Invincible Uncle-Grandmaster

Invincible Uncle-Grandmaster
Bab 10 - Selalu seperti ini di-Novel


__ADS_3

''Tolong! Ada monster Ranah Mendalam disini!''


Jeritan menyedihkan bergema di seluruh Hutan Hitam, menciptakan suasana ketakutan yang hebat.


''Apakah kamu bercanda? Bagaimana bisa ada monster Ranah Mendalam?''


Di kejauhan, salah satu murid baru berseru.


''Aku tidak mau mati!''


''Lari!''


''…''


Hanya dalam waktu dua menit, lebih dari selusin monster Ranah Mendalam tiba-tiba muncul di area ini.


Selanjutnya, para monster itu membidik para murid baru, seolah-olah para monster sengaja menargetkan mereka.


Untungnya, para murid baru yang mampu bertahan sampai sekarang ini tidak terlalu buruk. Hampir pada saat monster-monster itu muncul, mereka langsung mengaktifkan tablet giok mereka dan memanggil mentor mereka.


Meski begitu, masih cukup banyak murid yang terkena dampak dan menderita luka berat.


''Sialan! Darimana datangnya para monster ranah Mendalam ini?''


Seorang mentor tidak bisa menahan diri untuk tidak mengutuk setelah dia menyelamatkan murid baru yang hampir tercabik-cabik oleh monster.


Di pelatihan masa lalu, bukan karena tidak ada monster tingkat tinggi yang menerobos secara tidak sengaja, malahan itu sering terjadi.


Tapi, ini adalah pertama kalinya ada begitu banyak monster ranah Mendalam yang muncul pada satu waktu, itulah sebabnya para mentor ini frustasi dan bingung.


Meskipun para mentor ini juga berada di Ranah Mendalam, itu tidak mungkin untuk membunuh monster Ranah Mendalam itu, apalagi ada lebih dari selusin monster.


''Cepat! Beritahu para kultivator di Aula Cabang dan Hall Master Zhang!''


Pada titik ini, mereka harus memastikan keselamatan para murid terlebih dahulu. Adapun mengapa ada begitu banyak monster Ranah Mendalam, mereka hanya bisa menyelidikinya nanti.


Swuzh!


Begitu dia selesai berbicara, suara melengking dari udara yang terkoyak datang dari kejauhan.


Segera setelah itu, mentor ini melihat bahwa monster di depannya terkena seberkas cahaya keemasan. Kemudian, seluruh tubuhnya meledak dan berubah menjadi abu, bahkan inti monster pun tidak tersisa.


Hanya dalam satu serangan, monster ranah Mendalam langsung terbunuh!


''…''


Baik para mentor dan para murid baru tercengang.


''Mungkinkah … Paman-Grandmaster?''


Mulut mentor itu terbuka lebar dan dia mendongak, hanya untuk menemukan bahwa sumber suara melengking itu sudah lama menghilang.



''Sungguh merepotkan.''


Pada saat yang sama, Qin Jue melengkungkan bibirnya dan berhenti begitu saja di udara, melambaikan selusin sinar cahaya emas dari tangannya.


Sinar cahaya emas ini jatuh ke arah yang berbeda, turun dari langit dan langsung membunuh semua monster ranah Mendalam.

__ADS_1


Di bandingkan dengan para protagonis yang suka menyembunyikan kultivasi mereka dengan sengaja, Qin Jue tidak peduli untuk mengungkapkan kekuatannya.


''Selesai.''


Setelah menepukkan tangannya, Qin Jue mengeluarkan kendi anggur dan berbalik untuk pergi.


Adapun para mentor dan murid baru yang melihat semua ini, mereka tercengang di tempat. Butuh waktu lama bagi mereka untuk akhirnya bereaksi.


Karena sesuatu yang tidak terduga ini, acara pelatihan terpaksa di hentikan.


Meskipun Qin Jue bergerak tepat waktu dan membunuh lebih dari selusin monster ranah Mendalam, namun masih banyak murid yang terluka.


Apalagi sekarang, mereka tidak tahu apakah akan ada lebih banyak monster ranah mendalam yang melompat keluar, jadi mereka harus berhati-hati.


Tidak lama kemudian, semua murid baru di evakuasi dengan aman dari Hutan Hitam di bawah perlindungan para mentor, termasuk Luo Weiwei.


Murid-murid yang terluka dikirim untuk perawatan, sementara murid-murid yang tersisa berkumpul di alun-alun.


''Apa yang sedang terjadi?'' Zhang Yue bertanya.


Dengan begitu banyak monster ranah Mendalam yang tiba-tiba muncul, sebagai Hall Master, akan sulit bagi Zhang Yue untuk melarikan diri dari tanggung jawab.


Oleh karena itu, suasana hatinya saat ini sangat buruk.


Jika Qin Jue tidak mendeteksinya sebelumnya, konsekuensinya tidak akan terpikirkan!


''Aku tidak tahu. Kami sudah memeriksanya beberapa hari yang lalu, tidak ada monster di atas ranah Kuning di sekitar area ….''


Kultivator dari Aula Cabang berkeringat deras saat dia berbicara dengan ketakutan.


''Itu tidak ada hubungannya dengan mereka.'' Qin Jue menyesap anggur dan berkata, ''Monster itu sengaja di dorong ke sini.''


''Mungkinkah … seseorang diam-diam menargetkan Gunung Xuanyi?''


Orang harus tahu, bahwa Gunung Xuanyi akan mengatur murid baru untuk berlatih di Hutan Hitam setiap tahun.


Bagi sekte bela diri, para bibit muda tidak diragukan lagi yang paling penting. Jika ada yang menyerang murid baru ini, maka itu akan menyebabkan pukulan berat bagi sekte tersebut, dan bahkan mungkin menyebabkan kesenjangan generasi dari sekte tersebut.


