Godaan Memikat Lelaki Penguasa

Godaan Memikat Lelaki Penguasa
Jangan Ikuti Jejakku (part 2)


__ADS_3

*Mohon patuhi batas usia*


Jangan lupa tinggalkan jejak LOVE, LIKE, KOMEN & VOTE KALIAN untuk dukungan 😊🙏


Sang pria berguling telentang kesamping, keduanya mengatur kembali nafas yang terasa terputus-putus.


"Kamu memang selalu menakjubkan sayang", ujar sang wanita mengecup dada bidang pria tersebut. Sebelum akhirnya bangkit dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.


Senyum pria itu mengembang, ketampanan tak terlukiskan dengan kata nyata terpampang diwajahnya itu ( bibit unggul guys 😅🙏) . Menghanyutkan dan memperdaya setiap wanita yang memandang. Perpaduan dari Arab, Jepang dan Indonesia menyatu dalam darah lelaki tersebut (intinya blasteran). Dia lelaki yang tinggi seperti model idol K- Pop, badannya kencang berotot, perutnya menonjolkan roti sobek, sixpack karena rajin olah raga tiap hari. Semakin membuat meleleh setiap wanita.


Dipejamkan mata indahnya, sesaat ia terbuai mimpi. Hingga sesuatu yang hangat menyentuh bagian kejantanannya. Ia membuka mata menikmati sensasi (sensor 😅🙏) yang seperti listrik menjalar sekujur tubuh.


Dering ponsel dimeja almari dekat ranjang berulang kali berbunyi seperti pengganggu mengusik minta dibanting (tapi bohong, kan sayang hp mahal guys, bisa buat up novel 😉).


"Tsek......," lelaki itu berdecak. Diraihnya ponsel tersebut. "Haaalloo,"ujarnya kemudian sambil terengah.


"Hey.... br*ngs*k, alasan apa lagi yang sudah kamu lontarkan pada orang tuamu untuk kabur dari perusahaan sampai menyeret namaku. Tau tidak orang tua kamu menelfon orang tuaku berulang kali," suara maskulin terdengar dari balik handphone.


"M*mp*s", pekik pria itu sembari menepuk jidatnya.


Dengan segera dia menepis tangan sang wanita memberi tanda untuk menghentikan aktivitasnya. Sang wanita malah tersenyum dan tetap melakukannya dengan gencar.


"Hahh..sorry brow", ujar pria itu terengah.


"Kalau bukan kita punya riwayat persahabatan, sudah habis riwayat kamu sekarang," ucap lelaki dari balik ponsel.


"Terus aku mesti bagaimana?" dia menggigit bibirnya sendiri menahan sensasi perbuatan sang wanita. Rasa yang memperdaya membuatnya hampir kehilangan konsentrasi.


"Datang ketaman kota sore ini, bantu aku buat pemotretan untuk adik tercintaku. Dia dan temannya sedang ikut kompetisi foto Kartini di kampus", lelaki dari sebrang sana mengambil nafas berat. "Itu alasan yang aku ceritakan pada orang tuamu . Dan ini yang terakhir kali, lain kali biarpun kamu sekarat dihukum orang tua kamu, aku tak peduli ", lanjutnya dibalik ponsel dengan suara semakin dongkol.


"Kau memang yang terbaik brow, thanks ya. Satu jam lagi aku kesana", dilempar begitu saja ponsel itu kesamping tempat tidur.

__ADS_1


"Dan kamu wanita nakal", senyum lelaki itu menyerigai, menarik dan meraih sang wanita untuk menerima hukuman indah atas perbuatannya. Di ciumi wanita tersebut dengan kasar. Tubuh mereka menyatu kembali, pemuda bergerak dengan brutal. Dan anehnya sang wanita menerima dengan senang hati setiap hentakan dan gerakan kasarnya.


#####


Diwaktu yang sama.


"Dasar sudah kuduga dia memang parah," keluh lelaki yang mandengar suara erangan, auman sijantan dan betina dari balik ponsel. Dia menggelengkan kepala dan mematikan ponsel yang masih tersambung. "Berasa ingin berucap kasar," fikir konyolnya membuat tersenyum sendiri. Dirapikan dokumen yang ada diatas meja untuk mengalihkan imajinasi liar, paduan suara yang masih terngiang seolah bermain dan berputar diotak hampir membuat frustasi.


