Istri Baru Tuan Muda. Is A Nany Reborn Sistem

Istri Baru Tuan Muda. Is A Nany Reborn Sistem
Chapter 21


__ADS_3

Akhirnya Alice bisa menyelesaikan tugas paginya mengantar Clay ke sekolah. 1 pujian ia dapatkan dari gadis kecil itu karena membuatnya bisa masuk kelas meski terlambat. Alice memohon kepada guru Clay agar anak itu bisa masuk dan mengikuti kelas. Meski masih playground tapi sekolah Clay memiliki aturan ketat yang tidak membiarkan seorang murid yang telat mengikuti kelas. Meskipun dalam tanda kutip ia adalah anak konglomerat ataupun orang kaya di kotanya yang memiliki saham besar di sekolah tersebut.


Karena berhasil membuat ia di ijinkan masuk, Clay memberi pujian ibu terbaik dan satu kecupan hangat di pipi Alice.


"Momy, jangan lupa kau harus menyemputku nanti. Jangan sampai terlambat lagi."


Alice menyunggingkan senyum tipis di bibir tipisnya juga. "Tentu saja tuan putri. Aku akan menjemput mu nanti. Sekarang cepatlah masuk ke kelasmu," ujar Alice sambil mengelus lembut puncak kepala gadis 3 tahun itu.


"Terima kasih Momy. Kau memang ibu terbaik." Clay tersenyum sambil menampilkan deretan giginya yang putih dan rapih. Lalu melangkah pergi dengan cepat sambil melambaikan tangan kepada Alice. "Sampai ketemu nanti siang Mom."

__ADS_1


"Sampai ketemu lagi sayang. Belajarlah dengan rajin." Alice membalas lambaian Clay sampai gadis kecil itu menghilang di balik tembok. "Begini ternyata rasanya punya anak. Melelahkan tapi juga menyenangkan. Dan aku butuh dua pujian lagi untuk mengembalikan rewardnya."


Dengan lunglai Alice kembali menuju mobil dan kembali ke mansion. Sembari menunggu Clay pulang sekolah, biasanya Alice akan merapikan mainan-mainan gadis kecil itu lalu mengerjakan beberapa tugas lainnya seperti merapikan tempat tidur lalu mencuci beberapa pakaian kotor miliknya. Alice hanya punya 4 pasang baju saat ini, jadi ia harus rajin mencuci agar bisa di pakai. Rencananya ia akan belanja setelah mendapatkan libur, namun sampai saat ini ia belum berani meminta libur pada Nyonya Maria ataupun Tuan Davis. Alice takut jika mereka tidak akan mengijinkannya untuk keluar, apalagi ia baru saja kena masalah pagi ini. Akan sangat susah lagi meminta liburan saat sedang melakukan kesalahan.


"Ai, bagaimana caranya aku minta libur kepada Nyonya Maria? Apa kau punya ide atau saran?"


"Yah... Aku harus membeli beberapa perlengkapan ku. Sabun dan lainnya sudah hampir habis. Lagi pula, bukankah aku baru saja mendapatkan reward. Aku ingin menikmati hasil jerin payah ku sendiri. Jika menunggu lagi maka akan habis di potong," keluh Alice.


["Aku tidak yakin dengan saran ku ini."]

__ADS_1


"Tidak yakin bagaimana. Ayok katakan Ai. Jangan membuatku bingung lagi dengan teka teki kuno mu itu."


["Alice bisa berbelanja sambil menjalankan misi. Salah satu misinya kau harus membelikan pakian untuk Clay. Ini momen yang pas. Kau bisa katakan pada Tuan Davis akan mengajak Clay. Jika kau menggunakan anak itu, mungkin bisa mendapatkan liburan hari ini," jelas Sistem Ai.]


Wajah Alice penuh kebahagiaan setela mendengar penjelasan sistem Ai. "Benar. Jika itu alasannya, Nenek sihir itu pasti akan memberi ijin jika Aku sedikit memanasi Tuan Davis. Dengan begitu, aku pun bisa melakukan misi kedua dengan membelikan pakaian untuk Clay," gumam Alice di dalam hati.


["Apakau bisa berhasil merayu Tuan Davis?"] Tiba-tiba sistem Ai membuka suara. Ia jelas tahu apa yang di pikirkan oleh Alice. Alice lupa jika sistem bisa membaca pikirannya dan juga mendengar keluhan hatinya.


"Aku akan berusaha melakukannya. Tuan Davis pasti bisa ku taklukan. Bukankah dia menyukai ku, dia mengira aku adalah mantan Kekasihnya, Clarissa. Padahal, sebenarnya adalah mantan istrinya. Alice Caroline. Hufff. Sungguh lelucon hidup ini. Ingin hidup bahagia dan bebas mala menjadi mati dan harus seperti ini. Melakukan segala hal dengan sembunyi-sembunyi."

__ADS_1


__ADS_2