
mobil pun memasuki area pemakaman, ketika mereka sampai disana. Aurora langsung berlari ke luar dari mobil dan melihat peti kak Mike di turunkan dan di masukkan menuju tanah, Aurora berteriak histeris dan ingin ikut masuk juga, untung angga yang paling depan melihat Aurora saat ingin ikut masuk dan menarik Aurora kemudian memeluknya.
lepasin kak, aku mau lindungi kak Mike.
kamu mau melindungi bagaimana maksudnya.
dengan kamu ikut kedalam, kalo Mike masih hidup dia gak akan mungkin mau lihat kamu begini, yang mau Mike selalu lihat adalah kamu yang selalu bahagia dek.
hu hu hu hu, kak Mike bakalan sendirian di situ,
aku cuman mau temani kak Mike
Mike pasti mau kamu terima takdir ini, walaupun kita semua tahu, begitu berat saat mengetahui kejadian ini, jangan terus bersedih ingat mami juga, mami juga pasti akan tambah sedih kalo kamu selalu membuat nya semakin tidak menerima takdir ini.
Setelah kuburan Mike tertutup, Angga melepaskan Aurora yang terduduk di samping pusara kak Mike, memegang nisannya sambil menangis, kamu pasti kedinginan disini kak, sendirian gak ada teman, aku gak bisa dengar suara kamu lagi, gak bisa lihat senyuman kamu, dan gak pernah bisa dengar suara dan tawa kamu.
kenapa kamu ninggalin aku kak, kamu janji gak ninggalin aku, mana janjimu kak, kamu ingkar dan nggak menepati nya.
ayo Ra, kita pulang salju mulai turun lagi nanti kamu sakit ra, Mike dan aku gak mungkin mau kamu sakit kalo dia masih hidup Ra, bangun Ra. dia mencoba membangun kan Aurora, tapi Aurora menolaknya, dan jatuh pingsan mereka dan Angga langsung mengangkat nya dan mengikuti yang lain masuk ke mobil masing-masing untuk pulang ke mansion.
sementara Sarah yang baru melihat hp nya karena frustasi dengan penolakan mike, terkejut membaca pesan dari ayu,
kamu dimana, kak Mike kecelakaan dia ada diruang ICU.
kamu dimana kak Mike meninggal kami semua udah hadir disini.
kamu sibuk banget ya sampai gak angkat telepon dan balas chat aku.
kamu dimana kak Mike udah mau dimakamkan.
sampai kak Mike di makam kan, kamu gak datang - datang juga, kamu emang keterlaluan.
itu chat ayu.
dia membuka kabar berita tadi malam,
judul beritanya
seorang putra tunggal dari keluarga ternama yang bernama Michael Hwang di kabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan tadi malam di jalan x dan di makamkan di perkuburan A hari ini.
rasanya dunia nya runtuh seketika dan terkejut,
dia berteriak histeris di apartemen nya dan melemparkan barang - barangnya hingga berserakan, kenapa kakak pergi, kakak belum terima cinta aku, aku gak minta kakak buat jadiin satu - satunya di hati kakak tapi aku hanya minta kakak menerima aku walaupun hanya jadi yang kedua asalkan aku bisa bersama dengan kakak.
dia langsung memakai jaket nya walaupun sedang hujan salju, dia menyetop taksi dan meminta supir mengantarkan ke pemakaman nya.
bukan saya mau ikut campur nona, tapi diluar sedang salju dan akan ada badai salju sebentar lagi.
bapak gak usah banyak tanya, asal bapak tahu orang yang saya cintai ada di sana pergi meninggalkan saya, ucapnya.
supir taksi tersebut pun hanya diam.
dia menangis di dalam taksi dan langsung berlari setelah membayar taksi, masuk ke dalam area pemakaman langsung berlari mencari kuburan Mike dan menangis disana.
kenapa kak ini bisa terjadi, kalo aku lebih sabar menunggu kakak gak mungkin seperti ini kejadian nya kak, lagian apa salahnya kalo kakak terima aku, aku gak minta jadi yang pertama kak, aku cuman minta kakak bisa sama aku, aku bakalan rendahin diri aku dan minta sama Aurora agar rela berbagi denganku, tapi sedikit pun kakak gak memberikan rasa itu padaku, kakak gak lihat aku walaupun sedikit, yang kakak lakuin ke aku cuman rasa kemanusiaan gak lebih, kakak membuat aku sakit hati sedalam - dalamnya.
apalagi dengan kakak ninggalin aku kayak gini, rasanya duniaku hancur gak bersisa kak, kakak lebih milih meninggalkan dunia ini dari pada membuka sedikit hati kakak untukku, kenapa kakak terlalu baik, sehingga membuat aku jatuh terlalu dalam pada kakak, rasanya sakit dan membuat nafasku sesak, selalu hanya ada Aurora Dimata kakak, padahal kesukaan kakak dan Aurora berbeda, dan cintaku bahkan lebih besar darinya, kakak lihat sendiri kan aku yang rela tinggal di dekatmu kak dari pada dia, aku perhatian padamu tapi sekali pun gak ada aku di Hatimu, kamu tega kakak, bahkan kamu ninggalin aku juga Aurora yang kamu cintai, Sarah terus menangis tanpa henti, begitu dia keluar dari pemakaman dia pingsan di pinggir jalan dan diantar kerumah sakit oleh seorang yang menemukannya.