Seorang pemuda masuk kedalam ruangan "Pak Edzard, saya sudah menyiapkan mobil bapak, kita akan keluar sekarang atau nanti pak?" tanya pemuda itu. Sontak semua angannya berhasil ambyar. Imajinasi liarpun ikut terseret mental keluar dari jangkauan. Rasa syukur ia panjatkan dengan segenap hati kepada sang sekertaris yang bagai pahlawan kesiangan.


"Kita undur setengah jam lagi, kamu boleh keluar sekarang," ujarnya. Dalam hati dia berterimakasih pada sang sekertaris.


"Baik pak," pemuda itu menganggukan kepala dan berjalan keluar ruangan.


Suasana menjadi hening kembali, Edzard memandang bingakai foto disudut meja. Disana terpampang foto saat wisuda waktu itu. Foto dia dan keluarganya dan satu lagi ada pemuda asing yang ikut nempel.


"Kenzo, sampai kapan kamu akan menyebalkan seperti ini. Kita bukan pemuda lagi, usia kita hampir kepala tiga,huhft...," Edzard tersenyum kecut.


######


CEKREEEEK


"Manis," bisik Kenzo mengamati hasil bidikan foto. Disana terpampang seorang gadis dengan senyuman manis, duduk dikursi bawah pohon mangga.


"Ken, berhentilah jeprat jepret seenak jidat. Aku mengajakmu datang ketempat ini bukan untuk memotret hal tak penting," Edzard bersungut.


"Bawel, lagi pula si Nayla juga belum nongol kok. Kamu tau gak waktu ku itu berharga, jadwalku juga padat."


"Astoge, gak nyadar kamu ngomong begitu, siapa yang kabur tadi dan membuat rusuh," Edzard memandang Kenzo dengan tatapan intimidasi.


Jleb terasa terkena pukulan telak Kenzo meringis nyengir.

__ADS_1


"Padat ya, aku tau jadwal kamu memang padat. Padat banget kencan sama wanita atau janda yang jumlahnya tak terhingga sepanjang masa."


"Anjay, memangnya kasih ibu tak terhingga sepanjang masa. Edzard kamu saja yang hidup terlalu lurus. Tapi bukan berati kamu juga harus jadi b*ngs*t seperti aku juga," Kenzo menundukan kepala. "Ngomong-ngomong apa kabar si Helene ? Terakhir kali kamu pacaran sama dia sampai sekarang kamu malah jadi jones begini. Kayaknya kamu gagal move on sama dia ya ?"


"Bisa bahas yang lain?"


"Maaf ya, tapi aku gak tau jika akhirnya kalian akan saling jatuh cinta Zard, tau begitu aku gak akan mengenalkan kalian berdua."


"Terkadang aku ingin sekali menonjok kamu Ken," Edzard tersenyum kearah Kenzo.


"Iya maafkan aku, aku tau aku berdosa sekali," kelakar Kenzo. "Tapi ya Zard, tubuh Helene itu benar-benar hufht....," Kenzo sengaja berucap ambigu.


"Berhenti membahasnya, aku anggap itu semua sebagai pengalaman berharga. Aku tidak menyalahkan kalian. Jadi jangan bahas lagi."


"Mau aku kenalkan dengan gadis yang lebih wow dari Helene?"


"Mau aku tabok beneran kamu Ken?"


"Oh tidak, aku takut."


"Aku berharap kamu segera menikah dan Berhenti berbuat konyol, keluargamu menyayangi kamu Ken, hanya saja cara mereka berbeda," Edzard mencoba tegar. "Sampai kapan kamu akan bermain-main dengan banyak wanita? kamu tidak kasihan pada istrimu kelak?"


"Kasihan, kasihan kenapa?"


"Benar-benar minta dibuly nih anak," Edzard mulai putus asa.


"Aku juga sebenarnya ingin begitu Edzard, mencintai seseorang sampai membuatku ingin menjadi lebih baik, dan berhenti melakukan hal-hal bodoh" Kenzo menatap luas langit diatas sana. "Tapi kamukan tau itu sulit."


"Mari kita berusaha bersama-sama Ken, untuk berhenti bermain-main dan mencoba fokus belajar lebih baik lagi."


"Wow aku terkesan dengan semangat kampanye membara kamu Zard."

__ADS_1


BLETAAAAKKK, Edzard memukul kepala sahabatnya dengan sangat keras.


Nyambung dulu ya....,,,,


__ADS_2