ikhlaskan cinta

ikhlaskan cinta
01


__ADS_3

hari-hari berlanjut tiba dimana saat Andini mengikuti lomba puisi antar kecamatan hingga berlanjut antar kota hanya saja tidak berbagai negara karena disebabkan Andin masih bersekolah hingga dia mengurungkan niat nya untuk melanjutkan ke tahap internasional.


dari mulai saat itu dia berusaha menyukai musik dalam berbagai bidang dari mulai musik,tarian dan yang lainnya.


hari demi hari, bulan demi bulan serta tahun demi tahun tiba saatnya dia menginjak kelas tiga SMA dimana ini adalah tahap dimana memperjuangkan Mada depannya.


anak-anak akan memulai ujian nasional berbasis komputer.


"asli gua kaga nyangka udah mau lulus aja kita". Melani yang memecahkan kesunyian dalam mempersiapkan ujian yang akan dihadapi.


"ini adalah awal gaesss dimana kita akan menjadi lebih dewasa lagi". jawab Andini mencairkan ketegangan


"okeh bismillahirrahmanirrahim Allah bersama kita". tambah Okta


"sudah siap untuk bertempur?". Andini merangkul kedua sahabatnya


"siap insya Allah". sahut melani dan Okta.


waktu pun berjalan tiba dimana ujian selesai. hari ini adalah hari terakhir ujian. pukul 13.00 mereka selesai mengerjakan ujian


"huuuuuuuuu masyaallah tabarakaallah ". teriakan Okta


"Hahaha seneng batt dah". Melani membereskan berkas nya

__ADS_1


"yaa lah masa gua biasa-biasa ajaa". jawab Okta


"tapi kan gak boleh berlebihan ta". Andini menengahi


"siipp Kay". Okta dengan sifat manja nya.


"lebih santuy kalo kita ngebakso nuihh" . tambah Okta


"skuyy dahh haha". Andini dan melani


hari-hari mereka lalui tak luput mereka mempersiapkan acara perpisahan sekolahnya


dimana Andini sendiri yang menjadi penanggung jawab acara dari mulai dana dan persiapannya. hingga hari itu tiba.


"dinn,mell gua sayang sama kalian jangan pernah lupain gue yaa huhuhuhu hiks hiks hiks". Okta yang mulai terbawa suasana


"iyaa taa mana bisa gua lupain lu". meraih rangkulan Okta


"kalian jangan pernah berubah yaa huhuhuhu". Melani bergabung dalam pelukan kami


acara berlangsung sangat lancar hingga waktu menunjukkan pukul 13.00 tiba untuk peserta meninggalkan tempat acara.


"mell, ta gua pengen ke puncak pengen dinginin fikiran gua ikut gak". ajak Andini kepada Okta dan melani

__ADS_1


"hmm boleh jugaa yu ah,ikut kaga mell?". jawab Okta


"apa sih yang enggak hahha skuy". jawab Melani


rumah kami memang pedesaan yang dekat puncak. namun saat setiap kami pergi kesana kami tidak membayar tiket karena termasuk warga sekitar.


tiba saat mereka di ketinggian.


"haaaaaaaaa akhirnyaaa gua bisaa lalui ini semuaaa aaaaaaaaa". teriakan Andini


"eh buset ngapa sih lu, ya mboh teriak tuh bilang-bilang biar gua jaga-jaga biar ga kesakitan haha". okta mengeluarkan keluhannya


"hahaha gua sih dah tau Din lu kesini cuman mau kek gitu kan hmm". timpal Melani


"iya deh iya sahabat ku yang cantik-cantik maafkan diri ini yaa apabila telah menggangu telinga sahabat-sahabat ku inih". permohonan Andini


"iyaa udah ah geli gua dengernya kata-kata puitis lu bukan bikin gua terenyuh malah geli dengernya". hindaran Okta


"Din lu masih ingat Juan ya?". tanya Melani


"iya selewat lewat mah suka inget, tapi gua udah berusaha gaes buat lupain dia heuu". Andini


"yaudah coba teriak lagi aja haha sekarang mah gua jaga-jaga dah biar kaga kena telinga gua". timpal okta

__ADS_1


__ADS_2