__ADS_1
akhirnya setelah di periksa dokter dia siuman, dan hapenya berdering di mengangkat dan ada panggilan dari ayu,
kamu dimana sih Sarah, kamu gak kasihan sama Aurora, kak Mike udah gak ada, dan kamu gak datang kemari katanya,
aku dirumah sakit yu.
ha, apa kamu di rumah sakit,
iya aku sakit,
oh ya udah kalo gitu, nanti aku datang ke sana sama kak Wayan.
gak usah yu kamu temani Aurora aja.
udah gak apa-apa Aurora disini banyak yang temani kamu pasti sendirian disitu, yang lain pasti mengerti, apalagi sedang badai salju seperti ini, ucap ayu.
iya, makasih ya yu ucapnya lagi.
gak perlu pake makasih kita ini teman.
nanti aku hubungi lagi kalo udah sampai sana ucapnya,
ok yu.
ayu pun mengatakan kepada yang lain, sementara Aurora ditemani kak Alan dan yang lainnya di kamar, mereka berkumpul untuk menjaga Aurora yang sedang di infus.
Aurora memandangi foto Mike dan menangis dalam diam, melamun dengan air mata yang terus mengalir membuat yang lain khawatir dengan keadaannya.
kamu belum makan apa - apa dek sejak kemarin, nanti kamu sakit, Alan merasa sedih dengan kondisi adiknya.
kamu gak sayang sama kakak, yang kakak punya cuman kami satu - satunya di dunia ini, kamu mau ninggalin kakak, apa gak ada rasa cinta dan sayang mu untuk kakak, ucap Alan ikut menangis melihat sang adik menangis.
Aurora pun melihat sang kakak dan memeluk nya maafin rora kak, aku sayang banget sama kakak, tapi aku masih terpukul kak dengan keadaan ini.
kamu gak perlu minta maaf sayang, kakak tahu, tapi Mike bakalan sedih di atas sana kali lihat kamu begini dek.
makan ya ucap sang kakak.
Aurora pun mengangguk,
di pintu telah masuk ke kamar Angga yang membawa makanan,
sini Ra kakak siapin aja kata Angga,
gak usah kak ucapnya.
udah gak usah bantah kakak, ujar Angga, buat kak Alan juga makan, disana yang lain udah makan, Tasya juga lagi buruk Tante makan, kakak juga belum makan dari tadi, biar rora aku yang jaga,
ok kalo gitu kakak serahin rora sama kamu.
Angga pun mengangguk, setelah Alan pergi Angga dengan telaten menyuapi Aurora,
udah kak ucap Aurora,
sedikit lagi Ra,
Aurora gak nafsu kak,
__ADS_1
nanti kamu sakit dek, satu suapan lagi ok,
katanya.
Aurora pun membuka mulutnya,
setelah selesai makan dan minum, Angga memberikan vitamin untuk Aurora.
mami mana kak,
Tante sedang di infus di kamar , tapi ada papi, Tasya dan keluarga lain yang jaga mami, kamu tenang aja dek,
mami pasti lebih sedih dari aku kak, ucapnya.
itu udah pasti dek ujar Angga lembut sambil membelai kepala Aurora.
dari sini lah awal Angga melihat Aurora sebagai perempuan yang harus di jaga dan mulai jatuh cinta padanya.
sementara di rumah sakit, ayu mengomel pada Sarah kenapa Sarah bisa sampai hipotermia begini, bikin khawatir aja apalagi kak Mike baru meninggal, masa harus lihat kamu nyusul kak Mike juga.
kalo bisa seperti itu aku mau ucapnya bergumam,
apa kata ayu, kamu ngomong apa tadi, aku gak dengar.
gak, aku cuman bilang kamu ada - ada aja, kayanya. bukan itu tadi ya kan yang ucap nya pada Wayan,
apa kata Wayan
kamu gak dengarin kami cerita ucapnya, main hape terus, jangan- jangan kamu punya selingkuhan ucapnya, awas aja kalo kamu berani,
mana mungkin aku berani yang, mau dapetin kamu aja susah ucap Wayan merayu ayu sambil menggoyang lengannya.
udah gak usah di bahas lagi, aku dah ngerepotin kalian datang kemari.
kita kan sahabat gak ada yang di repotin kok ucap ayu, ya kan yang.
iya itu bener Sarah.
tapi kami gak bisa lama-lama disini kami mau lihat rora sama mami,
mami syok berat sampai sakit.
iya kah, mami sakit ucapnya terdengar khawatir sekali.
iya maka dari itu kami pulang dulu besok kami kesini lagi.
ya ucap Sarah, jangan lupa titip salam buat mami cepat sembuh dan sabar ucapnya lagi.
iya, ok buat rora nggak ya
buat rora juga, walaupun Sarah terpaksa mengucapkan nya.
di ruangan tersebut Sarah, memikirkan mami yang dia anggap maminya.
kalo aja aku sabar kak mungkin kakak dan rora bakal terima aku.
kita bertiga bakal jadi keluarga bahagia, rora gak mungkin tega misahin kakak dan aku, juga aku bakal tetap biarkan rora jadi istri pertama kakak khayalnya, benar - benar obsesi gila yang ada dalam pikiran Sarah sehingga dia melakukan hal itu, kita bertiga bisa punya anak - anak yang lucu. aku gak masalah asal kakak gak ninggalin aku, aku bakal rela kita bertiga tinggal satu atap dengan bergantian kakak tidur dimana, atau kita tidur bertiga dengan kakak ditengah - tengah kami berdua aku rela kak, laki - laki di perbolehkan kok punya istri lebih dari satu asal adil kak, tapi kenapa kakak pergi ucapnya histeris sambil menangis dan tertawa, obsesi yang sungguh mengerikan.
__ADS_1