
# Xixi **dan Ruo melamar** kerja
# Di kamar
Ruo : xi aku udah cari di google dan aku liat perusahaan H sedang membuka lowongan kerja di posisi manajer keuangan dan asisten manajer keuangan. Kalau kita ngelamar kerja di situ dan keterima kan bisa kerja bareng dan selalu bersama setiap saat.
Xixi : beneran nih, wah kita beruntung banget kita nggak salah milih tempat. Ya udah kita tidur cepet, agar besok pagi tidak kesiangan untuk melamar kerja di perusahaan H. (langsung beres beres kamar dan bersiap siap tidur ).
Ruo : tapi apa kamu nggak berpikir ini terlalu kebetulan? Apa mungkin papa kamu udah tau kamu sama aku pergi ke negara B dan tinggal di kota Z ?
Xixi : Ruo, ini beneran keberuntungan kita tau dan mana mungkin papa tau,emang papa tau apa? aku sama kamu ada di sini. Kalau suruh orang buat cari tau juga nggak bakal cuma beberapa hari aja langsung ketemu paling cepat butuh waktu seminggu, kan jarak nya luar negeri terus kan di kota ini tuh ga ada yang kenal aku sama papa.(panjang lebar penjelasan xixi untuk meyakinkan ruo).
Ruo : iya juga mungkin aku nya aja yang selalu curiga jadi berfikir negatif mulu, hehehe (tertawa kecil). Eh kamu kok tidur gitu aja kan belum selesai diskusi tau :v.
Xixi : putri yang cantik ini butuh tidur lebih awal tau.(berkata dengan matanya terpejam )
Ruo : iya deh terserah (ekspresi wajah yang males buat dengerin kata kata seseorang). aku juga tidur lah.
Xixi : hmmmmm
Keesokan harinya mereka berdua pergi melamar pekerjaan di perusahaan H. Dan Perusahaan H adalah perusahaan No 1 di negara B. Banyak orang yang ingin kerja di perusahaan tersebut karena gajinya besar. Xixi dan Ruo salah satunya. Tapi di tengah perjalanan menuju ke perusahaan H xixi naik taxi dengan seseorang yang tidak ia kenal dan xixi bertengkar dengan orang tersebut.
# Di depan pintu villa xixi
Xixi : ruo perusahaan H kan ada di pusat kota dan itu jauh dari sini. Kita kesana naik apa?
Ruo : naik taxi lah
Xixi : kan disini jarang ada taxi yang lewat. Karena disini jauh dari kerumunan.
Ruo : haduh xixi kan kita bisa jalan kaki dulu sampai di tempat yang ramai dan banyak taxi. Begitu aja kok masih nanya.
Xixi : aih aku nggak kepikiran, tapi kalau kita beli mobil atau motor aja gimana? Kan kalau kita diterima kerja di sana kita harus jalan kaki setiap pagi terus naik taxi dan ongkos taxi itu mahal tau, kamu setuju nggak?
Ruo : enak banget kamu ngomong(nada suara yang mulai marah). emang sih kita tuh masih ada cukup uang buat beli mobil atau motor,tapi itu uang buat persiapan kalau kita ga dapat pekerjaan di waktu dekat dan juga buat keperluan kuliah xixi. Ya udah ayo kita jalan nanti bisa telat.
Xixi : iya aku lupa sekarang kita lagi merantau, ya udah deh ayo kita pergi. (pergi dari villa sambil menggenggam tangan Ruo).
__ADS_1
# Di jalan raya
Xixi : taxi, taxi, taxi( memanggil sambil sedikit melambaikan tangan). Ayo ruo.
Ruo : kamu duluan yang masuk, mama aku menelepon aku mau menjawab telepon nya dulu.
Xixi : oke, aku tunggu di dalam taxi.
# Beberapa menit kemudian.......
Xixi : Ruo, mama kamu bilang apa di telpon? (membalikkan pandangan ke arah yang duduk di sebelah nya).
Xixi : aaaaaaa(kaget dan menjerit). Ka-kamu siapa? (sedikit gugup bercampur kaget dengan nada bertanya tanya). *aduhh dia ganteng banget, tapi ruo mana? Kenapa dia yang ada di sini? *(sedikit kagum namun bertanya tanya dalam hati).
