Istri Yang Tidak Dianggap

Istri Yang Tidak Dianggap
episode 8


__ADS_3

Hari pertama Naura bekerja pun dimulai, dengan semangat Naua pun mulai membuatkan zaki susu untuk pertama kalinya


dan tiba-tiba nyonya sinta pun datang menghampiri Naura dan mengatakan


Nyonya sinta: Naura, saya mau ke butik dulu yah kemudian Nyonya sinta tak lupa mencium zaki cucu kesayangannya


Naura:Baik Nyonya


setelahnya pergi Mbak Mina pun menghampiri Naura dan mengatakan


Mbak Mina: Naura, sarapan dulu


sudah siap semua


Naura: iya Mbak terima kasih, Mbak sarapan duluan saja, saya mau mandi kan zaki dulu, setelah itu baru saya makan mbak juga nggak perlu repot-repot kalau saya lapar biar saya yang ambil sendiri di dapur Mbak


Mbak mina: ya sudah aku tunggu kamu deh biar kita sama-sama makan selama ini kan Mbak Mina makannya sendiri terus dan sekarang kan kamu ada aku pengen kita makan sama-sama biar aku juga ada temen makan hehehe


Naura: iya Mbak Mina, aku juga mau makan bareng Mbak Mina kalau gitu aku mandikan zaki dulu ya mbak setelah itu kita makan bareng sama zaki juga


Mbak mina: oke Naura, aku tunggu di sini ya sebentar,,aku juga mau menjemur pakaian dulu


Naura:iya Mbak


aku pun mulai masuk kamar membawa zaki membuka baju zaki dan mulai memandikannya zaki mau-mau saja, Alhamdulillah zaki anak yang tidak susah untuk diatur-atur aku pikir aku akan sedikit sulit mendapatkan hati zaki nanti karena aku adalah orang baru yang nantinya akan mengasuhnya

__ADS_1


setelah selesai memandikan zaki aku pun memakaikan baju serta memakaikan popok zaki, aku pun tersenyum pada zaki dan aku senang sekali zaki ternyata membalas senyumku sembari mengatakan papa palel papa palel


ternyata dia menyebut nama papanya aku tersenyum dan sembari mengatakan zaki sayang papa kamu kerja nanti sore baru papanya zaki pulang jadi zaki sama Mbak Naura dulu ya sayang zaki pun langsung mengangguk melihat tingkah zaki yang menggemaskan aku menciumnya


bersyukur sekali aku


zaki menerima kehadiranku


aku takut kalau zaki membenciku dan tidak mau aku asuh tapi ternyata zaki anak yang penurut akupun membawa zaki keluar kamar menuju ke dapur dan disana sudah ada mbak Mina yang menunggu kami


sini Naura sama zaki


zaki pun mengatakan makan mau makan


Naura ini aku sudah buat mie goreng dan nasi goreng semoga kamu suka


terima kasih Mbak, aku mulai mengambil makanan dan mulai menyuapi zaki,, zaki makan dengan lahap aku senang sekali melihat zaki semangat makan


Ayok naura...


Ayok kamu juga makan


iya mbak setelah zaki selesai sarapan aku pun juga mulai sarapan sebelumnya aku memberi zaki mainan terlebih dahulu agar zaki bisa bermain di dekatku dan tidak kemana-mana sampai aku selesai makan


zaki lagi asyik bermain,,sambil makan aku pun berbincang-bincang dengan Mbak Mina

__ADS_1


Naura: Mbak Mina tadi Nyonya sama tuan Farel sudah sarapan?


Mbak mina: Nyonya itu sama tuan Farel kalau pagi hanya makan roti sama susu mereka tidak makan nasi


Naura: oh seperti itu ya Mbak oh iya Mbak Mina kalau boleh tau Mbak Mina sudah berapa lama kerja di rumah ini?


Mbak mina: aku sudah lama kerja di sini aku disini sejak Farel masih SMP kelas 3 dan umurku dulu masih 24 tahun dan sekarang Farel sudah menikah sudah punya anak juga aku masih tetap di sini, itu karena orang-orang di sini itu baik-baik semua terutama Nyonya sinta, nyonya sinta itu orangnya baik banget selama saya bekerja di sini nyonya sinta belum pernah berkata kasar padaku apalagi bermain tangan


aku sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan Nyonya Sinta dan bekerja di rumah nyonya sinta


awal mula aku bertemu dengannya Nyonya Sinta itu aku ke pasar membeli bahan makanan ada telur sayur dan lain-lain aku ke pasar jalan kaki dan saat itu aku mau menyebrang tapi tiba-tiba saja ada mobil yang melaju cepat ke arahku sehingga aku pun tertabrak oleh mobil tersebut


untungnya orang yang mengendarainya dengan cepat menginjak rem mobilnya aku tidak tau lagi bagaimana kalau dia lambat menginjak rem nya mungkin aku sudah tiada saat itu juga tapi untunglah aku masih selamat hanya barang-barang ku saja yang jatuh berantakan dan orang yang mengendarai mobil tersebut adalah seorang perempuan yang cantik dia adalah nyonya Sinta


saat itu nyonya sinta pun segera membantu saya untuk berdiri karena waktu itu aku masih syok sembari membantuku berdiri nyonya sinta terus berkata


maafkan saya


maafkan saya


dia mulai berkata apanya yang sakit aku pun memegang lututku yang sakit sekali lututku berdarah dia pun langsung mengatakan mari saya antar ke rumah sakit dan barang-barang anda ini aku akan menggantinya nanti aku pun hanya mengangguk dan saat perjalanan ke rumah sakit nyonya sinta terus mengatakan


maafkan saya yah


saya mengendarai mobil terlalu cepat sehingga saya tidak melihat ada orang yang mau menyeberang untung saja cepat aku rem aku tidak bisa membayangkan kalau aku jadi pembunuh gara-gara mengendarai mobil dengan sangat cepat aku pun mengatakan iya Mbak aku juga disini salah karena menyebrang tidak melihat ada mobil yang melaju dengan cepat

__ADS_1


__ADS_2