![Hello, Mr. Antagonist! [Beomtae]](https://asset.asean.biz.id/hello--mr--antagonist---beomtae-.webp)
Pagi sudah kembali tiba namun tidak ada tanda-tanda ingin bangun dari Taehyun. Dirinya masih tertidur lelap di ranjang empuknya dengan selimut yang menutupinya.
Hari ini cafe tempatnya bekerja sedang diliburkan karena si pemilik sedang pergi ke luar kota sampai dua hari.
Sebenarnya cafe itu bisa saja di tanggung jawab kan kepada salah satu pegawai seperti Taehyun dan HueningKai tapi si pemilik tidak ingin jadi alhasil diliburkan hingga dia kembali.
Karena ini adalah hari liburnya Taehyun berniat untuk tidur hingga siang, juga karena semalaman ini dia tidur larut akibat memikirkan alur bukunya yang belum ada kepastian sudah muncul atau belum.
Ketukan- ah, tidak. Lebih tepatnya gedoran brutal dari pintu rumahnya terdengar membuat si empu pemilik rumah mau tak mau beranjak dari ranjang empuk tercinta untuk membuka pintu.
"Siapa? Eh, Yeonjun-Hyung? Ada apa kemari? " tanya Taehyun menatap pria cantik yang dikenali nya sebagai Lee Yeonjun si tokoh utama dalam novel.
Yeonjun balik menatap Taehyun yang berdiri dengan penampilan acak-acakan khas orang bangun tidur itu bingung.
"Kau baru bangun Taehyun? Tak biasanya kau bangun se siang ini" ucap Yeonjun, masuk kedalam rumah Taehyun setelah dipersilahkan oleh si empuk pemilik rumah.
"Hmm, ya. Malam tadi aku sulit untuk tidur jadi bangun agak siang, lagian hari ini cafe sedang libur" balas Taehyun, membawa dua cangkir teh untuknya dan Yeonjun.
Tak enak kan, jika seseorang datang berkunjung ke rumahmu namun tak diberi minum.
"Oh, begitu. Kalau kau ada masalah cerita saja padaku, mungkin bisa kubantu " kata Yeonjun yang hanya dibalas anggukan kecil oleh Taehyun.
Taehyun meneguk teh nya dan berkata dalam hatinya 'heh! Membantu? Kau tidak akan bisa Hyung, lagian mana mungkin aku bercerita tentang diriku yang masuk kedalam sebuah novel dengan kau sebagai tokoh utama. Itu hal yang tak masuk akal bisa-bisa aku dikira gila olehmu'
"Oh, ya Hyung. Bagaimana dengan toko bunga mu? Apakah berjalan lancar? " yah, seingatnya Yeonjun memang memiliki sebuah toko bunga peninggalan dari ibunya yang dijaga sampai saat ini.
"Yah, seperti biasanya. Para pembeli juga lumayan banyak namun Taehyun baru-baru ini ada seorang pembeli aneh yang datang. Dia memang memesan seperti pembeli biasa tapi selalu menatap ku dengan tatapan aneh"
Ucapan pria cantik itu membuat Taehyun mengangkat alisnya sebelah bingung, pembeli aneh? Ada dua kemungkinan nya. Yang pertama adalah si protagonis utama dan yang kedua adalah si antagonis.
"Benarkah? Seperti apa ciri-ciri nya? "
Yeonjun menutup matanya mengingat-ingat kembali ciri-ciri dari pembeli baru yang bertingkah aneh itu.
"Kalau tidak salah dirinya itu berwajah tampan, lebih tinggi dariku, rambutnya berwarna coklat kemerahan dan juga sepertinya seorang CEO perusahaan besar. Karena dia selalu datang dengan menggunakan mobil mewah dan mengenakan kemeja kantor mahal" kata si cantik menjelaskan ciri-ciri pembeli aneh itu.
Taehyun membulatkan mulutnya mendengarnya, ternyata benar dugaannya kedua tokoh utama sudah saling bertemu. Yang artinya Yeonjun sang tokoh utama akan bertemu dengan tokoh antagonis nya dalam waktu dekat.
__ADS_1
Tokoh antagonis ya? Taehyun sebenarnya sangat menyukai tokoh antagonis dalam bukunya, karena menurutnya tokoh antagonis itu adalah seorang tokoh yang membuat alur cerita semakin menarik.
Terlebih lagi dalam buku yang dimasukinya ini, dari seluruh tokoh-tokoh lainnya yang paling dia favorit kan selain Park Taehyun adalah si antagonis bernama Yoon Beomgyu.
Selain membuat cerita menjadi menarik si antagonis bermarga Yoon itu juga keren menurutnya meski dia telah membuat tokoh favorit pertamanya yaitu Park Taehyun mati.
