
***
1 bulan kemudian…
Hp aku berbunyi, ternyata mamaku yang menelepon.
“Ada apa ma?” tanyaku.
“Reva, kamu kan minggu depan udah mau lulus nih, kalo kamu mau lanjutin belajar ke perguruan tinggi, kamu lanjutin belajarnya di London ya nak. Soalnya mama sama papa kamu udah kangen banget sama kamu” ucap mamaku di balik telepon.
“Tapi ma….” Ucapku terhenti.
“Kenapa nak, mama ga minta apa-apa kok ke kamu, mama cuma minta kamu kuliah di London biar terus dekat sama kamu Rev.
Mama itu udah kangen bangettt sama kamu itu lho, masa ga mau” ucap mama yang agaknya mulai sedih.
Aku terdiam sejenak…
“Aduhh, gimana nih. Kan aku udah janji sama Clara untuk selalu bersama, aku juga ga mau buat Clara sama mama sedih. Gimana ini?” ucapku panik dari dalam hati.
__ADS_1
“Hmm, kalo aku bilang sekarang sama Clara, takutnya dia malah jadi sedih. Ahh,mending tunggu waktu yang tepat aja lah” ujarku yang lagi berpikir di dalam hati.
“Oh iya, untuk mengenang kenangan yang indah ini, mending aku ajak Clara besok untuk buat time capsul” gumamku dalam hati.
Hari sudah larut malam, kami pun akhirnya memutuskan untuk tidur.
Keesokan harinya….
“Clara, bangun. Jalan-jalan yuk. Lagi weekend ini” ucapku yang bersemangat untuk memulai hari.
“Ahh, tumben kamu kayak gini. Biasanya nggak kayak gini” ucap Clara yang masih baru bangun dengan gaya yang malas.
“Yaelah, gitu aja udah mulai marah-marah. Aku kan cuma bercanda. Bercanda tauu!” ujar Clara.
“Iya-iya. Udah deh, cepetan itu” gumamku.
“Iya, ga sabaran kali sihh!” bentak Clara yang mulai marah juga.
“Iya udah-udah. Ga usah buang-buang waktu untuk berdebat yang ga jelas ini” ucapku.
__ADS_1
“Ok, udah siap nih. Emang kita mau kemana sihh?” ucap Clara yang penasaran.
“Udah, ikut aja deh. Ga usah kepo-kepo kali lah” kataku untuk menjaga kerahasiaannya.
Aku mengajak Clara ke tanah kosong yang lapang.
“Nah, ngapain kita disini?” ucap Clara keheranan karena aku mengajaknya ke tempat yang tidak biasa.
“Ada deh. Kita disini mau main time capsul. Kamu tahu kan?” ucapku.
“Hah? Apa? Time capsul? Gimana tuh? Kayak pernah dengar, tapi ga tau itu apaan, hehe” ujar Clara.
“Itu lhoo, nanti kita tulis harapan yang mau kita lakukan 5 tahun lagi di kertas, terus kita gulung, terus kita masukin kertasnya ke dalam botol, terus itu kita kubur dulu ke dalam tanah, biar gak diambil orang, terus kita kasih tanda biar kita ga lupa dimana kita taro tadi, terus tunggu 5 tahun atau lebih, udah 5 tahun atau lebih, habis itu kita buka deh, terus kita lihat lagi harapan kita, apakah udah terwujud atau belum, itu terserah, terus kita kasih teman yang kita ajak main itu juga boleh. Gitu cara mainnya” kataku untuk menjelaskannya.
“Ooh, aku sekarang dah tau. Makasih ya sahabat” ucap Clara sembari melemparkan senyumnya padaku.
“Iya masama” ujarku sambil membalas senyum Clara.
“Yaudah, terus kita mulai dari mana? Emang kamu udah siapin semuanya?” tanya Clara.
__ADS_1
“Ohh, jelaslah aku udah siapin ini semua. Untuk apa aku ajak kamu kalo aku belum siapin ini semua?” kataku.