
beberapa bulan kemudian tibalah dihari wisudanya elina.
seperti biasa elina bangun pagi membersihkan tempat tidurnya dan pergi mandi, setelah selesai ia memasak untuk sarapan mereka.
*dimeja makan*
"ayah hari ini adalah hari wisuda nya elina ,apa ayah dan ibu akan datang??"
"maaf sayang , sepertinya ayah tidak bisa hadir di acara wisuda mu hari ini, karena ayah gak bisa ambil libur, salah satu teman ayah gak bisa masuk kerja karena sedang sakit, mungkin ibumu saja yang hadir."
"ia sayang, ibu akan hadir diwisudamu hari ini, apa tidak apa apa jika cuma ibu saja yang hadir di acara misuda mu."
"gak apa apa bu , elina bersukur karena ibu akan datang ke acara wisuda nya elina, ooo ya elina hampir lupa, elina berangkat pagi hari ini, dah ayah dah ibu".
elina berpamitan kepada ayah dan ibunya ,dan keluar rumah menuju halte bus,
sesampai di kampus elina berkeliling mencari kedua sahabatnya.
"elina kesini" ucap dila setelah melihat keberadaan elina,
mereka bertiga berkumpul dan duduk di satu deretan kursi karena acara akan segera dimulai.
salah satu donatur dan dosen pun memberi kata sambutan
tiba lah di acara yang di tunggu oleh semua mahasiswa dan siswi , yaitu pengumuan peraih nilai tertinggi.
__ADS_1
nama elina pun disebut sebagai paraih nilai tertinggi, karena elina memiliki IQ yang sangat tinggi melebihi kedua sahabatnya, elina maju ke podium untuk menerima penghargaan dengan diiringi tepuk tangan yang meriah, elina berdiri dia atas podium untuk menerima penghargaan dan serta mencari keberadaan ibunya, dan senyuman manis di berikannya setelah menemukan keberadaan sang ibu.
setelah acara selesai, sahabat serta ibu elina mengucapkan selamat untuk elina.
mereka berjalan keluar dari tempat acara wisuda.
tiba tiba elina dan sahabatnya dipanggil seorang dosen untuk menghadap ketua rektor sebelum mereka pulang
"ya sudah, kalian masuk temui ketua rektor kalian, ibu juga mau pulang".ucap elina
"ia bu hati hati di jalan".
mereka mencium tangan ibu elina dan
tuk..tuk...tukk, suara elina mengetuk pintu
"masuk".
"selamat siang pak, maaf ada apa ya bapak memanggil kami," ucap elina mewakili perasan penasaran kedua sahabatnya.
"bapak cuma mau tanya, kalian kan sudah lulus semua, apakah kalian ada rencana untuk bekerja di perusahaan"
"rencananya kami ingin melamar di salah satu perusahan, tapi kami juga tidak tau di terima atau ridak di perusahaan tersebut" ucap elina.
"begini saja bapak mau merekomendasikan kalian bertiga di perusahaan wijaya grup apa kalian mau?
__ADS_1
elina melirik kedua sahabatnya
meminta persetujuan
ana dan dila mengangguk setuju
"ia pak kami mau, tapi apa kami akn di terima??" ucap elina
"bapak yakin kalian akan diterima, kaliankan mahasiswa yang memiliki IQ di atas rata rata, apalagi kamu elina IQ mu sangat tinggi, ini surat rekomendasi kalian".
"baik pak, trima kasih "
mereka keluar dari ruangan pak rektor.
"wahhh kebetulan sekali pak rektor, merekomendasikan kita perusahaan wijaya grup," ucap ana
"aku sudah tida sabar untuk mulai bekerja," ucap dila
"ia aku juga " lanjut elina
meraka sambil berjalan menuju halte bus dan pulang kerumah masing masing
hari ini elina tidak bekerja karena sedang mrngambil cuti.
dirumah elina di sambut oleh ibunya mereka makan siang berdua karena ayah elina pulang pada sore hari, selesai makan siang elina menceritakan tentang apa yang di bicarakan dengan pak rektor tadi.
__ADS_1