HABIS MANIS SEPAH DI BUANG

HABIS MANIS SEPAH DI BUANG
Bab 7


__ADS_3

Di dalam cafe kini duduklah Niki,Bu Widya dan juga Dimas.mereka memesan juice dan cemilan untuk menemani mereka ngobrol.Niki yang baru bertemu dengan Bu Widya langsung akrab entah mengapa berada di dekatnya terasa hangat.Mungkin,karena Bu Widya memiliki sifat keibuan,lemah lembut setiap tutur katanya.


"Nak Niki,apa kamu baik-baik saja"tanya Bu Widya


"kenapa ibu bertanya begitu,apa aku terlihat sedang sedih"?


"Mungkin kamu bisa menutupi masalahmu dari orang lain,tapi tidak dengan ibu"!


"kok bisa Bu.... Widya pun tersenyum,ibu sering sudah melihat wajah orang sedih,itu berawal dari anak ibu yang kehilangan istrinya"kata Widya.


"Ibu tak memaksa mu untuk menceritakan masalahmu"Widya.


"Mungkin aku akan menceritakannya sudah sesak rasanya dada ini Bu,siapa tau dengan ku berbagi cerita bisa mengurangi rasa sakit hati ku?"Niki


"Aku bingung harus memulai dari mana?"Niki


"Mulailah dari inti masalah nya,siapa tau ibu bisa memberikan solusinya."Widya

__ADS_1


Begini Niki pun memposisikan duduknya dengan benar,dan mulailah ia bercerita"Sebenarnya aku sudah menikah,dan menjalani pernikahan puluhan tahun,namun kami belum di karuniai seorang anak.sam wespai tiba dimana suamiku menikah lagi,dan sekarang maduku sedang hamil,namun maduku tak mengetahui jika ia istri ke dua,aku tak tau apa yang akan terjadi jika ia mengetahuinya"namun yang jelas aku rasa diri ini akan mengalah jika di perlukan"cerita Niki.


Widya yang mendengarkan cerita Niki tak terasa meneteskan air matanya.


"maaf ibu membuat mu mengingat masalah mu dan menjadi sedih"semoga masalah yang kau hadapi cepat selesai,saran ibu bicarakan secara baik-baik dulu jangan mengambil keputusan dengan gegabah."


"sekarang kamu tidak sendiri ada ibu dan dimas"kamu bisa menganggap Dimas seperti putra mu sendiri.Dia pasti senang memiliki BuNDA"ucap Widya.


"Terima kasih ...ibu sangat baik senang bisa mengenal kalian"!tutur Niki.


Hari sudah semakin siang, Niki pun berpamitan untuk pulang.mereka pun berpisah Widya meminta nomer ponsel Niki,dengan alasan jika Dimas mencarinya ia bisa janjian ketemu Widya punya alasan lain di balik semua itu.


"Niki mengangguk tersenyum,"ia pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan cafe.


"Kamu harus kuat Niki,jangan menangis lagi sudah cukup selama ini tersakiti,kamu harus semangat dan bangkit,batin Niki menyemangati dirinya"💪


...Di kediaman Nisa....,...

__ADS_1


Indra yang baru pulang dari kantor,masuk ke dalam rumahnya dengan terburu-buru.Pasalnya ia mendapat telpon dari Nisa,ia sangat menginginkan capcay.


Indra yang semangat karena akan menjadi seorang ayah,langsung pulang dan membelikan capcay pesanan sang istri.


"Nisa....sayang....kamu di mana .?"mas pulang membawakan pesanan yang kamu mau.


Nisa yang mendengar suara suaminya pun beranjak dari ranjangnya,ia keluar kamar dan menuruni tangga dengan pelan,takut terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan.


"Mas sudah pulang....Nisa meraih tangan Indra dan menciumnya."


"Ini capcay nya"Dimas menyerahkannya pada Nisa.


Nisa membawa capcay kebelakang dan meletakkannya,ia pun mengambil piring,dan memanggil Indra untuk menemaninya.


Nisa yang lagi hamil bingung akhir-akhir ini ia ingin di manja ,di perhatikan terkadang ia marah saat Indra keluar rumah.


Indra yang notabennya lagi bahagia tak mempersalahkannya.namun,kadang ia memikirkan Niki.Bagaimana pun ia masih mencintai niki.keadaan yang mengharuskan nya selalu berada dekat Nisa.

__ADS_1


SEKIAN TERIMAKASIH DUKUNGANNYA JANGAN LUPA


LIKE,VOTE,KOMEN JIKA TAK BISA SEMUA DI BERIKAN PILIH LAH SALAH SATU.🤭🤭🤭


__ADS_2