
aku melihat lurus dengan air mata yang tak kunjung berhenti, aku tak mengerti dengan kondisiku saat ini, entah kenapa aku menangis cukup keras, ada apa ini? aku merasakan pelukan hangat di belakang ku.
"tenanglah melia, tenang, kami ada disini" kata siren
"kau tak pelu menceritakannya sekarang" Bujuk Kine
"iya melia, kau tenang dulu, aku tau Nahs memang tak tau diri, menamparmu berkali kali, aku akan membalas itu untukmu"
"melia... aku sudah menerima pesanmu jadi aku mohon tenanglah" Crome memegang erat tangaku
"melia minumlah," Madh memberikan persediaan air,"kau tak perlu menceritakan apapun lebih baik kau istirahat saja"
aku menyandarkan tubuhku dibatang pohon yang sudah tumbang, aku tak mengerti kenapa aku ada disini, apa yang sudah terjadi, badanku sudah merasa lebih baik, tapi aku masih belum mau pergi dari tempat ini, aku melihat ke kiri dan kanan untuk memeriksa tempat apa ini, tempat peristirahatan, ah iya ini pasti tempat istirahat selanjutnya. aku bisa melihat timlain ada di area ini, dengan dilindungi oleh kemampuanyang elder, siren dan kine masih ada didekat api unggun, sedang kan zizi, madh, crome sudah tertidur.
siren dan kine mendekatiku dan duduk disisi kiri dan kananku,
"tidurlah melia, besok kita masih melanjutkan perjalanan"
itu kalimat terakhir sebelum siren terlelap bersandar di pundaku begitupun dengan kine, mataku sudah terasa berat dekan perjalanan tadi siang dan akhirnya aku tertidur.
----------------
"kau akan menjadi kunci keberhasilan kita, jadi bersiapalah. kuatkan tekadmu dan jangan pernah melepaskan keyakinanmu,"
"bantuan akan segera datang jadi aku harap kalian tak ada yang terluka"
"apapun yang terjadi kita harus melindungi saudara sebangsa kita"
---------------
aku terbangun dengan teman teman yang sudah mempersiapkan segalanya untukku, sarapand an perlengkapanku punsudah di persiapkan.
"melia cepat cucimuka mu dan segera sarapan, kita akan segera berangkat" suruh siren.
aku mendekati Nahs yagn sendang mengeluarkan sihir air nya dans egera mebersihan muka ku,
pagi ini bersajalns eperti biasanya dan perjalanan langsung dilanjutkan setelah sang elder berjalan ke jalur selanjutnya.
__ADS_1
informasi sebelum pemberangkatan kita menjelaskan jika hutan yang kita lewati adalah hutan tropis yang terakhir, kedepannya akan masuk kehutan bersalju dan semakin dekat kedaratan putih, armor kita sudah di setting agar bisa memepertahankan suhu di tempat yang dingin, tapi, ini menguras energi kita lebih banyak, ada satu tempat peristirahatan yang terakhir nanti.
kondisiku saat ini sudah cukup baik, dan aku mencoba untuk tidak mempermasalahkan apa yang terjadi kemarin,
"melia, aku sangat khawatir loh kemarin, aku kira kamu kelelahan sampai tertidur lebih awal tapi padasaat kamu menangis keras aku sangat kaget"
baru saja bernait untuk tidak mau mengungkit kejadian hari kemarin, huh, dasar Zizi
"melia, aku merasa kemarin kamu tidak ada, di rombongan kita walaupun sebenarnya kamu berjalan beriringan dengan kita" kata siren.
benarkah? padahal kemarin aku merasa aku tertinggal jauh oleh rombongan, oh iya aku ingat sesuatu.
"kak Crome? ini soal Eri" tanyaku
"eh, kamu kenal eri?
"awalnya aku tidak tahu, tapi kemarin aku bertemu dengan nya, aku tau kamu pasti tidak akan percaya, tapi itulah yang aku lihat kemarin." aku mencoba menjelaskan.