Leo : biasa aja bisa nggak? Bikin kuping rusak aja. (berkata dengan sangat cool).
Xixi : iya ya ya, nih aku tanya baik baik. Dimana ruo kok kamu yang naik taxi? (bicara dengan baik tapi ekspresi wajahnya malas).
Leo : dia masih ada di sana. Nanti supir aku akan nganter dia ke tempat tujuannya setelah mobil sudah di perbaiki.
Xixi : tapi nanti dia telat melamar kerja dan kita nggak bisa satu kantor (wajahnya mulai menunjukkan ekspresi emosi).
Leo : ya terus apa masalah nya?
Xixi : aku dan Ruo ke negara ini sama sama, tinggal bareng, kuliah bareng, dan kerja juga harus bareng lah. Aku sama dia itu sahabat sejati jadi harus selalu sama sama tau! . ( berbicara panjang kali lebar dannn mulai meninggikan nada bicaranya).
Xixi : ih sebel, aku bicara panjang kamu cuma respon gitu aja (menunjukkan wajah cemberut).
Leo : dimana?
Xixi : apanya?
Leo : ngelamar kerjanya lah. (nada yang sedikit gereget).
Xixi : oh (sedikit ketus), di perusahaan H. *ih dia nggak terharu gitu sama cerita aku? Sebel dih cuek banget, aku nggak suka dia, ganteng tapi cuek heh bukan tipe ku*(mengomel di dalam hati).
Leo : mau posisi apa?
Xixi : eh kok nanya gitu? Emang kamu presdir di perusahaan H?
Leo : aku bisa bantu kalian.
Xixi : kenapa?
__ADS_1
Leo : apanya?
Xixi : ihh ya kenapa mau bantuin aku sama ruo? (geregetan).
Leo : jangan geer ya, aku bantuin kalian karena temen kamu udah mau tukeran tempat. Dia yang nungguin mobil aku yang naik taxi.
Xixi : dih siapa yang geer coba, emm..... Emangnya mobil kamu kenapa?
Leo : mobilnya mogok terus aku ada pertemuan penting pagi ini jadi harus buru buru.
Xixi : ketemu sama siapa?*aduh kenapa aku jadi suka kepo sih* (berkata dalam hati). Ehm maaf kalo kepo, ya nggak di jawab juga nggak apa apa.
Leo : mau ketemu sama calon mertua, nggak enak kalau telat tuh.
Xixi : oh (biasa aja). Baru aja calon belum tentu jadi udah ngancurin kebahagiaan orang aja (bergumam).
Leo : Ehmmm...kedengeran loh (kata katanya sedikit sinis).
Xixi : ok, kembali ke topik awal aku mau melamar kerja di posisi manajer keuangan dan ruo melamar kerja di posisi asisten manajer keuangan. Jadi, sekarang juga masih seperti tujuan awal. Aku manajer keuangan dan ruo asistennya.
Leo : ok itu semua bisa diatur.
Xixi : kamu belum Jawab pertanyaan ku tau, kamu presdir di perusahaan H?
Leo : emang kenapa? mau deketin aku biar jadi kaya?
Xixi : ihh geer banget, sok ganteng lagi dan nyebelin bangetttt pula. Maaf kamu bukan tipe ku. (memalingkan wajah ke arah kaca pintu). Eh jawab pertanyaan aku dong!
Leo : iya aku presdir nya. Ih kamu juga nyebelin, bawel, dan sok cantik dih, bukan tipe ku juga. (memalingkan wajah juga).
Xixi : siapa juga yang mau jadi tipe kamu, dan aku memang cantik bukan sok cantik ok!
Xixi : liat tampang kamu jadi keinget dia (bergumam).
Leo : siapa?
Xixi : eh kedengeran lagi?
Leo : keinget siapa?
Xixi : calon suami katanya.
Leo : calon suami siapa? kata siapa?
__ADS_1
Xixi : kata papa, dah ah jangan nanya mulu.
Xixi : *lah ngapa aku jawab si?!* (batinnya)