
" hey kau pelayan yg di sana " ucap salah satu pria yg disana
" ya tuan .... ada masalah ..." ucap nisa dengan gugup
" bawakan bunga ini untuk meja yg disana .. " ucap pira itu meberikan rangkaian bunga
" baiklah ... uh selamat ku kira akan ketahuan " batin nisa
" nisa apa semuanya baik baik saja.... " ucap riana melalui earphods
"ya aku tidak apa apa hanya gangguan kecil .." nisa
" okey kalau ada masalah hubungi aku ... " riana
disisi lain
" tuan lucas senang bertemu dengan mu " ucap zai
" apa si lucas itu datang keacara ini " batin riana mendegar nama lucas
" yaa aku senang kau mengundang ku " lucas
" haha terimakasi telah datang tuan lucas dan serketaris ho " ucap zai dengan ramah tamah
" hah habis sudah serkertaris ho juga datang pasti banyak mata mata si lucas itu di serkitar sini semoga saja nisa tidak dalam bahaya aku harus bertemu denganya ... " batin riana dan ingin pergi
" hey tunggu ..kau yg di sana ... " ucap pak ho
" gawat suara serketaris ho apa sudah ketahuan sekarang ... " batin riana mematung
" hey apa kau mendegarkan ku .." pak ho
__ADS_1
" ya.. ada yg bisa saya bantu .. " riana
" boss kami ingin keruangan istirahat dimana itu .. " ucap pak ho
" sepertinya mereka tidak tahu siapa aku .. " batin riana.
" ya di ruangan nomor 8 disana ... di lantai atas di sebelah kiri .. " ucap riana
" baiklah ... " pak ho
pak ho dan lucas pun pergi menuju ruangan istirahat
" hmm astaga aku melupakan sesuatu yg penting nisa dia sedang memeriksa ruangan itu" ucap riana yg panik untuk menghubungi nisa
" kenapa dia tidak aktif di saat seperti ini .. " riana
sementara itu di ruang istirahat
tak tak tak *
" ada suara langkah kaki ada orang yg menuju kemari sebaiknya aku harus cepat ... " ucap nisa buru buru keluar dia tidak menyadari ada yg terjatuh dari saku baju nya ..
"boss apa butuh sesuatu yg lain .. " ucap pak ho
" tidak ada kau boleh pergi ... " lucas
lucas pun masuk keruangan istirahan dan melihat sekeliling ruangan dan menemukan sesuatu
" hmm itu ... " ucap lucas menghampiri benda yg terlihat berkilau itu
" apa ini cincin ... " ucap lucas mengambil cincin itu
__ADS_1
" menarik " smrik lucas
di sisi lain
" nisa apa kau sudah memeriksa ruangan itu apa kau menemukan sesuatu .." ucap riana yg menghampiri nisa
" aku sudah memeriksa nya tapi tidak ada senjata atau obat obatan di sana " nisa
" apa kau sempat berpapasan dengan mafia atau orang menyeramkan lainya ... " riana
" tidak .. hanya mendengar suara langkah kaki dan aku langsung pergi kenapa .. " nisa
" tidak ada ..." hufft syukurlah dia tidak berpapasan dengan lucas batin riana
" giliran mu memeriksa ruangan nomor 3 aku akan berjaga di koridor sebelah kanan dan mengawasi orang yg akan datang ... " nisa
" baiklah aku pergi dulu ... " ucap riana berlalu pergi
" ya hati hati ... " nisa
kreitttt.....
" woah ruangan ini sangat menyeramkan gelap sekali di mana lampunya ... " riana
tek* menghidupkan saklar lampu
" berantakan sekali seperti rumah hantu tapi aku yakin tidak ada hal yang menarik di sini .." ucap riana mulai memeriksa meja kerja yg ada
di dekat jendela ..
" hanya ada beberapa berkas lama ... "ucap riana
__ADS_1
" ehh ini kann.... " ucap riana yg terkejut