
Hari-hari berlalu dengan cepat, waktu berlalu tanpa siapapun tahu untuk siapa sebenarnya perasaan Ara.
sekolah berakhir dengan puncaknya, setelah seluruh siswa di nyatakan lulus.
Acara kelulusan di selenggarakan dengan khidmat dan penuh bahagia, tampak gadis muda itu memakai stelan kebayanya, tubuhnya anggun di selimuti pakaian khas Indonesia itu. wajahnya berseri di padukan dengan senyum lebarnya membuat hangat para mata yang melihat.
Ara berjalan lembut dengan tampilan high heels polos namun terkesan mewah itu, tangan nya memegang seikat bunga, matanya penuh bahagia.
Ricky berjalan menuju sosok sempurna yang di pandangi nya sedari tadi. lengkap dengan stelan jas nya, langkah kakinya hangat di padu padan kan dengan suara pantofel hitam miliknya.
"Ara kan?? " seru Ricky dengan tatapan kagum " ya ampun Ra, aku kirain tadi siapa kok cakep banget ! " sambung nya lagi.
" apaan sih ky, aku udah dandan lama banget biar bisa kaya gini. oh iya emang aku cakep dong, dari lahir kalo itu mah " jawab Ara dengan penuh semangat.
" hmm, iya deh asal kamu senang aja " seru Ricky mengiyakan rasa percaya diri Ara.
" ya udah sini aku gandeng kamu biar aku ada temen nya ke sana, agak ribet nih pakai high heels nya. kan jarang banget " tegas Ara yang menarik tangan Ricky kemudian bergegas menuju tempat seluruh siswa berkumpul.
Sepanjang jalan, sepasang sahabat itu tampak begitu serasi. Ricky yang bertubuh macho dan lebih tinggi dari Ara terlihat seperti sepasang kekasih.
Dari jauh, sepasang mata menyelidik ke arah keduanya tanpa henti, matanya menunjukkan kekaguman pada gadis yang di pandanginya.
__ADS_1
ya, siapa lagi kalau bukan bintang.
tidak banyak ekspresi yang di tunjukkan pemuda tampan itu, bintang melangkah menuju tempat utama acara.
para gadis menyapanya semangat, sesekali ada yang menawarkan untuk duduk bersama. bintang menolak dengan senyum tipisnya, dia lebih memilih duduk di pojokan dengan tujuan sedikit berjarak dari keramaian.
tapi matanya masih tertuju pada gadis itu seolah ada yang ingin di sampaikan.
sesekali bintang tersenyum melihat tingkah imut Ara dari kejauhan, bahkan hingga akhir acara tidak ada satu patah katapun yang berhasil ia ungkapkan.
Acara kelulusan berjalan dengan sempurna, Ara pulang di antar oleh Ricky dengan mobil yang ia kemudikan,
" Apa rencana mu setelah ini Ra?? " Ricky memulai percakapan dengan serius kali ini.
" dimana?? " sahut Ricky selidik.
" di Semarang ky, aku ambil jurusan sastra. aku pengen ngejar mimpi ku jadi penulis. emang kamu ga kuliah ? " Ara balik bertanya.
" aku pengen jadi brimob Ra , beberapa bulan lagi ada seleksi Akpol aku mau daftar " jawab Ricky ke Ara dengan nada pelan.
" loh bukan nya kamu mau kuliah ya?? kok kamu gada bilang ke aku. lagian aku juga ga pernah tau kamu latihan, tahu kamu olahraga juga jarang." tanya Ara lagi penasaran.
__ADS_1
" ya kan ga harus bilang-bilang Ra, yang terpenting aku do'ain yang terbaik buat kamu,dan semoga lancar terus untuk urusan kuliah mu. sering-sering kabarin aku ya Ra, aku mungkin bakalan jarang ngabarin kamu, tapi aku usahain deh supaya ada kabar terus " nasihat Ricky ke Ara.
Tidak ada percakapan lagi setelahnya, gadis itu hanya mengangguk tanda bahwa dia menyetujui permintaan lelaki di sebelahnya. mobil yang di kemudikan Ricky berhenti di depan rumah milik keluarga Ara,
Ara membuka pintu dan keluar dari dalam mobil tersebut, tidak lupa mengucapkan terimakasih sembari pergi masuk kedalam rumah.
Ricky bergegas pulang ke kediamannya. kali ini jelas bahwa hatinya semakin menggila, di dalam mobil sesekali dia mengusap wajahnya kasar.
Sampai di rumah, Ricky memarkirkan mobilnya, bergegas masuk kedalam rumah.
ini adalah istana miliknya, mewah tapi tidak sempurna untuk urusan kasih sayang.
Ricky melewati ruang tamu, melangkah ke arah kamar. di dalam kamar, Ricky membersihkan dulu dirinya. ia mandi dengan air hangat membilas tubuhnya. setelah selesai dia berbenah kemudian menghempaskan dirinya di ranjang, menghela nafas panjang dan meraih handphone dan membuka salah satu aplikasi. dia membuka obrolan terakhir kali dengan sahabatnya, kemudian mengetik beberapa pesan.
Bzzzz, satu pesan masuk ke handphone milik Ara.
Ara yang duduk di meja rias tengah bersiap memakai serum di wajahnya, meraih handphone di sebelahnya. terlihat dari atas layar tertulis nama Ricky Prayudha, Ara mengetuk tab pada layar berbentuk telepon kemudian membaca obrolan.
" Ra, kalau nanti mau berangkat ke Semarang jangan lupa mengabari ku ya. biar ku temani sampai ke bandara. " pesan Ricky ke Ara.
" oke, semangat untuk latihan mu. " jawab ara singkat, kemudian meletakkan lagi handphonenya. melanjutkan perawatan pada wajahnya kemudian memilih tidur melepaskan lelahnya.
__ADS_1
meski kadang hari berlalu cukup singkat, beberapa orang punya alasan untuk melewatinya. sebagian lagi memilih tidak menciptakan apapun agar tidak menyakiti hati sendiri.
sebenarnya, ada banyak yang perlu di selesaikan dalam satu waktu agar mudah menjalani waktu yang lain. tidak ada yang tahu seberapa banyak waktu yang kita habiskan, satu-persatu jangan terburu. ga semuanya bisa di wujudkan dalam satu malam.