JARAK TAK AKAN MEMISAHKAN KITA

JARAK TAK AKAN MEMISAHKAN KITA
Memulai Kehidupan yang Baru


__ADS_3

Clara juga menghampiri kedua orang tuaku.


“Makasih ya oom, tante. Udah kasih Clara tempat untuk tinggal bersama Reva” ujar Clara ke orang tuaku.


“Iya, sama-sama Clara” ucap orang tuaku sembari senyum.


“Claraa, cepat naik ke mobil. Kamu mau ikut gak?” teriak seseorang dari mobil Clara. Itu adalah suara ibunya Clara.


“Iya maa, sebentar nih. Ada urusan sikit sama Reva” teriak Clara.


“Dadah, Reva. Aku pergi dulu. Aku pasti selalu mengingatmu” kata Clara.


“Iya Clara. Aku juga pasti gak akan melupakanmu walau kita terpisah oleh jarak dan waktu” balasku.


Clara pergi ke mobilnya.


Clarapun akhirnya pergi dengan lamabian tangan dan senyum yang manis dari dalam mobilnya.


“Udah kan nak, udah siap kan? ayo kita pergi ke bandara, soalnya kita udah hampir telat nih” kata papa sambil melihat jam tangannya.


“Udah pa, ayo kita pergi sekarang” ujarku.


Akhirnya kamipun sampai di London dalam kurun waktu kurang lebih 1 hari di jalan.


“Wow, ternyata London lebih indah yang kulihat di Internet” kataku.


“Ma, rumah kita mana?” tanyaku.

__ADS_1


“Ohh, iya. Bentar lagi sampai kok, engga jauh dari sini” balas mamaku.


“Nah, ini dia rumah kita” kata mamaku sambil menunjukkan rumahnya.


“Hwaa, bagus banget nih rumah” pujiku.


“Udah, ayo masuk” ajak papaku.


“Wow, dari luar aja udah bagus, apalagi di dalamnya” tebakku di dalam hati.


Benar saja, apa yang tadi kutebak ternyata benar. Di dalam rumah tersebut terdapat lukisan-lukisan yang indah, kamar yang luas, dan arsitektur rumah tersebut sangat indah.


Aku menjalani kehidupan baruku di London. Aku harus bisa beradaptasi dengan linkungan sekitar. Aku harus lancar berbahasa Inggris, harus bisa bergaul dengan teman baru.


Pada suatu saat, aku berhenti berpikir sejenak, menikmati indahnya senja.


Tiba-tiba, aku mengingat kenangan yang tak akan pernah kulupakan, yaitu kenanganku bersama sahabat sejatiku, yang tak terpisah oleh jarak dan waktu. Yaitu kenanganku bersama Clara.


“Hey, don’t keep dreaming” ucap seseorang, dia adalah temanku yang pertama di London, yaitu Smith.


“Hey, you disturb me. You know?” kataku.


“Ups, I’m sorry man” ujar Smith.


“Oh, it’s alright” balasku.


“Ok, let’s go home together” ajak Smith.

__ADS_1


“Let’s go” kataku.


Kami pun pulang bersama.


“Bye, friend” kataku karena rumahku lebih dekat daripada rumah Smith.


“See you tomorrow” balas Smith.


Akupun masuk ke kamar, lalu menginat lagi masa laluku bersama Clara…


“Nak, kamu lagi ngapain nak?” terdengar suara yang mengacaukan pikiranku.


“Ehh, ga lagi ngapa-ngapain kok maa” jawabku.


“Ohh, yaudah. Ayo makan, udah malam ini” ajak mamaku.


“Iya ma, bentar lagi aku datang ke sana” ujarku.


Clara, walaupun kita terpisah oleh jarak dan waktu, tapi persahabatan kita tak akan pernah terpisah oleh jarak atau waktu.


Dulu aku rindu orang tuaku. Tapi sekarang, aku rindu sahabat sejatiku, Clara.


Aku harap kita bisa bertemu lagi.


Aku harap kamu dan orang tuaku berada pada satu tempat yang sama, supaya kita bisa bermain seperti yang dulu lagi.


Clara, walau kita terpisah oleh jarak dan waktu, tapi persahabatan kita tak akan pernah terpisah.

__ADS_1


Kita tetap bersatu di dalam hati


JARAK TAK AKAN MEMISAHKAN KITA


__ADS_2