
mereka semua asik berbincang ² tentang tanggal pernikahan antara Regan dan Nadya
mereka ingin mempercepat tanggal pernikahan nya mereka sudah tidak sabar akan hari H itu .
ayah Adyana:" bagaimana kalo pernikahan nya bulan depan?" ucap ayah Adyana
papah Malik :" terlalu lama buat ku , mungkin Minggu depan bagaimana?" usul papah malik
Nadya kaget kan hal itu kenapa cepat sekali padalah dia sama sekali tidak kenal apalagi bicara pada calon suaminya . kedua orang tua itu membuat keputusan yg memojokkan Nadya nantinya .
Regan yg tau hal itu hanya memasang wajah datar , iya hanya mengulas senyum penuh arti.
papah Malik:" bagaimana istri q apakah kau setuju? "
bunda nida:" aku sih setuju aja lebih cepat lebih baik bukan? " bagaimana jeng intan apakah kau setuju "
mamah intan :" tentu saja aku setuju " mengulas senyum manis nya
Regan saat itu sedang memikirkan rencana agar bisa membuat Nadya menderita setelah iya tau bahwa Nadya menyetujui perjodohan ini , Regan berfikir bahwa Nadya belum tau siapa yg akan menjadi suaminya adalah orang yg kejam dan beringas .
Regan akhirnya membuka suara.
Regan: om apakah aku boleh membawa Nadya keluar ? , aku ingin mengajak nya jalan² untuk memulai pendekatan jika pernikahan nya di adakan Minggu depan."
papah Malik :" tentu saja silakan , dia kan jadi hak mu setelah menikah nanti. iya kan Putri ku"
Nadya :" iya pah " menunduk malu
__ADS_1
papah Malik :" ikutlah dengan Regan mulailah pendekatan dengan nya "
Nadya hanya mengangguk , Regan izin keluar membawa Nadya menuju ke suatu tempat
Regan melajukan mobilnya sangat kencang hingga Nadya ketakutan.
Nadya : " mas jangan kencang² aku takut , tolong lah " mohon Nadya karena iya sudah ketakutan dari tadi
Regan hanya mengulas senyum licik
akhirnya Regan memberhentikan mobilnya sendari tadi Nadya menutup mata karena ketakutan.
Regan turun dari mobil dan membuka pintu lalu beralih ke pintu bagian duduk Nadya , iya lalu menarik kasar Nadya hingga Nadya meringis kesakitan .
Nadya :" Auuuuuuuuuu lepas in , mas sakit " mata Nadya sudah berkaca ² .
Nadya berusaha memberontak tapi iya kalah tenaga dengan. Regan .
Regan berhenti di sebuah bangunan tua yg sudah lama tak berpenghuni
Nadya : " lepassssssss....." Nadya menghempaskan tangannya dari cengkeraman Regan akhirnya lepas
Regan menatap Nadya tajam iya mulai mendekat , Nadya hanya bisa mundur sampai iya mentok di tembok , ya sekarang hanya 5 Senti jarak mereka
Regan :" jangan harap kamu bisa bahagia setelah menikah dengan ku , apa kau tau setelah kau menikah dengan ku kau akan hidup seperti di neraka " senyum licik Regan menyeringai.
Nadya :" apa salah ku mas , hingga kau tega akan melakukan itu pada ku ."
__ADS_1
Regan :" KARNA KAU TELAH BERANI MENERIMA PERJODOHAN INI" bentak Regan yg semakin emosi .
Nadya :" lalu apa salahnya ? hah " sudah menangis menggurai air mata
Regan :" kau akan tau sendiri akibatnya jika menikah dengan ku "
Nadya ;" aku juga tidak Sudi menikah dengan mu , jika karena bukan karena orang tua ku aku tidak akan Sudi " bentak Nadya .
lalu Regan menarik kasar Nadya menuju mobilnya untuk kembali ke kediaman Nadya
di perjalanan .....
Regan :" hapus air mata buaya mu itu , atau orang tua mu akan curiga"
Nadya :" biarkan saja mereka tau perbuatan mu "
Regan:" kamu belum tau siapa aku , aku bisa saja membuat cerita karangan untuk mengelabuhi orang tua mu" senyum licik
Nadya: " sangat licik"
lalu Nadya menghapus air matanya dengan kasar .
mereka sampai di kediaman keluarga Malik
nadya langsung izin kepada papah dan bundanya untuk istirahat karena alasan dia kecapean .
akhirnya keluarga Adyana pamit pulang
__ADS_1
mereka setuju akan pernikahan yang akan di adakan Minggu depan , meskipun itu terlalu cepat .