Horror

Horror
KEBUN PART 3


__ADS_3

KEBUN PART 3


" Hosh hosh hosh " Nafas ku berseru kencang kulirik kesana kemari berharap Linda masih berada di sana.


"Ahh linda syukur lah hahhh..." Aku pun menghela nafas lega kulihat Linda dan nenek itu sedang mengobrol bersama.


Tapi aku heran pak Samat..em..dia kelihatan pucat dan terkejut, aku memberanikan diri untuk bertanya pada nya ada apa..


"Pak?? Ada apa kok bapak pucat? Bapak sakit?" Tanya ku ke pak Samat


"Pak? Pak?" Panggil ku karena ku lihat pak Samat bengong


"PAK!" Panggil ku keras sampai sampai Linda dan nenek itu kaget dan menoleh ke arahku. Linda melotot ke arah ku terlihat jelas dia ingin sekali marah, tapi sepertinya tidak jadi. Dia seperti sedang melihat dan bertanya. "Ada apa?" "Dan situasi macam apa ini". Melalui mata.


Pak Samat yang kaget pun tersadar dan menoleh ke arah ku, kembali ku tanya kan kepadanya dengan baik.


"Ee...ehh iii-iya neng a-ada apa ya?" Tanya pak Samat gugup


"Duh, pak samat bapak kenapa? Apa ada masalah?? Saya memanggil bapak dari tadi tapi bapak sepertinya melamun?" Tanya ku


"Ahh..i-itu neng.. te-temen anda..em..anuu" pak Samat terbata bata dia bingung ingin bagaimana menjelaskannya.


Linda yang mendengar itu kaget, dia langsung menyerocos pertanyakan ke pak Samat


"Saya?? Saya kenapa pak? Apa ada masalah sama saya? Tapi kita baru bertemu loh? Dan bapak siapa ya??" Tanya Linda bertubi tubi


"Ee..Bu..bukan be..begitu neng anu... Itu di samping neng ada tengkorak" ucap pak Samat sambil gemeteran .


"HAH!? TENGKORAK?! mana pak?? Ini di samping saya cuma ada nenek loh yg lain nya masih di bungkus kain putih bapak jangan mengada Ngada ya pak." Ujar Linda

__ADS_1


"Ne..nenek??" Batah pak Samat


"Iya lah nenek bapak ga liat?" Tanya Linda


"Ma-maaf neng kalau bapak lancang ta-tapi di samping neng beneran ga ada nenek nenek sama sekali dan yang-yang ada cuma te..Ng..teng korak neng!" Ucap pak Samat yang membuat ku dan Linda terkejut


"Hi..hi..hiihihihiii sudah ketahuan ya cu?" Ujar nenek itu tiba tiba dan menampakkan wujud aslinya yang sebenarnya.


Nenek itu berambut putih dengan gulungan kain putih berisi bayi berlumuran darah di tangannya.


Wajah nenek itu tidak berdarah atau berbelatung atau apa lah tapi--- wajahnya.. mengering seperti tengkorak. Badannya kurus kering di penuhi tanah dan cacing.


Aku dan Linda yang melihat itu pun terkejut sampai tak sadarkan diri.


Keesokan harinya..


Kami bangun tapi masih sedikit pusing dan takut .


"Neng.. bapak mau cerita.." ujar pak Samat


"Neng neng ini baru datang dari jauh kan? Bapak sampe kaget loh, karena neng ga bilang kalau bakal datang kesini. Padahal rumah nya masih berantakan, bapak masih santai santai." Ucap pak Samat tak enak hati


"Kalian sampai sini malah Nerima kejadian kayak begini, bapak minta maaf ya." Ujar pak Samat


"Gapapa pak..i-ini salah kami juga harusnya kami yang minta maaf." Ucapku


"Ahh..jangan begitu neng jadi bapak yang ga enak.." ucap pak Samat


"O-ohh g-agapapa pak..ta-tadi bapak mau cerita apa?" Tanyaku gugup aku masih gemeteran aku jadi parno karena kejadian semalam yang terjadi secara tiba tiba.

__ADS_1


"Begini neng.. dulu saya dan nenek saya tinggal di rumah ini di rumah orang tua neng. Tapi satu tahun kemudian ibu dan bapak memutuskan untuk pergi mengurus kelahiran mu. Jadi mereka pindah sementara dan menitipkan rumah ini kepada saya dan ibu saya. Berselang beberapa tahun kemudian neng dan orang tua berkunjung lagi ke sini tapi ibu sudah...tidak ada. Saat itu neng gak tau sama sekali." Ujar pak Samat


"Ohh jadi dulu pak Samat ga sendirian dong?? Tapi dulu pas saya tanya pak Samat tinggal sendiri ya? Gitu pak samat jawab iya bapak tinggal sendiri. Wah selama itu tinggal sendiri tapi bapak gak takut ya! Trs bapak jawab lagi haha iya neng tinggal sendiri itu seru." Ujar ku


"Kenapa bapak merahasiakan itu pak?" Tanyaku bingung


"Emm.. gini bapak mau ngelupain semuanya. Waktu itu ibu baru meninggal jadi.." ucap pak Samat kepotong


"Ahhh oke pak saya ngerti gosah di lanjutin" ucapku


"Jadi..teror semalam ada hubungannya sama ibunya pak Samat?" Tanya Linda kepo


"Biar bapak lanjut.. nahh setelah itu Vera dan orang tuanya pulang lagi ke rumah, bapak tinggal sendiri jujur saja bapak kesepian. Tapi melihat kamu yang masih kecil tentu bapak harus bahagia bukan? Untuk teror yang semalam sepertinya berkaitan dengan kematian ibu."


HAI HAII GUYSS INI NIHHH GUEH UPP KALIAN JANGAN LUFAA BACA YAHHHHHHHHHHHH


AKU BAWA CERITA TAMAN PART 3 LOHHHH


POKOKNYA HARUS BACA HARUSS AHAHAHA BERCANDA KOK..


TIDAK ADA PWMAKSAAN YAAA...


BACANYA JUGA FREE KOK JADI KALIAN HARUS BACA DEHH SERU INI SERUU TENANGG AHAHAH


OKE DEH CERITANYA SAMPE SINI DULU YAA


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT YAHH..


BYE BYEE

__ADS_1


THANK YOU SEMUAAA MUACH😚


__ADS_2