
2 hari Ana ijin libur dari perkerjaannya.alasnya karena tidak enak badan.Andra pun menjinkan Ana walaupun Andra tau Ana tidak sakit tapi Andra maklumi karena semenjak Andra melihat Ana menangis saat dirinya menyebub nama sepupunya.
Ana duduk termenung di bawah pohon besar rindang di taman.dari jauh seorang anak laki dengan pipi gembul terbalut baju santai menendang bola.Alhasilnya Bola itu berguling ke arah Ana.Ana pun tersadar dari lamunannya karen bola Anak laki2 gembul
"Bibi bisakah melempal bolanya ke sini"teriak(bocah gempul).
Ana melihat ke arah bocah itu.tanpa aba2 Ana pun melempar bola ke arah bocah gempul itu.
"Telimakasih bibi cantik"(bocah gempul)tapi tak beranak sedikitpun di sana.
Ana menggaukkan kepala sebagai menjawaba ucapan anak laki2 gembul itu.
Ana trus saja menatap bocah itu.jika di pikir2 anaknya akan sebesar anak laki2 gembul di depannya itu sekarang dan alangkah berharapnya Ana bisa bertemu dengan Anak yang Ana rindukankan itu.tanpa Ana sadar air matanya jatuh begitu saja.
Anak laki2 gembul itu mendekati Ana.entah kenapa ada rasa kasihan dan pedih di uluh hatinya saat melihat wanita di depannya menangis.
"Bibi kenapa.mungkin ical bisa bantu?(Ical) dengan tampang polosnya dan bahasa candelnya.
Ana sesaat tersenyum melihat tampang polos pertanyaan anak gembul itu
"**Nama kamu ical"Tanya(Ana)
"Kok bibi tau sih"(Ical)kaget**.pasalanya Ical tak memperkenalkan diri tapi tanpa sadar dia sediri yang menyebutkan namanya.
__ADS_1
Bukanya menjawa Ana di buat terkekeh dengan pertanyaan bocah gempul itu.
"Bibi Di tanya kenapa ketawa"(Ical)lagi.pasalnya anak gembul itu di buat bingung dengan Ana.tapi di lain sisi anak gembul itu merasa senang melihat wanita itu tersenyum.entah kenapa Ical senang melihatnya.
"Berapa umur mu"Tanya(Ana)
Ical mengangat jari menghitung umurnya sekarang.Ana tersenyum lagi di buatnya.
"**Lima tahun bibi"(Ical)sambil mengangkat tangan berjari limanya itu.
"Kamu sama siapa kesini.mana orang tuamu.kok mainya sendiri"(Ana) bertanya turut2 membuat Ical bingung menjawab mana.
"mana orang tuamu"tanya(Ana) lagi.seakan tahu kebingungan anak itu.
"terus Ayahnya mana kok gk temenin kamu main"(Ana)
"Ayah ical lagi kelja bibi"(Ical) yang belum bisa paseh menyebut huruf R.
"kamu kesini sama siapa donk"(Ana) terkejut di buatnya.Anak lima tahun tanpa ada yang mengawasinya bermain.bukankah itu sanagat berbaya utuk usianya.
"sama paman bibi.tapi tadi paman ical lagi beli Es klim buat ical.habisnya ical haus"(Ical sambil memegang lehernyanya)"tapi udah lima menit paman ical belum datang bawaiin ical es klimnya"adu(Ical) mengerucut bibirnya**.
Ana senang buka main melihat anak boca gempul yang belum paseh menyebut huruf R itu berbicara.Ana cubit kedua pioi anak itu.
__ADS_1
"**bibi punya es krim.tapi bibi gak tau ical suka apa gaknya karena es krimnya yang bibi beli cuma ada rasa coklat doang.ical mau rasa coklat"Tawar(Ana)
"mau,mau,ical sangat mau"(Ical)antusias**.
bocal gembul itu tanpa apun melahap es crimnya.Ia hanya merasa terlalu haus hingga terlihat bibirnya belepotan kemana2 karena es creamnya.
"**pelan2 sayang"(Ana)lembut sambil mengusap bibir Ical dengan tisu layaknya seprti ibu.
"kenapa bibi membeli es clim lasa coklat.apa bibi menyukai es klim rasa coklat"tanya(Ical)
"iya bibi suka.malah sangat"(Ana)
"ical jugak suka.malahan dari semua rasa ical sukanya cuman sama coklat.ayah sama paman ical jugak seling stok es klem lasa colat di lumah.apa bibi jugak suka jajan laca coklat"tany(ical)lagi.
"bibi suka semua jajan rasa coklat.tapi sayangnya bibi suka elergi kalok banya makan jajan atau es krim rasa coklat"(Ana)
"ical jugak.ical suka elelgi kalok makan banya lasa colat.klok makan ec klim aja halus 1 kali sebulan. klok lebih dali itu ical telkadang di malahin sama ayah dan paman"(Ical)
"itu tandanya Ayah sama paman ical sayang sama ical"(Ana)
"icalllll..."panggil seorang laki2 gagah dari sebrang kiri tepat dekat baku taman.
"pamannn.."(ical berlari ke arah pamanya)"paman kemana sih.ical nunggunya lama utung aja ada bibi itu yang baik hati kasih ical es clim coklat"(Ical) menujuk Ana**.
__ADS_1
paman ical menoleh ke arah jari kecil mungil telujuk keponakan tersayangnya.dari sana paman ical melihat seorang wanita duduk sendiri di bawah pohon.dia melangkah mendekat ke arah Ana.tapi baru saja melangkah beberapa langkah dia di buat terkejut. Pram(paman ical) kaget di buatnya.