
"Hmm.. aku juga masih belum tahu Jes, karena uang tabunganku sudah berkurang kemarin sudah membeli beberapa DVD film Daniel dan belum lagi pasti harga tiket Fan Meeting nanti akan sangat mahal, karena FanMeet kali ini itu cukup ekslusif hanya untuk 100 orang saja" Dengan sendu Aneta mengeluarkan isi hatinya pada sang sahabat.
"Daniel .... oh Daniel .... aku ingin sekali bertemu langsung denganmu."
**
Atas tekad juga usaha yang dilakukan Anet serta bantuan tambahan dari kedua orangtuanya, Anet akhirnya berhasil membeli tiket untuk fanmeeting Daniel Sanderson.
Kicauan burung burung dan terpaan sinar mentari pagi menerobos masuk melalui sela-sela jendela kamar Anet, alarm ponsel Anet seakan sebagai satu penanda bagi Anet segera bangun. Anet pun mulai terbangun dari mimpi tidurnya semalam.
Kedua tangan kecilnya berusaha membuka matanya yang seakan masih ingin bersahabat dengan guling juga bantal serta empuknya kasur yang menemani.
"Ah, ngantuk sekali," gumamnya kembali, namun suara alarm di ponselnya kembali menyadarkan Aneta bahwa dia harus segera bangun.
"Ahh, berisik banget sih nih!" dengan setengah menggerutu Anet pun mencari cari ponselnya, maksud hati Anet untuk mematikan suara alarm yang begitu memekakkan telinganya namun saat Anet melihat pemberitahuan yang tertera di ponselnya bahwa ini adalah hari sabtu, matanya seketika membelalak sempurna.
"Astaga! Ini kan hari sabtu, artinya hari ini aku akan bertemu Daniel!" ucapnya datar. "Tunggu! Ketemu Daniel?, iyah ketemu Daniel Sanderson. Apa??" Aneta pun akhirnya tersadar dan berlonjak kegirangan.
"Horee ketemu Daniel, lalala yeyeye lalalala yeyeyeye, Daniel i'm coming to you," pekik Anet terus berteriak kegirangan.
Mama Merry yang tidak sengaja lewat di depan kamar Anet pun terheran mendengar suara teriakan dari dalam kamar anaknya, "Astaga, tuh anak kenapa sih pagi pagi udah berisik begitu" Merry yang penasaran pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar Anet.
Sambil berlompat lompat di atas tempat tidurnya, Anet meluapkan emosinya kegembiraannya, "Cause i can't help, falling in love with you" Anet pun bernyanyi sambil sesekali mencium deretan poster Daniel yang memenuhi dinding kamarnya.
"Aneta!"
Satu suara melengking khas dari Mama Merry menghentikan aktifitas Anet.
"Oopps!"
"Eh! Mama." Anet yang ketahuan oleh Mama Merry pun hanya bisa tersenyum menahan malunya dan segera kembali duduk.
"Astaga sayang, kamu ngapain sih pake lompat lompat begitu mana teriak teriak segala lagi," Merry benar benar heran dengan kelakuan sang Anak.
Astaga, bodoh banget sih lu Net, kenapa juga gak kunci kamar semalem, jadi ketahuan Mama deh~Anet membatin.
"Kamu ngapain?" kembali tanya Mama Merry.
"Ehm, maafin Anet Ma, Anet cuma seneng aja abis hari ini bakal ketemu sama Idola Anet." Dengan wajah berseri seri Anet pun menceritakannya pada sang Mama.
__ADS_1
"Ya sudah, cepat bangun, mandi terus kamu sarapan dulu, anak perawan jangan males nanti jauh jodohnya," goda sang Ibu. "Oiya, hati hati jatuh cinta beneran kamu sama Idola kamu itu loh!" kembali seru Mama Merry sebelum beranjak keluar dari kamar sang Anak.
Ucapan Mama Merry tanpa sadar membuat Anet senyum senyum sendirian, "Emang aku udah jatuh cinta sama Daniel Ma."
Anet bergegas bangun dan mandi habis itu langsung bergabung dengan Mama Merry dan Sang Ayah untuk sarapan pagi bersama, biasanya kalau hari sabtu memang waktu mereka semua berkumpul karena biasanya mereka tidak bekerja. Namun khusus hari itu, Anet tidak bisa ikut bergabung dengan kedua orangtuanya karena Anet harus berjuang untuk bertemu dengan sang Idola, Daniel Sanderson.
***
Persiapan FanMeeting Daniel Sanderson sementara dipersiapkan oleh team Event Organizer serta beberapa crew dari Daniel Sanderson pun sudah terlihat di tempat acara di salah satu restoran di kota Manila.
Sementara Daniel sang bintang sedang menunggu di salah satu hotel terdekat dari lokasi FanMeeting.
Daniel sedang bersiap siap di kamar hotelnya bersama dengan beberapa crew stylish dan juga asistennya.
"Daniel! Tiba tiba salah seorang gadia cantik menerobos kerumunan crew di dalam kamar Daniel dan langsung memeluk tubuh Daniel.
"Dasar cewek gatel, dasar model gak ada kerjaan, dasar tukang pansos." Begitulah gerutu beberapa crew Daniel yang tidak menyukai hubungan Daniel dengan seorang Model seksi bernama Bianca. Menurut mereka Bianca hanyalah mendompleng popularitas Daniel dengan cara selalu mendekati Daniel.