Itu membuatnya sedikit kesal, tapi tidak apa karena dia sudah masuk dalam buku dan menjadi Park Taehyun maka ia akan menghindari kematiannya sendiri.
Oh, omong-omong soal antagonis. Setelah keluar dari penjaranya, Beomgyu pernah sekali berpapasan dengan Yeonjun di tempat pemakaman saat si pria cantik itu sedang mengunjungi makam Taehyun. Entah apa yang dilakukan si antagonis Yoon itu disana tapi setelahnya dia menghilang seperti HueningKai dan tak ada penjelasan lagi hingga buku berakhir.
Ah, sudahlah jangan pikirkan itu dulu Taehyun. Sekarang kita harus fokus dengan apa yang ada di depannya sekarang.
"Selagi dia tak melakukan hal jahat padamu, biarkan saja Hyung. Btw, ada apakah gerangan dirimu kemari? Tumben sekali. Tidak mungkin hanya berkunjung biasa kan? Pasti ada maksud tertentu" Taehyun meski hanya membaca dari luar buku dia sangat hapal dengan sifat para tokoh didalamnya.
Hal itu berkat kekuatan daya ingatnya yang baik, setiap dia membaca buku maka secara otomatis akan menghapal sifat dan kebiasaan para tokoh didalamnya. Itu adalah hal istimewa yang dimilikinya.
Yeonjun yang merasa seperti dipergoki hanya cengengesan tak jelas.
"Yaa, ketahuan ya. Hehehe... Sebenarnya ya, aku ingin meminta tolong padamu untuk menjaga-" sebelum Yeonjun menyelesaikan kalimatnya Taehyun yang mengerti akan maksud kedatangannya segera memotong.
"Tidak! "
Taehyun hanya diam seperti batu, dia tak merespon apapun melihat wajah Yeonjun itu. Bahkan ekspresi nya saja datar seperti batu.
Sebuah ide melintas diotak pintar Yeonjun.
"Akan kubelikan cheese Tteokbokki! "
.
.
.
.
.
__ADS_1
Taehyun bersiul menyirami pot tanaman yang ada, saat ini dia berada di toko bunga milik Yeonjun.
Setelah drama bujukan yang pendek dirinya akhirnya luluh dengan kata traktiran cheese Tteokbokki. Kelemahannya itu memang berada pada makanan dan perut. Apalagi jika berhubungan dengan salah satu makanan favorit nya itu.
Sudah dipastikan bujukan yang dilakukan akan berhasil, kecuali jika hal yang dibujuk adalah hal besar. Maka dirinya akan berpikir ulang.
Omong-omong, kalian pasti bingung kenapa Yeonjun tau kelemahannya. Padahal kan sudah beda jiwa. Yaa, sebenarnya selera Park Taehyun dalam buku dengannya itu tidak beda jauh apalagi soal makanan. Mereka bisa dibilang sangat cocok.
"Permisi"
"Ya? " Taehyun meletakkan penyiram tanamannya lalu berbalik menghadap belakang, menemukan seorang pria berambut agak panjang mengenakan pakaian hitam tertutup dan masker.
"Saya ingin membeli satu buket bunga, tolong isikan bunga tulip putih" ucapnya, diangguki oleh Taehyun.
"Tolong tunggu sebentar" Taehyun meninggalkan nya dan segera menyiapkan apa yang dipesan. Sementara pria itu melihat-lihat bunga.
Tanpa diketahui oleh Taehyun pria ber masker itu sesekali mencuri curi pandangannya ke wajah manis itu. "Manis" gumamnya kecil tanpa sadar.
"Ah, ini. Totalnya *** won" ucap Taehyun memberikan buket ditangannya.
Pria itu mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar dari sana dan menyerahkan nya pada Taehyun.
"Terimakasih, datang lagi ya" pria itu mengangguk lalu berlari pergi dengan cepat seakan takut ada yang melihatnya.
Taehyun menatap pria yang mulai menghilang dari pandangannya itu. Dirinya merasa seperti kenal dengannya, 'apakah dia salah satu karakter dalam buku? ' pikirnya.
Satu orang tiba-tiba muncul dipikirannya, dia menggeleng kan kepala menghilangkan pemikiran itu. Dan kembali menyirami tanaman sambil menunggu pelanggan lain datang.
"Yah, tidak mungkin itu dia. Yang seharusnya bertemu dengannya adalah Yeonjun bukan aku, jadi pasti hanya mirip. Ya, mirip dengan si Tuan antagonis. Yoon Beomgyu"
Lee Yeonjun
Yoon Beomgyu
__ADS_1
Note: Cast akan bertambah seiring dengan waktu.
Tbc.