Julid

Julid
Sushi


__ADS_3

...◇◇◇...


Si sinilah mereka. Resto bertemakan Jepang dengan sajian sushinya yang terkenal.


Haris aja sampai kagum dengan dekorasinya. Dia tu langsung, "wah, vibes anime."


"Wah, vibes anime."


"Wah, vibes anime."


Ya gitulah setiap kali mereka masuk buat memilih tempat duduk. Bahkan nih ya, ada cosplayer mbak Komi juga(>,<)


Waifu barunya Haris eueu.


Mau minta foto malu sama Irine Helda:'v takut dikatain wibu:'v Akhirnya yah cuma dadah-dadah kecil aja. Padahal ada mamah Yor sama Anya juga:(


Jadi awalnya tuh gini. Kan si kakek narik mereka bertiga masuk mobil, nah si kakek langsung nanya, "mau makan apa nih?" dia melirik ke Irine.


Eh Irinenya malah melempar tatapan ke Arga, sedangkan Arga yang bingung cuma bisa natap Haris yang baru saja nutup pintu mobil. Mana pelan bet lagi-,-


Takut lecet Haris tuh:(


"Eh? Apani?"


Begitulah reaksi Haris waktu tau mereka pada natap dirinya kayak zombie kelaparan:'v


"Mau makan apa?" tanya si Arga.


Terus dengan ide cemerlang Haris, dia tuh langsung bergaya kayak Naruto mau ngeluarin jurus, sambil bilang, "tebak aku pengen makan apa?"


Eh si kakek excited banget langsung menebak, "burger!!"


"Pizza?" tebak Arga. Ga yakin sih. Tapi ikut ajalah.


"Ah engga. Shabu-shabu? Bener kan?"


"Takoyaki?" tebak Arga lagi.


"Taiyaki?!" sergah si kakek.


"Spaghetti kali?" tanya Arga malah ikutan kepo.


Si kakek auto geleng cepet. Terus natap Arga, "anak jaman sekarang makanannya apa sih?"


"Donat?"


"Yakali cuma donat," balas si kakek jengah. Tapi masih kepo.


"Plis. Ini gada yang kepikiran pecel apa nasi padang gitukah??" batin Haris heran sendiri. Apakah mereka tidak mengenal betapa nikmatnya nasi padang lauk lele beserta kawan-kawannya?


Atau pecel dengan segudang sambel kacangnya? Ish dasar orang kaya-,-


Terus beberapa saat kemudian, Irine berucap, "ehm, sushi mungkin?"


"YEY!! BENAR!!" balas Haris girang banget.


Padahal aslinya cuma ngeiyain aja biar cepet milih makan apa. Sekaligus membahagiakan mbak doi ehe.

__ADS_1


Tapikan kenapa harus sushi? Kenapa tidak menebak mie ayam kek atau seblak. Kan Haris ga perlu menguras mental, jiwa dan raga buat melawan amisnya makanan mentah eueu.


Taukan telor setengah mateng aja Haris anti banget.


Eh pas dia liat muka Arga juga sama-sama keringat dingin. Ga yakin bakalan gimana. Tapi yang namanya rezeki jangan ditolakkan ya? Akhirnya Haris sama Arga duduk sebelahan pake muka melas.


Si kakek sama Irine mah girang aja.


Eh Harisnya kena senjata makan tuan. Bahkan sedari awal mereka duduk, Arga komat-kamit menyumpahserapahi Haris.


"Ya maap bro, gue kira bakalan nebak nasi padang," bisiknya waktu si kakek sama Irine sibuk mengambil piring-piring sushi yang terus berputar.


"Ngapain diiyain Irinenya?"


"Namanya juga menghargai rek. Iyain aja biar cepet," balas Haris melas banget pas datang di hadapannya kayak nasi kepal terus atasnya ada udang masih gerak-gerak.


"Ayo cobain, menu terlaris resto ini," ucap si kakek setelah nyodorin makanan itu.


Awalnya Haris ga yakin. Bahkan Arga udah cekikikan sampai ngik-ngik gitu waktu liat muka Haris kayak nahan berak. Tapi kalo di tolak kasian si kakek, mana terlihat seneng banget lagi.


Akhirnya dengan jiwanya yang udah lemes, lesu, lunglai, Haris melahap dalam satu suapan.


"Gimana?" tanya si Arga.


