
Pukul 03.30
"Wi, Dewi bangun ihh kita tahajud dulu yuk!" Ucap Icha sambil menggoyang-goyangkan tubuh Wiwi.
"Jam berapa Cha?" Tanya Wiwi
"Setengah empat, cepet yuk!" Ajak Icha
"Ayuk ayuk mbahh yuuu" Ujar Wiwi seraya bangun dan membetulkan jilbab tidurnya.
Merekapun melaksanakan sholat tahajud dan di akhiri dengan membaca Al-Quran, alunan lembut khas mereka membuat hati siapapun melunak.
Panji yang hendak berwudhu untuk sholat pun masih menatap wanita cantik itu.
"Woe lo gak bisa liat cewek cakep lo ya!" tegur Radit
"Berisik lo!" Jengah Radit
"Gue mau wudhu dulu" lanjut nya
"iyaa iyaa" jawab Radit
Radit memperhatikan Wiwi dengan seksama. Wajah cantik, manis, dan sangat sopan, menjaga kehormatan dirinya di depan laki-laki. Ya Allah indah sekali.
"Hayo lo, liatin Wiwi yaaa! Atau kesambet lo?" ujar Panji mengejutkan Radit
"Ih lo ya gak bisa apa liat gue seneng dikit! Jangan diembat, Wiwi Fiks punya gue blee" ujar Radit menjulurkan lidah nya pada Panji.
Mendengar sedikit keributan, Icha & Wiwi menyadari bahwa sedari tadi mereka diperhatikan oleh Panji & Radit.
"Pak Panji, Pak Radit mari sini pak, sambil nunggu Shubuh." Ajak Icha.
Panji & Radit pun menghampiri mereka, dan membaca Al-quran hingga tersisa 25 menit lagi shubuh.
"Kalian berdua bekerja di perusahaan Djaya Purnama?" Tanya Panji memecah keheningan
"Emm iya pak, kami kerja disana" Jawab mereka kompak
"Kalian jangan panggil kami bapak, serasa jadi tua saya" ucap Radit terkekeh pelan
"Mm baiklah..?" Jawab Wiwi
"Mas saja ya,tetap terkesan sopan kan?" Tanya Radit
"Iya pak.. mas ehh hehe" kekehan Wiwi bagai sengatan yang sangat indah.
Mereka berbincang dengan diiringi canda tawa.
"Eh Icha, gimana kaki kamu? Enakan?" Tanya Panji
"Sudah enakan pak, tapi masih belum boleh kena air" Jawab Icha
"Kenapa bapak lagi Icha?" Tanya Panji
__ADS_1
"Aduuhh maaf pak Eh mas saya lupaa hehe" jawab Icha cengengesan.
Ekhem ekhem
"Liat kalian ini kayak liat suami istri yaa, Ibu suka deh" Tegur bu Dina
"Ehh ibu!" ujar mereka dengan kompak
"Tuhh ih kompakan gitu.. Radit ibu tunggu kamu bawa calon istri, Iya kan Dewi?" Ujar ibu mengerjai Radit & Dewi.
"Ibuuu" ujar Radit malu
"Eh ibu hehe" ucap Wiwi dengan pipi yang merona.
"Yaa lo Dit, biar ga jomblo mulu lo!" oceh Panji
"Emang situ udah kagak jomblo?" Tanya Radit
"Eh lo ya bisa bisa nya lo!" Sengit Panji.
"Eh kalian ini udah udah" Senggah Bunda, datang dengan yang lain.
"Iya kamu juga Panji, Bunda tunggu kamu bawa menantu buat Ayah & bunda! Iya kan Icha?" Tanya bunda seraya mengerjai Panji & Icha.
"Ehh iya bun" jawab Icha menunduk
"Bunda kalo Icha yang jadi menantunya bunda mau?" Tanya Panji
"Mas Panji?!" geram Icha
"Iyaa Icha" santai Panji
"Bundaa saangat setuju, Iya kan yah?" Jawab bunda seraya bertanya pada ayah.
"Iyaa kalian ini sudah tidak muda, Kami ini disini sudah tua, ingin melihat anak kami ini menikah semua berbahagia." Jawab Pak Purnama
"Iyaa Panji Radit, Mas Rico juga pengen liat Vio ada temen" Ucap Rico
Jangan ditanya bagaimana wajah Icha & Wiwi, tentu merah padam kayak tomat.
"Yasudah sudah yaa, sekarang kita sholat shubuh dulu ya" Ucap pak Mahesa
"Iya Pa" jawab semua
Kini Pak Mahesa lah yang menjadi imam.
_______________________________
"Cha sekarang kita jadi pulang kan?" Tanya Wiwi
"Iya Wi gaenak kita" Jawab Icha
"Yuk pamit!" Lanjut nya.
__ADS_1
Jam menunjukan pukul 05.00
Icha & Wiwi menghampiri kedua ibunda di dapur.
"Assalamualaikum Bunda.. Ibu maaf kami mau pamit, Terimakasih sebesar-besarnya dari kami. Maaf kami merepotkan rumah ini, Terimakasih sekali lagu Bunda, Ibu.." Pamit Icha.
Kedua ibu itu sontak menoleh & tersenyum
"Waalaikumsalam.Yasudah nak, pamit dulu ya kalian, ke depan!" Ucap Bunda.
Di ruang tamu
"Semuanya... Icha & Wiwi mau pamit pulang." Ucap Bunda
"Apa harus sekarang Dek?" Tanya Linda
"Kenapa cepat sekali" lanjutnya
"Maaf kak, semua.. kami udah merepotkan disini. Kami harus kerja karena tidak enak kemarin tidak masuk." Terang Wiwi
"Yasudah nak.. Bapak dan keluarga besar mengucap terima kasih atas bantuan kalian, dan ini sebagai rezeki untuk kalian, tidak ada penolakan!" Jelas Pak Purnama seraya memberi sejumlah uang.
"Terimakasih pak, bu, mas, kak dan untuk bi ijah serta pak ujang Terimakasih sebesar-besarnya dari kami." ucap Icha.
"Aunty jangan pergi, Vio masih mau mainn" Ujar Vio memeluk kaki Icha dan Wiwi
Icha pun segera menggendong Vio
"Vio gaboleh sedih ya, kan Vio kuat oke,cup" ujar Icha mengecup pipi Vio
"Iya sayang, maaf yaa uuuu cup" ujar Wiwi seraya mengecup pipi chubby Vio.
Vio pun turun dari gendongan Icha & memeluk erat ibunya.
"Terimakasih dek sudah menyelamatkan Anak & istri saya" ucap Rico
"Iya kak sama sama" Jawab Icha &Wiwi
Mereka menciumi tangan ibu & ayah juga kak linda & Rico serta salam pada Panji & Radit.
"Semuanya kami pamit, Assalamualaikum.." Ucap Icha & Wiwi bersamaan
"Waalaikumsalam salam" jawab nya serempak
"Hati hati nak" Ucap Bunda
"Iya bunda" jawab mereka.
Mereka pun pulang & sudah berada di kontrakan mereka.
Maaf yaa kalo ada yang typo
See you next episode ♡️
__ADS_1