"ternyata eri sudah bisa sampai sejauh ini" Crome tertegun mendengar pernyataan dari ku
"sebenarnya apa yang terjadi" tanya zizi
"aku bukan bertanya padamu, aku tanya sama kak crome" kata zizi
menjengkelkan
"eri adalah adiku satu satunya, dan kami adalah ank yatim piatu setelah kedua orang tuaku meninggal dalam tugas...." Crome mencoba menjelaskan.
"aku sudah tau bagian yang itu, aku ingin di bagian penyakit apa yang diderita oleh eri?" tanya zizi memotong penjelasan crome
"elder, sang elder yang mengetahuinya, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan eri dan kematian kedua orang tuaku"
perkataan itu membuat kami semua membisu, apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang dilakukan sang elder kepada eri dan kedua orang tuanya,
"lebih baik kita tanyakan pada sang elder nanti" kata zizi
"aku setuju tapi aku juga tidak setuju"
__ADS_1
perkataan kine mudah ditebak dan semua orang juga mengerti jika kita bertanya sekarang bisa jadi ekspedisi ini akan gagal.
"kita tanyakan nanti setelah ekspedisi" siren mengahi kami.
udara disini terasa sangat sejuk, dan ini pertama kalinya aku menguji armor ini secara langsung di iklim yang dingin ini. kadang aku bisa melihat beberapa hewan yang memang habitai nya di daerayh sini, ada kelinci, rusa dan beberapa Ash, mereka terlihat indah dengan bulu yang sangat tebal, salju dijalan ini masih bisa dilewati dengan mudah apalagi kita berada di tengah rombongan , jadi jalan lumayan enak dilewati, tidak terbayang yang membuka jalan yaitu tim 1 didepan sana,
"SEBENTAR LAGI SAMPAI LOKASI PEMPERISTIRAHATAN"
Nahs berteriak agar tim ku bisa mendengarnya, aku tak tau kenapa perjalanan bisa terasa lebih cepat dari biasanya, karena cahaya dilangit masih terlihat terang,
akhirnya kita berada di pemberhian untuk istirahat, disini kita tidak bisa terpisah pisah karena udara mulai terasa sangat dingin, jadi greiz di setiap regu diharuskan menggunakan sihir apinya agar semua anggotanya tidak kedinginan,
ketua tim 5 bersama kali karena anggota kami tidak ada greiz nya, Nahs mengeluarkan staf nya d
"Blaze : flame Charme" sihir nahs mengeluarkan benang merah di tengah tengah kami dan suhu di sekitar sama mulai menghangat bahkan membuat salju dalam jarak tertentu mencair.
"kenapa kita tidak menggunakan kayu saja?" tanya zizi
"kayu di sekitar sini membeku dan akan sangat sulit untuk di bakar, kalaupun berhasil suhunya tak akan efektif untuk kita" siren menerangkan dengan sangat jelas dan membuat zizi berhenti bertanya,
cahaya matahari mulai meredup, tapi kita masih bisa melihat langit yang cerah, aku melihat cahaya matahari di balik sebuah gunung ya mungkin ini memang sudah sore,
"sebaiknya kalian segera tidur, karena ini sudah sangat malam dan besok kita akan ada pertemuan langsung dengan elder, untuk kegiatan besok" titah Nahs\
"bukan nya ini masih sore bahkan kita sampai kesini juga masih siang tadi?"tanya ku
"ini sudah malam dan kamu lihat cahaya itu?" Nahs menunjuuk chaya di balik gunung "itu adalah tujuan akhir kita, ice crista"
aku mengerti dan segera tertidur dengan posisi duduk di dekat benang sihir Nahs,
-----------------------
"terimakasih kamu sudah menguatkan ku aku tak percaya kalau kamu punyakekuatan yang sangat besar"
-----------------------
aku terbangun dari tidurku aku melihat teman teman ku masih tidur sembari mengelilingi benang sihir yang semakin lama semakin mengecil. aku berdiri, aku merasa kalau punggungku penuh sekali dengan salju, saat aku melihat kesekeliling,
__ADS_1
"tidak mungkin,"