
"hah, hah, hah. Tempat apa ini? Kenapa aku merasa lelah dan gak nyaman?"
Kagura heran karena lelah. Tapi saat ia berjalan tak tahu entah mau kemana, ia melihat wanita muda sedang duduk sambil bernyanyi dengan merdu.
" siapa wanita itu? Dia sangat menawan, apa aku menemuinya atau tidak? "
Lalu gadis cantik tersebut berhenti bernyanyi dan memalingkan wajahnya ke Kagura.
" dia melihatku "
Lalu gadis itu berdiri dan menemui Kagura.
" hei... Apa kau wanita yang bernama Kagura?"
"y... ya, darimana kau mengetahui namaku? "
" aku ini wanita yang sedang masuk ke mimpimu. Tentu saja aku mengetahui namamu. Oh ya, perkenalkan aku Lucy"
"Lucy? Nama yang bagus "
" terimakasih "
" ngomong ngomong, kau kenapa masuk ke dalam mimpiku. Dan aku sekarang merasa lelah dari tadi aku berlari ingin menemui jalan keluar, tapi aku terus berbalik kesini, sepertinya aku tersesat "
" ya, disini tidak ada jalan keluar "
" apa?! "
__ADS_1
" jangan terkejut, ini hanyalah mimpi "
" ah, iya ya, ini hanya mimpi "
" Kagura "
" ya? "
" bisakah aku berbicara padamu? "
" tentu saja boleh! Masa tidak boleh "
" iya. Apa kau sudah melihat laki-laki yang menyuruh pengawalnya mengejarmu? "
" ya! Memangnya kenapa? Apa kau mengenal laki-laki itu? "
" apa?! "
" ya, aku ini sudah tidak ada lagi atau aku sudah meninggal "
" astaga! Kenapa aku jadi merinding begini? "
" hahaha, kau memang lucu. Walaupun aku ini hantu, tapi aku tidak akan membunuhmu. Aku meninggal dibunuh oleh Fumito "
" Fumito?! "
" ya, sebenarnya mulai dari dulu kami sangat membenci Fumito "
__ADS_1
" kenapa? "
" dulu, dia adalah orang yang sangat baik kepada kami. Bisa disebut teman sejati. Aku, kakakku, dan Fumito. Kami selalu bersama sama. Tapi keesokan harinya, Fumito bertemu dengan seorang gadis yang bernama Saiko. Saiko ini ternyata mencintai Fumito. Dan Fumito juga menyukai Saiko. Kami tidak tahu kalau Saiko ternyata mempunyai rencana jahat pada kami. Saiko mengatakan kepada Fumito, kalau aku, dan kakakku sebenarnya memanfaatkan, untuk menghilangkan rasa kesepian. Dan Fumito langsung percaya kepadanya. Lalu, aku tak menyangka, Fumito membunuh keluargaku, ayah, ibuku meninggal. Dan yang tinggal di situ hanya aku dan kakakku. Tiba-tiba ada pisau yang panjang menancap ke mataku, perut, dada, dan mulut. Pisau itu sangatlah banyak menancap pada diriku. Saat itu aku sudah tak berdaya lagi dan mengatakan pesan terakhir, saat kakakku mencabut pisau tersebut satu per satu dengan perlahan. Aku mengatakan, kalau aku sudah tidak ada lagi, kamu harus kehilangan. Tapi aku percaya tanpa kami semua, kau bisa berusaha. Itulah kata kata terakhirku padanya. Memang sangat susah berpisah dengan orang yang kita sayang. Maka dari itu kakakku sangat membenci Fumito dan Saiko "
" maaf, aku tidak tahu tentang hal ini"
"tidak apa-apa lagian kamu kan baru dengar. Dan makasih ya, udah mau dengerin aku"
"iya gak apa apa "
" Kagura, ada yang ingin aku sampaikan padamu"
"apa itu"
"kalau kamu sudah bangun, jangan lupa ini, jika kau bertemu dengan Fumito dan Saiko berikanlah kalung ini pada mereka "
" untuk apa aku memberikan kalung ini pada mereka? "
" pokoknya kamu harus memberikannya pada mereka. Nanti kamu akan tahu nantinya apa yang akan terjadi "
" ya"
"kalau begitu,kita sudahi pembicaraan ini. Sekali lagi makasih ya udah mau dengerin aku"
"iya sama-sama "
" kalau gitu, sampai jumpa Kagura "
__ADS_1
" sampai jumpa Lucy"