Karena itu, untuk mencegah kecelakaan, pemimpin tim yang bertanggung jawab atas pelatihan murid baru setiap tahun adalah seorang penatua Ranah Bumi.


''Sejauh ini, tampaknya begitu.'' Qin Jue mengangguk sedikit.


''Lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?'' Salah satu mentor tidak bisa untuk tidak bertanya.


Ini adalah Aula Cabang, bukan pangkalan utama Gunung Xuanyi. Jika mereka diserang oleh faksi lain, akan sulit bagi mereka untuk membela diri.


''Haha, mari kita tunggu orang-orang yang diam-diam menargetkan kita itu untuk keluar. Karena mereka tidak berhasil, mereka pasti tidak akan membiarkan masalah ini dengan mudah,'' kata Qin Jue dengan tenang.


Meskipun jiwa Qin Jue berasal dari Bumi, tapi dia sudah hidup di dunia ini selama sepuluh tahun.


Selain keadaan pikiran yang dibawa oleh kekuatannya yang tak terkalahkan, dia biasanya bereaksi dengan sangat tenang terhadap semua masalah yang dia temui, dan saat ini tidak terkecuali.


Bagaimanapun, selalu seperti ini di-Novel.


''Haruskah kita memberi tahu pangkalan utama?'' Zhang Yue berkata dengan hati-hati.


''Tidak perlu,'' kata Qin Jue acuh tak acuh. ''Selama aku disini, itu akan baik-baik saja!''


Zhang Yue ingin mengatakan sesuatu, tetapi ketika dia mengingat adegan Qin Jue dengan mudah membunuh selusin monster ranah Mendalam, dia dengan bijaksana menutup mulutnya.

__ADS_1


Ketika kultivator lain mendengar ini, mereka semua mengambil posisi siap tempur, bersiap untuk menyambut ''musuh'' yang dibicarakan Qin Jue.


Seperti yang diharapkan Qin Jue, tidak lama kemudian, lebih dari sepuluh monster Ranah Mendalam muncul lagi di Hutan Hitam ini, dan semuanya telah mencapai Ranah Mendalam Tahap Tengah.


Barisan ini, bahkan di sekte bela diri, itu tidak bisa di remehkan. Jika mereka meninggalkan Hutan Hitam, itu sudah cukup untuk menyebabkan bencana.


''Mengaum!''


Ditemani oleh raungan monster yang memekakkan telinga, monster bersisik adalah yang pertama keluar dari Hutan Hitam. Seolah memiliki tujuan yang jelas, ia langsung menuju Aula Cabang, menakuti banyak murid baru sehingga mereka gemetar dan hampir berbalik untuk melarikan diri.


''Cari mati!''


Beberapa kultivator yang menjaga Aula Cabang segera naik dan menyambut monster itu.


Mereka semua adalah kultivator Ranah Mendalam dan sering betarung bersama, jadi koordinasi mereka sangatlah baik.


Tidak akan sulit bagi mereka untuk membunuh monster Ranah Mendalam Tahap Tengah.


''Mengaum!''


''Mengaum!''


''Mengaum!''


Namun, tepat pada saat ini, lebih dari sepuluh monster Ranah Mendalam Tahap Tengah lainnya bergegas keluar dari hutan.


Semuanya sangat ganas dan jahat!


''Semuanya, kultivator Aula Cabang, dengarkan! Ikuti aku dan musnahkan para monster ini!'' Zhang Yue berteriak dengan nada yang tidak perlu dipertanyakan lagi.


''Ya!''


Untuk sesaat, terlepas dari apakah itu mentor atau kultivator yang menjaga Aula Cabang, mereka semua bertarung melawan monster, dan meletus dengan lapisan riak qi spiritual yang menakutkan.


Setelah maju ke Ranah Mendalam, terlepas dari apakah itu manusia atau monster, mereka dapat mengeluarkan kekuatan qi spiritual dan membunuh lawan mereka tanpa menyentuhnya.


Oleh karena itu, kultivator Ranah Kuning tidak dapat ikut campur dalam pertempuran Ranah Mendalam.


Apalagi, para murid baru ini tidak memiliki pengalaman tempur yang sebenarnya. Mereka hanya bisa melihat dari kejauhan.


Zhang Yue memang layak menjadi kultivator Ranah Mendalam Tahap Puncak. Dia memegang pedang besar di tangannya dan membunuh tiga monster sendirian. Selain itu, dia tampak tenang, dan terus-menerus menyerang.


Pada akhirnya, monster lain yang belum mencapai Ranah Bumi tidak berdaya. Dibandingkan dengan manusia yang telah menguasai berbagai teknik bela diri rahasia, tidak peduli seberapa kuat pertahanan monster ini, mereka masih jauh lebih rendah.


Selain itu, sebagai Hall Master, Zhang Yue sering ber urusan dengan monster, jadi dia sudah mengetahui kelemahan mereka dan cara membunuhnya.


Pertempuran hanya berlangsung sekitar tiga puluh menit. Menjadi lebih lemah dalam jumlah dan kekuatan, para monster Ranah Mendalam itu dengan cepat terbunuh.


Beberapa kultivator dari Aula Cabang hanya menderita sedikit luka, meskipun sebagian besar dari mereka telah menggunakan banyak qi mereka dan menjadi agak lemah.


''Hahaha, Hall Master Zhang memang tangguh!''


Tiba-tiba, tawa aneh terdengar.


Semua orang menoleh ke sumber suara dengan kaget. Mereka melihat seorang pria berjubah hitam yang muncul entah darimana dan sedang melihat ke atas sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


[Seperti biasa, kalo ada typo harap komen di pragrafnya biar bisa langsung aku benerin]

__ADS_1


__ADS_2