HOTEL STAR 666

HOTEL STAR 666
Lahirnya anak pertama


__ADS_3

2 kemudian.


Hari ini baskoro masuk kerja shift malam jam 10, seperti biasa jika shift malam hanya sedikit yang bertugas bekerja di hotel star 666 masing-masing depanterment satu orang untuk mewakili bekerja.


Saat ini jam menunjukan 3:20 pm sore baskoro baru saja menyelesaikan kewajibanya sebagai seorang muslim, lalu dia beranjak keluar dari mesnya untuk duduk dan menikmati kopi sambil merokok.


Dia duduk termenung meratapi kesendirianya, hatinya yang gundah karena kerinduan kepada keluarganya, meskipun hpnya sekarang ada genggamanya dan beberapa kali dia menelfon istrinya namun baginya tidak cukup untuk mengobati rasa rindu, karena dia ingin secara langsung ada di sisi keluarganya.


Dan baskoro pun masih duduk santai, sambil mengingat saat-saat yang indah bersama istrinya lalu dia di kagetkan bunyi suara nada dering yang keras dari hpnya yang terlihat photo profil di hpnya sang istri baskoro segera mengangkat panggilan video call dari istrinya.


"Halo asalamualaikum iya din, eh mom..kenapa mom?"ucap baskoro mengira itu adalah dinda tapi ternyata mertuanya yaitu momi renata.


"Iniloh istri kamu mau melahirkan, sekarang aku dan papi anton ada di rumah sakit, dinda sekarang udah di bawah masuk ke tempat kusus melahirkan"ucap momi renata yang meneteskan air matanya karena kawatir dan terharu anaknya akan melahirkan.


"Bu boleh ngga ibu masuk ke kamar melahirkan biar baskoro temanin dinda saat melahirkan walaupun lewat video call"ucap baskoro panik berbicara mondar-mandir.


"Iyah ibu ngomong le dokter dulu yah "ucap momi renata berjalan dengan cepat di temani pak anton suaminya, lalu kemudian momi renata dan pak anton memohon kepada dokter agar momi renata masuk le ruangan itu untuk menemani di dalam kamar itu dan agar baskoro bisa juga melihat istrinya melahirkan lewat video call.


Lalu papi anton berhasil memohon meminta ijin agar momi renata masuk ke kamar itu, lalu momi renata segera masuk ke kamar kusus melahirkan dan berada di samping dinda, dan momi renata mengarahkan hpnya ke dinda.


"Din ini baskoro "ucap momi renata dan dinda pun melihat baskoro melalui video call.


"Sayang yang kuat yahh "ucap baskoro meneteskan air mata yang mengkawatirkan istrinya lalu dinda menganggukan kepalanya menahan rasa sakitnya dan meneteskan air mata.


Momi renata di samping dinda menemaninya sambil memegang hpnya di arahkan ke dinda agar baskoro bisa melihatnya sampai proses melahirkanya selesai.


Di dalam kamar kusus melahirkan ada beberpa perawat dan satu dokter untuk menangani proses melahirkan anak pertama baskoro dan dinda.


Setelah beberapa saat kemudian dinda sudah berjuang keras dan akhirnya sang buah hati berjenis kelamin perempuan yang sangat cantik lahir ke dunia dengan tangisan pertamanya, dinda pun bernafas dengan lega dan sangat bahagia telah lahirnya anak perempuan pertama, baskoro dan momi renata pun tersenyum sambil meneteskan air mata kebahagiaan.


"Alhamdulillah akhirnya"ucap momi renata expresi bahagia.


"Alhamdulillah akhirnya anak pertama kita lahir sayang akhirnya aku jadi ayah"ucap baskoro bernapas lega dan tersenyum lebar bahagia, dinda pun tersenyum yang keadaanyaasih lemas.


"Selamat ya bu anak ibu perempuan "ucap salah satu dokter kandungan tersenyum.

__ADS_1


Lalu momi renata melihatkan cucunya ke baskoro lewat video call.


"Masya Allah cantiknya putriku, kayak momi nya cantik"ucap baskoro tersenyum bahagia meneteskan air matatanya.


"Iya dong siapa dulu momnya "ucap dinda tersenyum.