Daniel sebenarnya tidak menyukai Bianca, hanya saja sebagai seorang pria normal, Daniel tidak bisa menolak apa yang dipunya Bianca sebagai seorang perempuan cantik dan seksi, apalagi Bianca terbilang sebagai model khusus majalah dewasa.
"Kamu! Kenapa kamu bisa ada disini?" balas Daniel heran.
"No, maksud aku...."
Belum selesai Daniel berbicara, Bianca sudah terlebih dahulu memotongnya. "Aku ketemu crew kamu di Lobby, kebetulan aku habis ada pemotretan di hotel ini jadi aku ikut dia deh naik ke atas." Jelas Bianca.
Pemotretan? halah paling juga abis di booking orang kaya di hotel~batin asisten Daniel yang sangat tidak menyukai Bianca, yaitu Andre.
"Owh, okey.. ya udah, aku mau siap siap dulu, soalnya sebentar lagi aku ada Fanmeeting."
Bianca yang terus menerus meminta untuk ikut menemani Daniel ke Fanmeeting akhirnya menyerah setelah berkali kali di tolak Daniel dan asistennya, dengan alasan akan ada banyak fans juga wartawan yang akan menggosipkan mereka nanti. Bianca menyerah tidak ikut setelah mendapat janji Daniel bahwa Daniel akan menemuinya selesai Fanmeeting.
Manila Seafood Restoran
Beberapa fans Daniel Sanderson sudah berjejer bersiap siap untuk masuk ke tempat acara, tidak ketinggalan juga dengan Aneta. Dengan memakai pakaian casual dan sedikit memoles wajahnya, penampilan Anet terlihat sangat menarik dan cantik. Ditambah dengan kulitnya yang putih serta tubuhnya yang tinggi, bahkan beberapa orang mengira Anet adalah seorang model juga.
Setelah pintu dibuka dengan sabar, masing masing mereka pun di atur masuk bergantian untuk bersamalan, bertatap muka bahkan berbicara dengan Daniel, masing masing diberi waktu 5 menit setelah itu mereka akan berkumpul bersama.
Aneta mendadak diam saat dirinya sudah berada di barisan yang sebentar lagi akan bertemu dan bertatapan langsung dengan sang Idola, bahkan dari jarak yang tidak begitu jauh Anet sudah terpesona dengan pesona Daniel.
__ADS_1
"Oh, God! tolong kuatkan kakiku biar aku gak pingsan dulu, nyesel kalo pingsan dong!" gumamnya.
Menit demi menit berlalu dan tibalah giliran Aneta, dengan langkah pelan dan debaran jantung yang terus berdetak cepat, pandangan Anet tak lepas memandang sang Idola, sementara Daniel sedang mengalihkan pandangannya karena sedang berbicara dengan asistennya.
"Halo Daniel!" sapa Anet setelah Anet berada persis di depan seorang Daniel, meskipun bergetar, namun Anet berusaha menguatkan dirinya.
Sapaan lembut dari Aneta tanpa sadar menarik perhatian Daniel.
"Halo Daniel"
Cantik~gumam Daniel terpesona dengan kecantikan natural yang dimiliki oleh Aneta, bahkan senyum Anet berhasil membuat Daniel ikut tersenyum.
"Oh, Hai! hello" balas Daniel ramah. Biasanya fansnya yang lebih dulu yang menyalami, namun secara reflek Daniel mengulurkan tangannya terlebih dahulu.
"Siapa nama kamu?", tanya Daniel spontan.
"Oh, ehm.. aku Aneta, Aneta Magnolia" jawab Anet.
"Nama yang cantik!" gumam Daniel.
"Kenapa?" Anet merasa Daniel sedang mengatakan sesuatu.
"Oh, tidak.. lupakan saja," balas Daniel malu malu.
What the.. what happen with me? kenapa gue jadi deg deg'an gini nih~batin Daniel.
Anet mengeluarkan beberapa Dvd serta poster Daniel untuk meminta tanda tangannya. Namun tanpa Anet sadari, Daniel selalu memperhatikan wajah Anet.
"Hmm, bolehkah aku minta tanda tangan kamu?" dengan sopan Anet lebih dulu menanyakannya pada Daniel.
Gadis ini benar benar sopan, dia gak sama dengan fans yang lain yang agresif, fans? dia lebih cocok jadi pacar gue, what? pikir apa sih gue~batin Daniel.
"Tentu aja boleh dong!" Daniel pun membubuhkan tanda tangannya. Bahkan dia menyertakan nomor ponsel asistennya.
"Ini nomor ponsel asisten aku, kamu bisa hubungi dia ya" ucap Daniel ambigu.
"Apa? nomor ponsel asisten kamu?" tentu saja Anet bingung karena dia gak pernah memintanya.
"Sstt! Jangan keras keras, jangan kasih nomor ini ke yang lain yah, kamu simpan aja, terus kamu hubungi dia, aku tunggu ya" ucap Daniel. "Kita ketemu lagi nanti di hall yah" seru Daniel dan tanpa di Anet minta, Daniel tiba tiba memeluknya.
__ADS_1
~~