Istri Baru Tuan Muda. Is A Nany Reborn Sistem

Istri Baru Tuan Muda. Is A Nany Reborn Sistem
Chapter 22


__ADS_3

"Hari ini benar-benar berat," keluh Alice sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


["Kau tidak boleh tidur Alice. Sebentar lagi waktunya menjembut Clay, jika kau tertidur maka satu kesalahan lagi kau buat."]


Alice menyadari jika sistem Ai semakin hari semakin menyebalkan. Dengan wajah kesal ia bangun dari pembaringan dan berjalan keluar dari kamarnya. "Kenapa semakin hari kau semakin menyebalkan saja."


Dia harus pasrah dan menikmati momen kesengsaraannya, padahal ia bisa melakukan Lebih dari ini. Terlahir kembali dan menjadi bebas tanpa tekanan. Orang tua, tanpa suami yang menyebalkan. Malah menjadi budak sistem penjaga anak. Padahal dulu saat menjadi Alice ia sangat tidak menyukai anak-anak, tapi sekarang ia harus merawat anak.


Alice menarik napas panjang. "Sepertinya aku harus mulai menikmati hidup ku."


["Apa Alice tidak ada niat untuk menghubungi keluarga Alice?"] tanya Sistem Ai.

__ADS_1


Wajah Alice terlihat lesu dan tidak bersemangat. Itu karena selama bereirkarnasi menjadi Clarissa, Alice sama sekali belum pernah muncul di hadapan keluarganya. Keluarganya juga sepertinya tidak pernah membicarakannya. Mereka hanya tahu ia sudah menghilang.


Dari tampilan wajahnya Sistem Ai tahu jika ia sangat merindukan keluarganya. Namun, apa lah daya. Ia sudah menganggap ditinya tidak memiliki kelurga lagi semenjak tahu jika ayah dan ibunya tidak peduli baik, sehat di mana ia pun mereka tidak peduli. Mereka menganggapnya pembawa sial. Itu karena Alice yang melarikan diri dari suaminya lalu mengalami kecelakaan dan meninggal. Karena hal itu Davis membuat pernyataan Alice menghilang dan membuat kerugian besar untuk keluarga gadis itu. Mungki karena itu keluarganya tidak peduli sama sskali dengannya. Ia mati dan hilang tanpa nama. Bahkan tidak ada satupun yang tahu ia meninggal, hanya Davis dan keluarganya saja.


"Nona Alice. Apa kita verangkat sekarang?"


Seorang supir yang tiba-tiba datang menghampiri membuat Alice terkejut dari lamunannya. "Ah... Yah. Sudah jam berapa ini?" Alice menatap Arlojinya. "Oh God! Kita harus berangkat sekarang, Beberapa menit lagi Clay akan keluar kelas. Ia akan marah-marah lagi padaku."


"Ah itu Clay!" Alice berteriak pada Supir agar berhenti di sini saja tidak perlu masuk parkiran karena Clay ternyata sudah keluar kelas dan sedang berjalan berbarengan dengan teman-temannya untuk mencari jemputan masing-masing.


"Clay!" Dengan napas tergesah-gesah Alice betlari mendekati gadis berponi itu.

__ADS_1


"Mom? Kenapa kau-"


"Syuutt..." Alice menutup mulut gadis itu. Takut jika ia mengatakan sesuatu lagi. "Clay, ayok masuk mobil. Kita harus bekerja sama agar rewardku tidak di potong. Oke."


Clay mengeryitkan keningnya. "Apa maksud Momy. Bekerja sama? Clay tidak mengerti apa yang harus kerja sama."


Alice tersenyum getir. "Astaga apa yang harus aku jelaskan. Anak ini sudsh kelewatan pintar."


"Ikuti saja yang Mony katakan. Jika Clay menurut, Momy akan mengajak Clay ke mol dan membelikan baju baru."


Clay tertegun sejenak, lalu menatap Alice dengan seksama. "Oke baiklah. Setuju. Kita akan bekerja sama."

__ADS_1


__ADS_2