
Roda kehidupan terus berputar tanpa kita sadari waktu terus berjalan tanpa henti .
Hari berganti hari ,Tahun berganti tahun.
yang tidak mengenal kini menjadi kenal, yang hilang kini tengah ada yang menggantikan .
Kehidupan Putri dan Edward bagaikan langit membelah bumi ,, semua kemustahilan menjadi kenyataan,Karena takdir kehidupan tidak ada yang mengetahuinya selain Pencipta .
Berawal dari kisah yang rumit ,konflik kehidupan yang panjang menguras hati dan pikiran kini Putri dan Edward menikmati buah dari kesabarannya ,mereka di karuniai putri cantik bernama Kiara Pertiwi yang saat ini berusia 10 tahun.
Setelah melahirkan putri tidak lagi mengurusi perusahaan, Perusahaan nya di urus oleh Edward .
Putri hanya menjadi ibu rumah tangga .
Semenjak perusahaan beralih pada Edward semuanya semakin berkembang pesat dan menjadi perusahaan terbaik di negara mereka
Suatu Pagi
" Kiara bangun nak ini udah siang ,Ucap Putri sambil membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Kiara "
" Aduh bunda bersisik deh,hari ini kan hari Minggu ,Saut Kiara sambil mengambil kembali selimut yang di tarik Putri
Perdebatan di mulai seperti biasanya .
Sifat yang di miliki Kiara mirip seperti Edward ketika masa remaja ,namun karisma nya mirip seperti Putri .
Edward yang melihat pertengkaran kedua nya hanya menggelengkan kepala ,dan langsung menghampiri kedua nya
__ADS_1
" Ada apa ini ? kenapa kalian selalu berantem hey " Tanya Edward sambil mendudukkan tubuhnya di tempat tidur king size milih Kiara
" Ini loh liat anakmu sayang ,males sekali dia bangun ,gerutu Putri kepada Edward
" ih ayah ,ini kan hari Minggu ,kebiasaan bunda gak biarin Kia nyantai sedikit aja, kan capek sekolah terus , otak kia harus istirahat ,Timpal Kiara sambil merajuk pada Edward
" Hem mending sekarang Kia mandi ,Ayah sama Bunda tunggu di meja makan, Ucap Edward
" Tapi yah ,,
Sebelum Kiara melanjutkan perkataanya Edward langsung menarik tangan Putri keluar dari kamar Kiara .
" Ih Dasar Ayah sama Bunda sama saja .Gerutu Kiara
" Kia Ayah Dengar apa yang kamu Ucapkan ,Sekarang lebih baik kamu mandi ,Kalo tidak, sepeda kamu ayah kasih sama mang Diman ,Ancam Edward karena tahu bahwa Kiara tidak akan suka barang Favorit nya di Usik .
" Kenapa Ayah selalu mengancam aku ,Batin Kiara tak Terima
Edward pun tersenyum senang setelah menjahili anak sulung nya,Putri yang melihat muka jail Edward langsung mencubit pipinya.
" Sayang Sakit ,Keluh Edward "
" Lagian kamu suka banget jailin Kia ,Timpal Putri
" Seru sayang "Ucap Edward mencubit Hidung mancung Putri
" Sakit tahu , Gerutu Putri
__ADS_1
" Sayang apa kita perlu membuatkan adik lagi untuk Kiara ,Tanya Edward menggoda Putri dengan tatapan genitnya
Tanpa menunggu jawaban Putri,Edward langsung mencium bibir Putri dan menggendongnya langsung Pergi ke kamar mereka .
Setelah itu terjadilah sesuatu (nah loh tahu pastilah apa yang terjadi terjadilah haha)
Kiara turun dari kamar nya langsung menuju ke Ruang makan .
" Lah katanya nungguin Kia di Ruang makan ,tapi kemana Ayah dan Bunda , Ucap Kia bingung melihat Ruang makan nya kosong .
" Kenapa Non kia gerutu sendiri ,Tanya Bi Minah ART
" Bi ,Bunda sama Ayah kemana ,Tanya Kia
" Gak tahu non ,tadi sih,Bi Minah ...
Bi Minah tidak melanjutkan perkataan nya karena tahu bahwa majikan nya mungkin sedang Wik wik hahaha
" Kenapa bi kok gak di lanjutin ngomongnya ,Ucap Kiara
" Hehe nggak non ,Yo wes bibi ke belakang dulu yo non ,Ucap bi Minah karena dalam batin nya lebih baik menghindar dari majikan nya daripada berujung dengan pertanyaan yang tidak ada habisnya
Kiara hanya menganggukkan kepalanya meskipun tahu bahwa Art nya sedang menghindar dari nya
" Ah dasar bi Minah ,Gerutu Kiara
Sedangkan Putri dan Edward tengah beradu dengan Romansa kenikmatan yang tiadatara sampai melupakan anak sulungnya yang kini sedang menyelesaikan sarapan nya sendiri.
__ADS_1