
"tidak mungkin, apa hanya aku yang selamat," kataku didalam hati, kulihat sepanjang mata memandang darah merah membeku di atas salju yang putih, wajah teman teman ku bisa kupastikan itu mereka semua, ini benar benar bencana, apa hanya aku yang selamat?
Apa ada penyerangan semalam, kami diserang padasaat kami tertidur, bahkan sang elderpun, aku melihatnya dia tergeletak diatas salju putih yang dingin, wajahnya sudah membeku,
air mataku tak terbendung, menetes deras melihat semua teman temanku yang mungkin mencoba melindungiku. Zizi, Nahs, Siren, Kine, Crome, Madh, air mataku terus mengalir, apa yang harus aku lakukan, bahkan aku tak tahu siapa yang menyerang semalam, badan mereka sudah membeku, apa akan ada orang menolongku disini?
"Melia, bangun ayo kita harus segera pergi"
aku terbangun karena seseorang menggoyangkan badanku, "Siren" kataku didalamhati saat aku membuka mata dan melihat tepat didepan wajahnya.
"kamu kenapa? jangan buat kami khawatir lagi ya?" kine mengusap wajahku yang ternyata basah oleh airmata.
akhirnya aku sadar kalau tadi itu hanya mimpi, syukurlah karena itu hanya mimpi, tapi tadi itu terlalu nyata jika dikatakan mimpi, apa ini seperti pertanda,
"Melia, apapun yang kamu pikirkan jangan sampai menggagalkan ekspedisi ini, hari ini kita akan segera sampai, saat isana kita tidak memiliki waktu yang lama, dan akan segera kembali ketempat ini jika waktu sudah mulai petang," Nahs menjelaskan keresahannya.
aku mengerti dan segera bangkit dan segera berkumpul dengan yang lainnya yang sudah siap bersama sang elder,
"hari ini kita akan menambang, jadi aku ingin memastikan kalian semua mempersiapkan perlengkapan kalian, kita punya beberapa skenario kedatangan dan kepergiankita dari daratan putih, yang pertama kita akan masuk melalui celah gunung yang mengarah ke belakang the imposible karna dari sini sangat mudah untuk bisa sampai kesana,dan termasuk jalan yang aman untuk sampai kesana dengan cepat, dan tempat yang sangat straegis untuk memeriksa apakah daratan putih aman dari bangsalain, untuk kepergian dari sana, kita akan menggunakan jalur yang sama jika memungkinkan, dan ..." sang elder menjelaskan dengan sangat terperinci, tentang jalur mana saja yang harus digunakan dan yang paling mendebarkan adalah kalimat "apapun yang terjadi kita harus menjaga saudara sebangsa kita" kalimat itu seprtinya aku pernah mendengarnya.
perjalanan akhirnya di mulai dengan langkah pertama yang elder. Diperjalanan ini, semuanya terlihat sangat senang karena sedikit lagi sampai di tujuan, dan sekarang kita akan segera masuk kedalam celah gunung yang cukup dilewati oleh 1 orang saja, sisi kiri terdapat dinding batu yang mengerah langsung ke puncak, dan sebelah kanan ada dinding batu yang condong kearah gunung, konon pada zaman dahulu tempat ini adalah salah satu tempat pertarungan para dewa dan leluhur Hannu kekuatan mereka membelah gunung ingin menjadi seperti ini, dan dengan adanya celah inis angat menguntungkan bangsa hanu karena tak perlu mendaki keatas atau mengelilingi gunung untuk sampai ketujuan, namun kekurangan dari jalur ini adalah, udara sangat dingin ditambah dengan angin yang kadang tertiup kencang dari arah depat atau dari belakang kami, kami berjalan berbaris secara beriringan dan tidak bisa berhenti sama sekali, kecuali dari depan berhenti maka kita boleh berhenti.
