlari lalu menusukkan pedang ke orang itu, tetapi serangan Tom berhasil di tangkis, kata bandit itu "mati kau sialan, tangan San tiba tiba kesakitan dia berteriak sekeras-kerasnya, tiba-tiba keluar api dari tangan nya dia langsung melempar api itu ke bandit.
__ADS_1
Mereka pun pulang, Tom mengatakan "dari mana kau bisa menggunakan sihir", kau bilang kehilangan ingatan, tapi kenapa kau bisa menggunakan sihir, padahal aku belum mengatakan cara menggunakan sihir, "aku juga tid'dak **'ahu itu terjaad' secara tiba-tiba",
Suasana menjadi hening, tiba-tiba San bertanya apakah kau percaya dewa, yah aku mempercayai nya, dewa itu ada, hanya saja aku tidak tahu seperti apa para dewa, "tiba-tiba San menangis" ada apa?, tida'k apa apa, ok kita sampai ke rumah, besok kau akan ku bawa ke sekolah para penyihir.
__ADS_1
keesokan paginya, bangun nanti terlambat, baik, oh ya San jangan terlalu sering bicara, kau belum bisa berbicara dengan lancar nanti kau menjadi bahan ejekan orang sombong itu, "ba'ik", aku dulu pernah menjadi bahan tertawaan karena aku berbeda, aku tak bisa menggunakan sihir, aduh malah curhat, ayo kita langsung makan.
Ini dia sekolah mu, terimakasih paman Tom, hemm... "dadah", oh ya aku harus kemana ucap dalam hatinya San, datang seseorang, hei minggir bocah, jadi kau anak baru hei berikan uangmu dong , hei hei jangan lari sialan, "hentikan" , gawat ada satpam, lari....., silahkan pergi ke sana, ba'ik.
__ADS_1