Kemudian baskoro sempatkan sebentar untuk mengaadzani putri pertamanya setelah itu baskoro memberikan nama untuk anaknya.


"Gimana kalo sekarang aku kasih nama dulu sayang?"ucap baskoro berbicara pada dinda.


"Iya tapi yang bagus"ucap dinda yang pelan karena masih lemas.


"Gendis clara putri"ucap baskoro.


"Heheem bagus juga, iya udah itu aja namanya "ucap dinda tersenyum.


"Ya udah kamu istirahat dulu yah"ucap baskoro.


"Iya sayang i love you"ucap dinda.


"Asalamualaikum "ucap baskoro.


"Waalaikumsalam"ucap dinda.


Setelah bayi lahir salah satu dokter keluar dari kamar itu dan memberitahu pak anton yang sejak tadi menunggu dengan sangat cemas.


"Selamat ya pak atas kelahiran cucu pertama bapak"ucap dokter tersenyum.


"Alhamdulillah keadaan anak dan cucu saya gimana dok?"ucap papi anton cemas.


"Ibu dan bayinya tidak apa, semuanya berjalan lancar dan jenis kelaminya perempuan"ucap pak dokter.


"Sekarang boleh saya masuk pak saya ingin melihat cucu saya"ucap papi anton.


"Silakan pak "ucap dokter.

__ADS_1


Kemudian pak anton segera masuk ke kemar itu, dengan penuh haru dan mata berkaca-kaca lalu dia segera menggendong cucu pertamanya.


"Masya Allah cantiknya cucuku"ucap papi anton sambil melihat wajah cantik cucunya dengan mata berkaca-kaca.


"Iya dong pah kaya dinda cantik"ucap dinda.


"Siapa bilang, ini mah lebih mirip ibu kamu hehhe"ucap papi anton.


"Ih papi gombal aja udah tua hehem"ucap momi renata.


"Lah emang iya mirip kamu cantiknya, udah ada ide nama belum?"ucap papi anton.


"Namnya gendis clara putri, baskoro tadi yang namain pih"ucap dinda.


"Wah papih telat nih padahal mau aku kasih nama, tapi nggak apa ini juga bagus, eh udah di adzanin belum?"ucap papi anton.


"Udah tadi pih, sama baskoro "ucap momi renata.


"Oh ya udah ntar kita siapin buat skukuran cucu pertama kita "ucap papi anton.


Mereka semua yang ada di kamar terlihat sangat bahagia atas kelahiran keluarga baru baskoro hari ini terlihat sangat senang, dan dinda menghubungi keluarga baskoro yaitu bu leni dan sarla agar mereka dapat melihat keluarga barunya.


Sambil duduk di depan mesnya baskoro memikirkan dan merasakan,rasanya ingin segera pulang dari pulau itu, namun dia terpaksa harus tetap ada di pulau star banting tulang mencari nafkah untuk menafkahi kekuarganya.


Beberapa saat kemudian seorang pria paruh baya berpakaian rapi jaz berdasi hitam,sepatu hitam dan berkaca mata hitam, dan memegang tongkat yang tak lain itu adalah mbah kiro lalu dia datang menghampiri baskoro dan berkata dingin baskoro pun terdiam kaku matanya menatap tajam karena aura dari mbah kiro yang tampak seram.


"Yang azan siapa tadi"ucap mbah kiro dengan wajah datar dan dingin.


"Saya pak, maaf bapak pemilik hotel ini yah"ucap baskoro tau bahwa itu mbah kiro dan pertama kalinya melihatnya.


"Benar saya pemilik hotel ini, kamu belum jawab pertanyaan saya?"ucap mbah kiro.


"Oh saya pak"ucap baskoro dengan sopan namun kaku karena merasa merendah diri bertemu sang pemilik hotel.


Kemudian mbah kiro meninggalkan baskoro tanpa ucapan permisi dan baskoro juga mulai masuk ke mesnya setelah hendak mau masuk ke kamar baskoro menatap kembali ke arah mbah kiro melangkah, namun baskoro kaget karena mbah kiro sudah tidak ada di tempat itu, baskoro pun heran dan merasa aneh.

__ADS_1


__ADS_2