"oke kita boleh duduk selagi tempa diperiksa oleh tim 1," kata Nahs.
kami duduk sembali meregangkan kaki yang terasa kaku, berbeda sekali dengan perjalanan di hari hari sebelum nya, disini kita hanya bisa selonjoran kaki kearah dinding kanan dan menyandar di dinding kiri,
__ADS_1
"Nahs, apa kita tidak bisa mendapatkan sihir apimu sekarang, aku kedinginan nih" rengek zizi
"kau lihat keatas sana,"Nahs menunjuk keatas celah,"jika aku mengeluarka sihir api ku disini kita semua aka terkurung disini , dan yang lebih parah jalur ini akan tertutup dan jadi tak bisa digunakan lagi" Nahs menunjuk keatas dimana ada es yang menyangga dinding sebelah kanan, dan jika Nahs mengeluarkan sihir api nya maka es itu akan meleleh dan meruntuhkan semuanya juga menutup jalur ini.
terlihat zizi mengerti dan mulai menggosok gosokan kedua telapak tanganya dan mencoba menghangatkan dirinya sendiri.
"Ayo kita sudah bisa berjalan lagi, didaratan putih tidak ada siapapun" Nahs berdiri mengajak yang lainnya. informasi hanya diterima oleh Nahs langsung dari sang Elder. ini dilakukan agar lebih mudah mengkoordinir anggota.
kami mulai mengekor lagi cukup jauh hingga akhirnya kita sampai dibelakang Ice cristal yang sangat besar, ini yang dinamakan the imposible, indah sekali dia memancarkan cahaya yang sangat sejuk, tanganku mengusap ice cristal mengiringi langkahku keluar dari celah yang dingin ini,
mataku terasa termanjakan dengan pemandangan yang baru saja aku lihat, daratan yang sangat putih terhampar sangat luas, dan dilangit terliaht seperti aurora yagn berbawarna hijau ke biruan, kami keluar tepat disamping the imposible, sebuah celah yang kecil, salju disini cukup tebal, bahkan melewati betisku, beberapa orang sudah berada di tempat yang cukup jauh utnuk mencari icecristal yang bisa dibawa, dan anehnya disini tidak terasa sedingin di dalam celah tadi, lebih hangat, kita bisa lebih lama disini,
"melia, sebelah sini ada banyak" Zizi berteriak sambil mengangkat sebongkah batu yagn berkitlauan, abtunya cukup besar mungkin sebesar kepalan tangan orang dewasa,
semua orang berkerja sangat keras menggali dan terus menggali salju dibawahnya, agar bisa mendapatkan ice cristal dengan ukuran yang besar, semakin banyak yang berukuran besar maka akan semangin untung,
degnan menggunakan ice cristal yang ukuran nya besar kita bisa meningkatkan keuatan dari barang barang sihir yang ktia gunakan, atau barang barang yang akan kita jual akan memiliki nilai harga yang lebih mahal, dan kalau hanya mendapat pasir dan juga batuan batuan kecil itu akan bsia diolah menjadi bahan bakar atau bahan pembuat obat obatan langka,
alasan lain dari tim ekspedisi ini terbagi jali 5 tim adalah agar dapat mempermudah tim mana yang memiliki tujuan pribadi, atau secara berkelompok, dna juga mana yang benar benar untusan dari pemerintahan, tim 1 adalah utusan dari guild untuk ikut ekspedisi, tim 2, 3 dan 4 itu adalah utusan dari akademi atau pemerintahan, sedangkan kelompok 5 itu dari perorangan biasanya mereka dalah para pengrajin atau para pemburu harta yang memiliki modal pas pasan,
semua hasil tambang ini akan di kumpulkan di satu tempat, dan akan di bagikan kepada semua tim ekspedisi, tapi tidak semua tim mendapatkan jumlah yang sama, semuanya diatur melalui penghitungan dari pemerintah, seperti utusan guild yangharus menyerahkan 20% hasil tambang ke pemerintah, sedangkan anggota perorangan seperti yang berada di tim 5 mereka harus menyerahkan sekitar 40% dari jumlah yang mereka dapatkan.