Ish, ni cowo kepo bat sih. Di kunyah juga belom-,-


"Enakkan?" tanya si Irine. Mana senyum manis pula:(


Terus dengan cepat Haris kunyah. Ga Haris rasain rek. Main telen aja kayak ular:'v "wah, enak," jawab Haris boong banget:'v


Arga juga cuma haha-hehe aja. Bahkan dia belom makan satupun-,-


Cih dasar penghianat.


Sampai dua jam mereka di sinipun, Haris cuma makan tiga. Duanya aja dia makan yang atasnya telor manis itu. Menurut Haris yang paling cocok sama lidahnya.


Pas mau ambil lagi, Arga langsung, "rek. Bayarnya perpiring. Jangan boros," bisiknya pelan sambil nepuk pahanya Haris.


"Lah iyakah?" kagetnya si Haris.


"Hooh. Gue pernah diporotin sama temen gue di tempat ini," balasnya malah curhat.


Alhasil Haris jadi gak enak mau makan lagi. Padahal baru aja nemu makanan yang cocok:(


"Lah kok udah? Sini aku suapin," ucap Irine sambil siap menyuapi Haris sashimi.


Walaupun agak ragu, plus ga enak sama Arga, yah walaupun mukanya ngeledek banget, Haris menerima suapan sang Irine Helda dengan bangga dan lapang dada.


Mengabaikan bau amis yang padahal aslinya ga amis-amis amat. Harisnya aja yang alay n lebay-,-


"Ehe. Enak," balasnya sambil haha-hihi yang pengen banget Arga colok pakai sumpit. Songong amat jadi budak-,-


Eh setelah itu, Irine menyuapi Arga juga ternyata:( Ga jadi bangga deh:(


Bedanya kalo Arga varian inari sushi.


Hariskan juga mau itu:( Soalnya dia suka tahu:( akhirnya dia cuma manyun gemoy aja. Sampai si kakek pesen shabu-shabu, Haris aja masih manyun.

__ADS_1


Terus dengan enteng dia ngomong gini, "kenapa orang-orang memesan makanan panas jika ujung-ujungnya mereka dinginkan?"


Sejak saat itu. Rasa ingin nyolok Haris pakai sumpit auto berkobar. Bahkan Arga udah ancang-ancang buat menancapkan ujung sumpit ke mata sipitnya Haris.


Gada malu pisan ni orang:(


Udah ditraktir malah ngelunjak;(


Tapi si kakek malah ketawa girang. Membenarkan ucapan Haris:( Bahkan Irine Helda juga:(


Arga jadi merasa tersingkirkan saat mereka haha-hihi dengan jokes ala bapak-bapak milik Haris:(


"Apakah iya cowo ganteng kalah sama cowo humoris?" tanya Arga pakai telepati ke mangkuk di depannya.


Tapi masalahnya, pede amat Arga sampe menyebut dirinya ganteng-,-


...◇◇◇...


Nah setelah selesai makan, walaupun Haris masih laper banget, mereka pulang.


Melintasi jalan panjang kembali menuju Magelang.


Ya walaupun gada yang istimewa sih selain Irine yang terus-terusan ngefotoin mukanya Haris yang ngowoh pas tidur.


Kata dia, "gemes banget."


"Sebenernya selera cewe tuh gimana sih?" Heran Arga di dalam hati ampe dongkol banget.


Apakah cowo penuh aib dengan perut bapak-bapak? atau cowo modelan mas Dilan dengan motor kecenya?


Atau modelan bapak-bapak berdasi dengan kumis tebel? atau gimana sih ga mudeng Arganya.


Merasa terhina perut enam kotaknya-,-


"Kamu ini, kasian Harisnya," ucap si kakek.


"Gemes kek hehe," balas si Irine masih haha-hihi.


Eh si Arga jadi julid dong.


Ish gemes apanya sih hah? Muka ngowoh otw ngiler gitu-,- Apa sih istimewanya Haris?!


Sampai bingung Arga.


Kok bisa sih Irine Helda kecantol sama muka pongahnya Haris? Kok bisaa?!! Eueueueu.


"Heldaa jangan belok dari gue dong ueueu," batin si Arga otw nangis.


...◇◇◇...



...Ngapa lo, iri?...


...-batin Haris yang aslinya ga tidur-...


...◇◇◇...

__ADS_1


__ADS_2