Jubah Merah

Jubah Merah
Perlawanan terahir.


__ADS_3

"Dario! pusatkan pikiranmu! Jangan menyerah, Pak Narto sudah dibawah" terdengar bisikan datang ketelinga Dario.


Dengan sisa sisa tenaga Dario merangkak mendekat kepistol yang tergeletak dilantai. Karatzi memandang kearahnya dengan sinis, ia bahkan tertawa melihat Dario yang merangkak lemah.


Tiba tiba pintu terbuka, Pak Narto berdiri didepan pintu Dario melihat pak Narto membacakan sebuah ayat al Qur'an dan ia mengangkat sebuah Benda mirip sebuah buku kecil.


Dari buku itu ada cahaya yang sangat menyilaukan menerangi seluruh ruangan. Alexir yang berdiri disamping Karatzi tidak kuat menghadap sinar putih itu, ia menjerit seperti kepanasan. Dengan sekali kepak sayapnya terbentang dan loncat kelangit langit kamar selanjutnya hilang.


"Alexir! Jangan lari!! Aku ada bersamamu!!" teriak Karatzi. Tapi terlambat, Alexir sudah tidak kuat sedikit saja ia bertahan tubuhnya akan terbakar.


Karatzi marah atas kehadiran sosok manusia dipintu itu, ia mengangkat kedua tangannya..wajahnya telah berubah menjadi seperti kambing besar dan tanduknya tegak keatas. Sayapnya melebar dikiri dan Kanan tubuhnya.


Pak Narto kembali membacakan sebuah ayat kini lebih keras, sinar putih itu menerjang tubuh Karatzi dan kini seakan membungkus tubuh berwarna hitam yang besar itu.


Terlihat Karatzi mencoba mengibaskan sinar putih yang kini menjadi asap tebal mengelilingi tubuhnya.


"Hai setan!! Enyahlah dari muka bumi! Kembali kedasar alam neraka!! Demi Allah akan kubakar tubuhku!!" terdengar teriakan Pak Narto.


Sebuah teriakan keras keluar dari mulutnya, matanya melotot, tubuhnya yang besar bergetar kencang. Ia tak kuasa melawan sinar itu, berulang Kali ia mengibaskan sayapnya. Namun setiap kali ia gerakan justru seakan sinar itu menyedot kekuatannya.


Pada ahirnya ia sudah tidak sanggup dengan teriakan melengking sosok itu lenyap dari pandangan.


Ratna yang melihat kejadian itu berteriak histeris, ia mengangkat pisau belatinya dan berlari kearah Pak Narto. Tiba tiba...


Dhar Dhar Dhar!


3 tembakan terdengar dari arah belakang, Dario terlihat sambil duduk melepaskan tembakan. ternyata dengan sisa kekuatan ditubuhnya ia berhasil meraih pistol dan menembak Ratna.


Tubuh Ratna sempat bergetar hebat dan roboh, Pak Narto yang kaget bukan main dan tidak menyangka akan ada serangan dari Ratna berdiri sempoyongan. Ia berjalan pelan pelan kearah Ratna yang tergeletak.


ketika sudah sangat dekat, tiba tiba Ratna bangkit lagi dan menghunus pisau belatinya. Pak Narto tidak sempat mengelak.


Pisau belati itu masuk keperut Pak Narto yang hanya bisa melototkan matanya..Namun lagi lagi 2 peluru melesat dari pistol Dario.


Kali ini pas kena kening wajah Ratna, ia tewas seketika, melepaskan pisau belatinya yang tertancap diperut pak Narto.


Dari lantai atas terdengar banyak suara langkah kaki berlari memasuki rumah. Terdengar juga teriakan orang.


"Polisi! kami polisi!!"


"Kebawah! Aku dengar suara tembakan dibawah sana!" seseorang berteriak sambil mengacungkan pistol.


Mereka terkejut melihat kondisi Patriot yang terkapar tidak sadarkan diri dipojok dekat tangga. Namun yang paling kaget ketika melihat Dario apalagi pak Narto. Kini laki laki setengah tua itu terduduk menyender ketembok dekat pintu dengan sebuah belati masih tertancap diperutnya.


"Cepat call ambulan!" teriak pak Bira yang jongkok disamping pak Narto.


Pada saat itu Tania dan Nani keluar dari satu pojok kamar, mereka mengangkat tangan tangan mereka keatas pertanda sudah menyerah.

__ADS_1


"Kalian siapa?!" Tanya pak Bira.


"Kami pembantu bu Ratna" jawab Tania dengan suara gemetar sambil menunjuk kearah sosok wanita yang terbujur kaku dengan banyak luka tembak dikepala dan tubuhnya.


"Borgol mereka!" tegas pak Bira memberikan instruksi kepada anggota penyerbu.


"Lainnya,bantu pak Dario !"


Pak Bira berdiri dan mengitari kamar itu, sebuah kamar yang mengerikan..2 mayat laki laki tergeletak ditempat tidur dengan tubuh mereka yang sudah tidak utuh. Darah berceceran dilantai dan juga ditempat tidur. Hampir saja ia muntah.


