
Begitu jugak dengan Ana tak jauh2 dari pram.wajah Ana seketika datar sesekali Ana tersenyum saat Ical mengajaknya berbicara.
Ana menatap lekat mata hitam indah itu.Ana menangais tanpa sura tapi masih ada terdengar isakan.Ana sangat babagia.tanpa Aba2 Ana langsung memeluk ical.baru saja Ana berharap kepada sang kuasa dan baru beberapa jam hitungan menit meminta bertemu anaknya.
Tak Ana sangka ternyata doa langsung terkabul.di depan mata Ana.Anaknya sedang bersamanya sekarang.
Bibi kenapa nangis"(tanya Ical setelah Ana melepaskan pelukanya)"paman bibi menangis"Adu(Ical)meraih jemari pamannya dan mendekatkannya kepada Ana seolah2 menyiaratkan pram utuk menenangkan Ana.
"Paman coba hibul bibi Ical bial belhenti menangis.kasian bibi Ical"(ical)sudah menandai Ana sebagai bibinya.
Ical tak tau jika di depannya adalah ibu kadungnya.Anapun tak berinsiatif dan mempermasahkan itu walaupun kenyataan hatinya sakit saat anak yang dia kadung dan lahirkan memanggilnya bibi bukan ibu.
berbeda dengan pram yang mendengar Ical memanggil ana dengan bibi.pram merasa aneh tapi pram tak bisa berbuat apa2.karena ini sudah perjanjian dengan Adiknya.
Ical terus saja mendorong tubuh pram yang sudah duduk di samping Ana.
"Iya iya sabar dulu ical.paman lagi mikir caranya dulu.cari ide nih"(pram)yang masih di dorong ical.
__ADS_1
Tanpa aba2 Ical tiba2 saja memukul kepala pram dari belakang.
"ADUHH.."(pram mengaduh kesakitan sambil mengusap kepalanya tepat ical memukulnya tadi)"kok kepala paman di pukul sih cal"(Pram)kesal.
"Udah ada idenya paman"(Ical)santai menampakan wajah polosnya.tak sedikitpun ada wajah bersalah kepada pamanya.
Berbeda dengan Ana.diam2 ingin tertawa saat mengamati tingkah keponaka dan paman tadi.Alangkah lucunya Ical alias Anak kadungnya yang Ana sempat rindukan beberapa jam tadi memukul kepala pamanya.
Dua lelaki bocah dan dewasa itu di buat heran saat Ana tiba2 berdiri.
"**Saya ada beberapa urusan.jadi saya akan pamit terlebih dahulu"(Ana)
"Apa kamu tak mau beberapa menit lagi disini.aku ingin menjelaskan sesuatu sama kamu"(Pram)sendu.
"Kita tak ada memiliki hubungan apa2 selain hanya setatus orang asing bukan lagi Kakak ipar ataupun Adik ipar.dan utuk masalah lalu tak perlu ada lagi yang di jelaskan.karena aku memang sudah menerima takdirku"(Ana)dingin**.
Ana melangakah pergi meninggalkan pram dan Ical.tapi sebelum pergi Ana terlebih dahulu menyempatkan dirinya mencium anaknya Ical.
__ADS_1
pram memadang lurus kepergian Ana.Rasa penyesalanya saking bertambah saat melihat perubahan Ana.pram berandai2 waktu bisa terulang.jika dunia bisa di putar layak DVD maka pram akan langsung memutarnya.
"paman Ayok pulang.udah mau magrlib ini"(Ical)
pram tersadar dari lamunananya saat mendengar suara Ical.
"Ah....iya.ayok kita pulang.sini paman gendong"(pram berjokok)"ayok sini naik"kata(pram)lagi
bukanya menaiki tapi Ical langsung saja menendang bokong paman pramnya dan meleset berlari ke arah mobil jemputan mereka yang ternyata sudah cukup lama menunggu mereka.
pram mengaduh kesakitan karena tedangan lumayan dari keponakanya itu.
"bocah sialan.tedangan lumayan sakit banget.Aissss...kampreeet bokong ku sakit banget"(pram)berjalan bokok mendekati mobil khusus jemputannya dan keponakannya.
dari jauh Ical meleletkan lidahnya ke arah pamannya.sudah menjadi hobinya menjahili paman bodohnya itu.pram pun tak masalah dengan itu asal Ical tak di luar batas.menurut pram hal ini sudah biasa bagaimanpun dulu Pram sering kali menjahili Ical sampai menangis.Alhasilnya Ical yang di bikin sering nangis,sebal dan marah sedikit demi sedekit memperlihatkan pembalasanya.
"mungkin karma ku karena keseringan bikin Ical menangis dan marah"(pram)dalam hati.
__ADS_1
mobil mereka melset pergi ke arah jalan pulang atau ke rumah.pram masih memikirkan pertemuannya dengan Ana.pram berpikir akan memberitahu Adiknya(Ayah dari Ical) atau diam saja seolah2 seperti bisa tak terjadi apapun.