Help Me, Mr. Ceo

Help Me, Mr. Ceo
bab 21


__ADS_3

Kaila pun membuka matanya. Dan saat itu juga dia bisa melihat samar-samar wajah kakek dan neneknya.


“ya tuan!! Sayang! Lihat lah cucu ku akhirnya membuka matanya!” Teriak sang nenek histeris.


“Kaila sayang!” sang nenek pun langsung memeluk Kaila.


Kaila yang baru sadar persis seperti orang bingung. Dia mengenali semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya saja ada sebuah perasaan aneh yang menghinggapi perasaannya.


Sekelebat -sekelabat memori yang tidak dia kenal muncul di dalam ingatannya membuat kepala Kaila terasa sakit.


“Kepala ku!” Seru Kaila membuat kakek dan nenek serta orang-orang yang ada di dalam kamar Kaila panik.


Mereka pun segera memanggil dokter yang baru saja keluar dari ruang kamar Kaila.

__ADS_1


“Cepat panggilkan dokter!” Seru kakek kaila pada sang paman yang juga berada di kamar itu bersama Nania dan ibu nya Nania.


“Apa dia beneran sadar?” Ketus Nania dalam hati.


Nania yang penasaran dengan kondisi sepupunya itu bela-belain untuk tetap berada di kamar itu nungguin perkembangan kesadaran Kaila.


“Semoga setelah koma sekian lama dia menjadi wanita idiot!” Doa Nania dalam hati. Dia akan kesal kalau sampai Nania kembali sadar dan kondisi nya kembali seperti semula.


“Mohon semua nya keluar dulu dari kamar ini.” Dokter yang memeriksa Nania mengusir secara harus semua orang yang ada di dalam kamar itu.


Dokter pun memulai pemeriksaannya terhadap Kaila.


Meskipun ini adalah kasus langka, seorang pasien yang hampir saja di nyatakan mati kembali hidup setelah sambaran petir pada alat-alat yang terpasang di tubuh Kaila, tapi para dokter tetap sangat bersyukur Kaila tetap hidup bahkan bangun dari tidur panjangnya.

__ADS_1


“Aku masih ingat peristiwa semalam dok.” Ujar salah seorang perawat yang kebetulan sedang lewat di depan di kamar Kaila, tiba-tiba mendengar suara seorang wanita yang menjerit-jerit kesakitan dari dalam kamar Kaila.


Karena takut terjadi sesuatu yang dapat membahayakan nyawa Kaila saat itu maka sang perawat pun memberanikan diri mengecek ke dalam kamar Kaila.


Dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat semua alat media yang membantu Kaila untuk tetap hidup sampai saat ini mengeluarkan percikan api.


Perawat itu segera menelpon rekan-rekan medis nya yang lain untuk datang membantu.


Dengan hati -hati para petugas media itu pun menarik paksa semua alat bantu kehidupan Kaila. Dan saat itu juga tubuh Kaila terhempas dan kaku bagai kan tidak bernyawa.


Para dokter dan perawat langsung panik saat pasie VVIP yang hampir setahun ini mereka obati dan rawat sudah tidak lagi bernafas. – apa mungkin karena alat bantu kehidupannya di cabut maka nya Kaila berhenti bernafas.


Para dokter dan perawat pun saling pandang. Mereka tahu apa yang akan menimpa mereka kalau sampai pasien VVIP ini meninggal.

__ADS_1


Tapi syukurnya hal itu tidak benar-benar terjadi sebab sejurus kemudian Jari-jari Kaila bergerak disusul oleh bola matanya yang juga bergerak di balik kelopak mata nya yang terpejam.


Dari situ lah para dokter dan perawat mendapat semangat hidup mereka kembali. Mereka segera memindahkan Kaila di ruangan lainnya yang masih berada di dalam mansion kaila.


__ADS_2