
Aneta Magnolia atau biasa dia disapa Anet adalah seorang gadis cantik asal Filipina Indonesia, Ayahnya adalah asli Filipina yang berasal dari satu kota bernama Quezon, sementara Ibu Anet adalah wanita asli Minahasa, salah satu suku yang berasal dari Sulawesi Utara, Indonesia.
Perpaduan Filipina dan Manado dalam wajah dan gen Anet berhasil membuat wajah Aneta terlihat sangat cantik, dengan mata yang indah, rambut hitam juga kulit yang putih.
Aneta memilih tinggal di Filipina tepatnya di kota Manila, karena sang Ayah dan Ibunya bekerja di sana dan menetap di kota Manila.
Anet kecil tumbuh di keluarga yang sangat sederhana, namun keharmonisan keluarga besarnya berhasil membuat Anet menjadi gadis yang baik dan ramah.
Sekalipun Aneta anak tunggal, namun Aneta bukan tipe anak yang manja dan selalu berharap bantuan kedua orangtuanya, justru Anet tumbuh menjadi gadis yang mandiri dan rajin.
Aneta adalah kebanggaan bagi Papa Alfonso dan Mama Merry.
Didikan agama yang kuat membuat Aneta tumbuh menjadi gadis baik baik yang selalu memperhatikan norma agama yang ada bahkan dalam pergaulannya.
"Selamat pagi Mama Papa" Sapa Aneta kepada kedua orangtuanya.
__ADS_1
Satu kebiasaan yang selalu di jaga keluarga ini, bahwa sesibuk apapun dan sesusah apapun keadaan mereka, mereka harus tetap saling menyapa, makan pagi bersama, dan saling bercerita satu sama lain tentang masalah yang ada.
Seperti pagi ini, biasanya sebelum berangkat bekerja, Aneta akan menyempatkan diri untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Pagi cantiknya Mama" Ucap Mama Merry sambil mencium wajah anak satu satunya itu.
Sementara Papa Alfonso hanya tersenyum melihat pemandangan indah di hadapannya itu, pemandangan yang selalu diharapkannya bisa dia lihat setiap hari.
"Cuma Mama aja nih yang di cium, Papa enggak?" Gerutu Papa Alfonso menggoda anak dan istrinya itu. Sontak saja membuat Mama dan Anet tersenyum melihat tingkah Alfonso.
Anet pun menghampiri Papanya dan mencium wajah Papa kesayangannya itu.
"Sudah, cepat makan dulu sayang, nanti kamu bisa terlambat kerjanya" Perintah Mama Merry mengingatkan anak gadisnya itu. Anet pun kembali duduk di bangkunya dan menikmati Tapsilog atau sarapan pagi khas Filipina yang terdiri dari garlic rice atau nasi goreng bawang putih tanpa kecap di tambah telur mata sapi, beberapa irisan daging atau bisa di ganti dengan sosis.
"Hhmm.. enak Mah!" Ucap Anet sambil terus menyantap makanannya itu.
"Sayang, jangan bicara kalau makan.. cepat habiskan" Dengan bijaksana Mama Merry mengingatkan Anet.
"Hehe.. iya Mam" balas Anet. Anet pun mendengarkan perkataan Ibunya.
__ADS_1
"Kamu kapan nih nikahnya? Papa kan udah gatel pengen gendong cucu," ujar sang Ayah, perkataan sang Ayah sontak membuat Anet yang masih mengunyah makanannya itu pun menjadi tersedak.
Uhuk!
"Pelan pelan makannya sayang!" Mama Merry dengan cekatan langsung mengelus punggung sang anak dan menepuk nepuknya, Anet pun langsung meminum minuman yang ada di gelasnya sampai tandas.
Mama Merry berusaha menanyakan kondisi anaknya lagi, "Apa kamu udah gak apa apa sekarang?" tanyanya cemas.
"Anet gak apa apa Ma" balasnya. Tatapan tajam Anet berikan kepada sang Papa yang tega teganya menanyakan hal yang sangat penting pada saat yang tidak tepat. "Papa nih, ngapain sih ngomong begitu" gerutu Anet sebal.
Hahaha
Tawa sang Papa jelas semakin membuatnya kesal.
"Baru juga ditanya begitu udah kaget!" sindir sang Ayah.
"Papa menyebalkan!" gumam Anet.
~~
__ADS_1