Jhen

Jhen
(04)


__ADS_3

"aysssss kepala gua kox sakit ya"


"Jhen Lo gaxpapa?"


"ehh...so..sooryy raf,gua panggil Rafa ajah ya"


yah ini lah akhir yang harus seorang Rafa telan,bagaimana bisa Rafa berharap kenangan 2th lalu kembali kini,ahh bodohhhhh....yah Rafa menggerutu dirinya sendiri dan untung nya Jhen tak mengetahui itu


"oh iya boleh kox😁"


cengir Rafa yah walaupun kalian pada tau kan


terkadang senyum paling indah di tampilkan adalah topeng penutup luka terdalam yang di rasakan.


andai ajah Lo tau Jhen gua nyesel banget atas kesalahan gua dulu,maafin gua Jhen


"eh yah raf,gua duluan,bye!


Jhen langsung berlenggang pergi Tampa menunggu jawaban dari Rafa


"udah raf Lo yang sabar,pasti akan ada hikmahnya"timpal Rizki yang nggak tau datang nya sejak kapan atau dari mana


kan aneh banget tuh orang😊


"hemm"


Rafa langsung pulang menghiraukan Rizki yang entah la ekspresi macam apa yang ia pakai saat ini


*di rumah Jhen


"yuhuuuuuuuuuuuuu.......Princessa jhennnnnn pulannggggg!!!!! mamiiiiiiiiii abangggggggggg papiiiiiiii yuhuuuuuuuuuuuuu......."


yah begini lah Jhen yang sesungguhnya berbeda 180derajat dari sekolah


kalo di sekolah Jhen terlihat ingat hanya terlihat bukan berarti iya ,terlihat anak baik,sopan,pendiam,pintar so pasti,namun di luar rumahh...


ntar aja lah bahas nya wkwkw


"aduhhhh dekkk Abang lagi istirahat tauuu"

__ADS_1


sahut sang Abang yang yahh..


wajah² kex baru idup hhhhhh.


"adekkkk ini tuh rumah sayank bukan utannn"


yah gitu lah nyokap Jhen suara aduhai nyaa mengalahkan toa masjid hhhhh


"hehe pisss Jhen mah gak maksud mii"


rengek Jhen sambil menampilkan pipi oyesss nya yang mengembung


"ua uah Abang mau lanjut tidur,dah mi,dah adek laknat"


"abanggggg"


"apa sih dek,Abang lama2 budek ni"


"ikut😁"


"kemana coba,kan Abang mau tidur dek"


"iya"jawab Alden sambil memandang malas adek terrrrcerewet nya ini


"yeiyyyyyy,mami Jhen tidur bareng bang Al yah miiii,dadah mami"


Jhen langsung pergi setelah mencium pipi sang mamii


"huuu dasarrrr anak perempuan,untung sayang coba kalo nggak uda gua gibeng Lo Jhen"


*di kediaman keluarga gretez


"maksud anda mengirim saya kembali ke indo- apa?"


"cukup saya itu Dedi kamu,bicaralah yang sopan sebagai anak!"


"yayaya saya tau itu,lantas apa hubungan nya anda mengirim saya kembali?,bukannya jika saya di luar negri dan jauh dari anda,anda akan bahagia?"


"Axel !!!!!"

__ADS_1


kini momi nya yang mengambil suara karna ia tau suami dan anak nya ini tak akan berhenti berdebat jika tak di hentikan


"em"


"Axel momi nggak pernah ngajar kamu bicara kurang ajar sama Dady kamu nak,Dady kamu mengirimkan kamu ke luar negri 2th lalu cuma untuk kebaikan kamu nak"


"kebaikan apa mom?,mom tau aku hampir gila,aku kehilangan dia hiks....hikss"


"momi tau sayang tapi kecelakaan itu tidak bisa di hindari,kau tau tak ada yang pernah tau kapan maut akan menghampiri kita sayang"


yah rasa sakit yang Axel rasakan juga mominya rasakan,bagaimana tidak tak hanya dekat namun momi juga sudah mengganggap dia sebagai putri nya


"mom apakah dia akan kembali"


Axel menunduk dan menyeka air mata yang tak hentinya lolos begitu saja Tampa ia minta


"kamu laki-laki Axel dan kamu penerus keluarga GRETEZ jadi kamu harus tetap hidup nak"


tegas Dady yang sebenarnya juga merasakan keterpurukan putra semata wayang nya ini


"hahahahhaha iya dad iya,Axel hidup hanya saja jiwa Axel udah matiiiii"


axle tertawa miris beriringan dengan air mata yang tak henti menetes.


melihat putranya yang sangat2 rapuh momi nya langsung menarik Axel ke dekapan nya dan mengelus pundak putra semata wayangnya ini


"xel... yang kuat ya nakk yakinlah takdir tuhan itu yang terbaik sayang"


getir momi tak urung airmara pun jatuh


"mom Axel nggak bisa bertahan Tampa dia mom"


"Axel besok kau mulai sekolah di SMA WIGEZ


kamu mulai dari awal xel,ingat tak menutup kemungkinan dia masih hidup xel"


mendengar ucapan sang Dady Axel menjadi sedikit hidup,yah setidaknya keluarganyalah yang juga masih mengganggap dia masih ada


"baik dad,Axel akan kembali"...

__ADS_1


__ADS_2