Ia melangkah kesebuah kursi, disana ada sebuah Jubah berwarna merah. Dengan sarung tangan plastik pak Bira mengangkat. Yuck! perutnya mules mencium jubah itu. Bau anyir darah merebak keluar dari sana.


Dalam waktu singkat 2 ambulan telah sampai, langsung mereka mengadakan evakuasi kepada para korban.


Ketika diangkut kedalam mobil ambulan, Dario sempat melihat kerumunan orang diluar rumah. Mereka berdesak desak ingin melihat ada apa yang terjadi.



"Dario, selamat congrats! Kamu sudah membongkar misteri kriminal sepanjang sejarah kepolisian!" ucap pak Muryanto ketika menjenguk Dario dan lainnya dirumah sakit.



"Terima kasih bapak, yang paling berjasa adalah Pak Narto kalo saja tidak dibantu Maka Saya pastinya sudah jadi mayat"




"Iya pak, yang penting mereka bisa kita brantas"



"Istirahat dulu pa Dario, Nanti saya kembali menjenguk..oya Ada 2 anggota polisi yang menjaga diluar kalau perlu apa apa tinggal bilang kepada mereka"



"terima kasih pak"



"Kamu tau apa yang harus kamu lakukan sebentar lagi" bisikan itu datang kekuping.


"Ya" gumam orang yang menerima bisikan.


Ia memegang sarung pistolnya dan Minta ijin kepada rekannya untuk ke kamar toilet.


"Ya tenang aja, aku disini jagain hehe" ucap rekannya.

__ADS_1


Kedua orang yang sedang berinteraksi itu ternyata 2 anggota polisi yang sedang ditugasi untuk berjaga didepan kamar Dario.


Satu orang penjaga yang mendapatkan bisikan langsung masuk kedalam toilet, disana ia langsung mengkokang pistolnya dan memandang peredam suara kemudian langsung pistol itu diselipkan kedalam jaketnya.


"Bang.." katanya lagi ketika mendekat kerekannya.


"Dah beres? Hehe" jawab rekannya.


Tiba tiba laki laki itu mengeluarkan pistolnya dan menembak rekannya dari jarak sangat dekat.


Jret Jret!


Seketika petugas malang itu ambruk, dengan sigap laki laki itu menangkap tubuh rekannya dan ia oaoah kearah tempat duduk. Disana ia posisikan tubuh petugas sehingga orang tidak menyangka ia telah tewas. Ia membuka Jaket dan menutup dada korban yang mulai mengeluarkan darah segar.


Dengan cekatan ia masuk kekamar Dario, pistol terhunus kedepan. Ia mendatangi tempat tidur, nampaknya Dario tidur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Ia mendekat dan meletakkan ujung pistol dikepala Dario.


Jret Jret Jret!


3 tembakan ia lepaskan. Namun ia kaget melihat tembakannya mementalkan kain! Bukan darah segar, ia membuka selimut itu, ternyata hanyalah gundukan bantal bukan kepala Dario!


Tiba tiba dari arah belakang ia mendengar teriakan keras, Dario melompat dan mengalungkan tali Morden yang telah dilepaskan keleher laki laki itu.


Mereka bergumul dilantai, tubuh laki laki itu cukup besar. Hampir saja Dario kewalahan, Dario terus mengencangkan jeratan tali keleher. Hingga ahirnya orang itu lemas dan mati kehabisan udara.


Dengan terengah engah Dario berdiri dan lari keluar kamar. Beberapa dokter dan sister yang melihat Dario langsung mengontak sekuriti dan beberapa polisi yang berjaga diluar rumah sakit.


Suara kehebohan menggila, "Ada pembunuhan! Ada pembunuhan!" teriak orang orang.


...~...


Hari itu juga Pak Rahim Kabareskrim pusat terbang ke Surabaya, ia didampingi pak Muryanto dan jajaran Kapolda memeriksa secara intensip kepada para pelaku yang masih hidup.


Tania dan Nani mengatakan bahwa Sudarmo, polisi yang Dario bunuh dirumah sakit adalah anggota terahir dari komplotan pengikut Ratna. Ternyata Sudarmo adalah kekasih gelap Tania, ia adalah algojo terahir yang memang ditugasi untuk melakukan pembantaian apabila semua opsi sudah habis.


Hari itu juga Pak Muryanto menggelar pemeriksaan ulang kesemua TKP setelah jumpa pers.


...~...


Kerumunan masyarakat membludak ketika olah TKP diadakan, apalagi ketika sosok Dario diketengahkan. Masyarakat ingin melihat siapakah sosok reserse Dario yang kini menjadi terkenal itu.


Seorang wanita dengan kaca mata hitam berambut panjang sebahu memperhatikan semua pegelaran itu dari bawah sebuah pohon.


"Kamulah penerus Ratna, beli rumah itu dengan duit yang sudah aku masukan kerekeningmu"


"Baik lord Karatzi, aku sudah tidak Tahan ingin menemuimu" bisiknya....

__ADS_1


...T A M A T...


__ADS_2