Jatuh Cinta Kepada Tuan Mafia

Jatuh Cinta Kepada Tuan Mafia
Chapter 5


__ADS_3

Di rumah sakit chila masih setia menunggu neneknya yang tak kunjung bangun pasalnya sudah seminggu neneknya tak bangun bangun


"nenek nenek kenapa tak bangun bangun apa nenek tak kangen dengan ku nek hikkssss...."ucap chila seduh


beberapa menit kemudian Tori datang


"bagaimana chil keadaan nenek?"tanya Tori cemas


"yahhh seperti inilah paman"jawab chila


"Bu kenapa denganmu tak kunjung bangun"ucap Tori dalam hati


sesaat kemudian chila merasa jika tangannya bergerak eh bukan tangan neneknya chila pun memastikan dengan menatap tangan neneknya terus ia pun langsung berkata


"nenek nenek bangunlah aku ada di sini"ucap chila


"paman panggilkan dokter aku merasakan tangan nenek bergerak"tambhanya


"apa maksudmu chil"tanya Tori bingung.


"sudahlah paman cepat panggilkan dokter nenek akan siuman" ucap chila melihat pamannya tak kunjung berjalan ia pun berjalan menemui dokter tetapi saat chila kembali ia melihat dokter sudah ada di sana


"dok..dokterr...huffff. sejak kapan dokter di..di..snii"ucap chila


"hissst mengapa kau berlari kan Disni ada bel untuk memanggil dokterr"ucap Tori dg memijat pelipisnya tak habis pikir degn keponakanya


"hehehe maaf paman aku terlalu senang,,


bagimana dokter keadaan nenek"ujar chila

__ADS_1


"nek Setyo sudah membaik"ucap dokter


"tapi mengapa nenek tak sadar?"tanya chila


"membutuhkan waktu untuk itu mungkin 2 jam lagi ia akan siuman"ucap dokter


"apa iyaa dokk??"ucap chila dengan sedih campur gembira


"iya jadi anda tunggu saja nona"ucap dokter itu dan beranjak pergi


dreetttt.....dret.......drettt....


siapa handphone berdering


"tuan Yoshua? apakah dia---"ucap Tori dalam hati


"iyaa tu..tuannn yosh ada apa?"tanya Tori berbata


"ohohohh apakah anda lupa jika anda memiliki hutang? jadi bagimana mana tuan TORI SLIER"ucap Yoshua


"emmm ituu tuan keponakan saya sudah setuju emmm dan anda bagimana?"tanya Tori ragu


"setuju??"ucap Yoshua menaikkan sebelah alisnya


"emmm iyaa soal dia akan menjadi jaminan"ucap Tori


"ohh?? apakah saya bisa melakukan apa saja dengannya?"ucap Yoshua dengan senyum smrikk nya


"ohh yaa tentu egh"ucap Tori yang langsung asal ceplos

__ADS_1


"wahhh apakah benar saya boleh melakukan sesuka hati saya jika anda tak mampu melunasi hutang mu?"ucap Yoshua


"hmmm ya tetapi tolong jangan lukai dia tuan"ucap Tori ragu


"hhmmmm sangat tidak menantang tapi boleh juga"ucap Yoshua


"Mak...maksud tu...tuann??"tanya Tori was wass


"tak apa pokoknya kirim dia besok ke alamatku"ucap Yoshua


"ta...taa....tapii tuan chila masih sedang menunggu neneknya sedang sakit tuan mmmm saya rasa aka----"ucap Tori terpotong


"saya tak peduli pokonya kirim dia bsk"tegas Yoshua


"baik kalau itu saya usahakan"ucap Tori panggilan pun di matikan oleh yoshua


POV Yoshua


disisi lain Yoshua sedang menatap foto chila dengan seksama


ia mengingat betapa baiknya dulu chila mau menolongnya saat ia terserang oleh musuhnya dan chila memberanikan diri untuk membawanya ke rumahnya


"hmmm tak kusangka ternyata dirimu ketemu juga baby"ucap Yoshua dalam hati "tinggal menunggu besok betapa beruntungnya aku"


tokkk....tok.....tok....


"masuk"ucap Yoshua segera menyimpan foto itu


"yosh aku sudah menyelidiki kasus yang kemarin kau berikan"ucap rey

__ADS_1


__ADS_2