Hana Pernikahan Di Musim Semi

Hana Pernikahan Di Musim Semi
Ketertarikan Juno


__ADS_3

"Braaaak",suara tubuh Hana yang dijatuhkan Juno ke kursi belakang di mobilnya.


"Apa-apaan ini aku gak mau ikut sama kamu kenapa kamu malah membawaku ke mobilmu aku kira aku bisa menuntut dengan tindakan yang tidak menyenangkan terhadap wanita",ucap Hana panjang lebar kepada Juno sambil memelototi wajah Juno yang duduk disampingnya.


"Jalan Rud ke rumah,"kata Juno pada Rudi untuk menyetir mobil ke arah rumah Juno.


"Kamu pikir kamu siapa bisa seenaknya seperti ini tolong lepaskan aku,"ucap Hana dengan berteriak-teriak ke arah Juno.


"Sepertinya gadis kecil ini tidak mengerti akan sopan santun.Apa kamu tidak pernah diajari orangtuamu tentang sopan santun terhadap orang lain?",kata Juno pada Hana.


"Kamu gak usah bawa-bawa orangtuaku memang mengerti apa kamu tentang orangtuaku?",ucap Hana sambil meneteskan air mata karena teringat dengan almarhum ayahnya.


"Kenapa kamu menangis?


aku kan tidak menindasmu atau memukulmu ??


yang aku tagih adalah ucapan maaf karena kamu sudah membuat kepalaku terbentur akibat kamu menyebrang jalan kemarin malam,"ucap Juno merasa sedikit menyesal karena melontarkan kata-kata yang membuat Hana sedih.


"Boss,"Rudi membisikkan tentang identitas Hana yang waktu itu diminta Juno pada Rudi untuk menyelidikinya.

__ADS_1


Juno memang tidak sengaja mengatakan hal tersebut karena dia benar-benar tidak tau mengenai kematian ayah Hana,dan akhirnya Juno yang justru meminta maaf pada atas ucapannya yang membuat Hana sedih.


"Maaf aku benar-benar tidak tentang itu",kata Juno sambil menyeka air mata Hana dengan tangannya.


"Aku juga minta maaf ini bukan salah kamu, memang aku hanya sedikit teringat dengan almarhum ayahku,"kata Hana.


"Rud sebaiknya kamu antar dia kembali ke perusahaan tadi karena aku sudah gak ada mood",kata Juno agar mengantar Hana kembali ke perusahaan tadi.


Rudi menganggukkan kepala mengiyakan perintah Juno.Yang akhirnya Junopun tidak jadi membawa Hana ke rumahnya.Dan pada saat diperjalanan mereka berduapun hanya terdiam satu samalain karena kondisinya yang membuatnya sedikit canggung.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di kantor yang tadi Juno dan Hana bertemu.


"Terimakasih atas tumpangannya,ucap Hana lirih karena masih merasa sedih.


"Apa?


kenapa dia bisa mengenalku?


siapa dia?",tanya Hana dalam hati sampai dia sendiripun lupa untuk menanyakan nama Juno.

__ADS_1


"sudahlah biarkan saja,kata Hana.


sesampainya Hana di kantor dia langsung menuju ke resepsionis lagi untuk menanyakan apakah pak Dewa masih ada,namun resepsionis mengatakan bahwa pak Dewa lima menit yang lalu sudah meninggalkan kantor untuk makan siang.


"Hehhh,"Hana menghela nafasnya karena gagal menemui pak Dewa gara-gara Juno membawanya pergi.


"Ini gara-gara laki-laki sialan itu tadi, kalau saja aku gak ikut ke mobilnya pasti sekarang sudah berhasil menemui pak Dewa",ucap Hana sambil menggerutu.


Sepertinya Hana harus kena marah lagi dengan bossnya, karena tidak berhasil menemui pak Dewa.


"kringgggg,"suara bunyi hp Hana berdering.


Halo Dev!!


iya ada apa?",tanya Hana saat mengangkat telpon dari Devi.


"Kamu dimana Han?


udah makan siang apa belum?

__ADS_1


makan siang yuk sama aku??",tanya Devi.


"Gak Dev makasih aku masih kenyang lagi pula urusan ku belum selesai di sini dan aku gak mungkin kembali dengan tangan kosong",ungkap Hana.


__ADS_2