Heart And Love

Heart And Love
Cinta Romantis Sedih


__ADS_3

Senja yang setiap hari kita rindukan kini hanya bisa ku nikmati seorang diri. Dan sekarang senja ini hanya milikku saja, bukan miliki kita lagi.“Perasaan yang sangat hampa, dan hati yang terasa kosong” terdengar ucapan seseorang dari belakang dan aku mengenalnya.


“Ka aku” belum sempat ku selesai bicara, Kaka menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir ku.


“Karena ini senja hanya milikmu, jadi nikmati saja” ucap Kaka yang kemudian menemaniku duduk di bangku sebelah.


“Ka, apa kamu merindukan senja yang biasa kita nikmati bersama?” tanyaku tanpa menatap matanya sedikitpun.


“Tentu, jawabannya persis seperti pertanyaanmu”


“Ku kira kamu akan lupa dengan tempat ini” ucapku akan tetapi tak ada jawaban dari Kaka.

__ADS_1


“Senjamu sudah pergi, ayo kita pulang”. Kaka bangkit dari tempat duduknya dan membantu ku berdiri.


Hingga sampailah kami di ujung jalan sebelum akhirnya berpisah dan kita akan bertemu lagi nanti jam 7 malam. Aku merasa Kaka sedikit aneh, mungkin itu hanya karena dia capek baru pulang dari Malang. Hingga tanpa sengaja aku bertemu dengan Mayang sahabatku.


“Lis, apa kita jadi pergi ke rumah Kaka?” tanya Maria.


“Jadi Mar” Jawabku singkat.


“Ayo kita pergi bersama” ucap Maria.


“Lis, maaf” Ucap Maya yang seperti orang aneh bagiku.

__ADS_1


“Kenapa?” jawabku bingung.


“Aku Cuma bisa mengantarmu sampai sini, nanti kamu akan tahu sendiri”. Belum sempat aku jawab Maria sudah menghilang pergi.


Dengan perasaan yang aneh dan tak karuan aku pun melanjutkan perjalananku. Hingga sampailah aku di rumah Kaka yang kala itu begitu ramai dengan orang yang mengenakan pakaian serba hitam. Saat aku masuk, kulihat kedua orang tua Kaka menangis, mereka menghampiri ku, Bundanya memeluk ku sangat erat.


“Bunda, kenapa menangis?” aku bertanya dengan perasaan sangat bingung.


“Listi, Kaka dan Maria telah pergi” kata ayah Kaka yang kemudian menyuruh ku duduk untuk menunggu ambulance yang membawa jenazah Kaka.


“nggak ayah, ini nggak mungkin, baru saja aku bertemu mereka, mereka bilang baru pulang dari Malang” jawabku masih tidak percaya.

__ADS_1


“Mereka sudah pulang dari Malang sejak kemarin, dan tadi siang mereka pamit mau menemuimu, sampai saat sore hari ayah mendapat telepon dari rumah sakit yang menerima korban kecelakaan meninggal dunia. mereka adalah Kaka dan Maria” jelas ayah Kaka.


“Lalu siapa yang tadi mengantarku, menemani ku menikmati indahnya senja jika benar mereka sudah tiada ayah?’ seketika tubuhku lemas tak berdaya dan saat itu juga aku tidak sadarkan diri.


__ADS_2