kami yang utusan dari pemerintahan hanya akan mendapatkan 5% yang di bagikan ke seluruh anggota dari total mendapatan kita, namun di balik 5% itu kita juga mendapatkan fame dan juga reputasi di kelas dan juga di pemerintah, ditambah kita akan menjadi prioritas utama yang akan di lindungi oleh tim 1 dan juga 5.
kami tim 3 terus menggali dan mengumpulkan ice cristal ini secepat dan sebanyak mungkin hingga tas ini penuh, jangan dikira kalau 5% itu sedikit ya, karena tas yagnkami gunakan adalah tas terbesar dan ini adalah tas yagn hanay bisa digunakan oleh utusan pemerintah, sedangkan perorangan atau utusan guild hanya akan mendapatkan tas ukuran medium sebagai tas terbesar mereka,
__ADS_1
akhirnya tas kami hampr penuh dan Nahs sudah memeberitahu kami utnuk segera membagikan pasir kedalam setiap tas agar bsia penuh dengan maksimal,
"zizi? apakau belum selesai?" tanyaku
"sedikit lagi selesai, aku hanya perlu mencari batu yagn cukup besar 1 lagi,"zizi terus menggalid an mencari batu aygn dia butuhkan.
"Sial!" Nahs menahan kesalnya "ada bangsa gigant kearah sini, dan mereka dalam jumlah yang banyak," Nahs menjelaskan serasa memanggil semua anggota tim nya untuk berkumpul.
aku kaget dengan apa yagn dikatakan oleh Nahs, karena ini pertama kali nya aku akan berada di tengah pertempuran yagn nyata, dan apakah aku akan bisa membantu mereka atau tidak, terli9aht semua anggota tim 3 segera menutup tas mereka dan menguncinya dengan rapat.
"masuk kerarea lereng hutan sebelah sana kita harus egera pergi" titah Nahs.
aku melihat tim 1 dan 5 sudah berada di jalur dimana gigant akan muncul, mereka akan mencoba menahan nya, selagi kita pergi ketempat yang aman, sang elder berada diatas sebuah bukit dengan pedang yagn sudah dia pegang dengan erat mengacung kearah musuh di kejauhan, tim 1 tiba tiba berlarian kearah bukit, mungkin itu sebuah perintah dari sang elder,
kami sudah berada di sebuah lembah yang di tumbuhi pohon pohon yang besar, tidak ada jalan sedikitpun, semuanya dipenuhi salju, ukuran dari pohon ini cukup besar karena aku sendiri tak mungkin bisa memeluknya, butuh sekitar 2 atau tiga orang agar bisa memeluk pohon ini, dengan salju yagn tebal ini akan sangat sulit bagi ku untuk berjalan,
"Etsah : Accel!" Nahs merapalkan mantra
badanku jadi lebih ringan dan aku lihat teman temanku juga bisa bergerak lebih cepat, Nahs menggunakan sihir percepatan utnuk bisa mempercepat gerakan tim, aku tak bisa utnuk hanya sekedar melihat kebelakang, aku terlalu takut kehilangan jejak teman teman ku,
Siuuuhhh,,, Zeeb
sebuah tombah yang sangat besar jatuh tepat 500 pt di depan ku, tombah itu sangat besar dan panjang, bayang kan saja tingginya melebihi tinggi ku, aku masih terus berlari tak berhenti dan menghindari tombak yang menancap itu,
bahkan dalah fikiranku aku ingin ini hanya mimpi belaka dan tak pernah menjadi nyata, namun sayangnya setiap aku berkedip aku hanya bisa melihaat pemandangan yagn sama, putih sejauh mata memandang dan pohon pohon besar ini menghiasi nya dengan sangat apik
__ADS_1