
Pertarungan antara Xiao Jian dan yang lainnya masih berlangsung. Meskipun mereka hanya diminta untuk menahan, tetapi serangan dari pihak musuh sangat merepotkan.
Mulanya Xiao Jian dan yang lainnya bisa memojokkan orang-orang dari Klan Yinzhen. Sering berjalannya waktu kelompok Xiao Jian mulai kehabisan energi Qi.
"Gawat jika begini terus aku bisa kalah" ucap Wei Sheng sambil menahan sakit dari luka sabetan pedang yang baru saja ia dapatkan.
Trank!
Trank!
Suara pedang beradu masih menyelimuti pertarungan mereka.
"Rasakan ini" raung seorang pria paruh baya saat mengayunkan pedangnya ke arah Wei Sheng dengan ganas.
Wei Sheng.. Hati-hati!
teriak Xiao Jian dengan keras memperingati rekannya.
Namun sudah terlambat, sebuah sabetan pedang mendarat di bahu Wei Sheng dan membuatnya terhempas ke belakang.
"Hahaha.." terdengar tawa penuh kemenangan dari pria yang menjadi lawan Wei Sheng.
Mampus kau! ucap pria itu dengan angkuh.
Saat selanjutnya, pria tersebut tidak memberikan kesempatan Wei Sheng untuk memulihkan diri. Dengan aura Qi yang masih bergejolak, ia kembali melancarkan serangannya kepada Wei Sheng.
Wei Sheng awas! teriak Xiao Jian yang masih mengkhawatirkan rekannya itu.
"Lawanmu adalah aku. Sebaiknya kau juga bersiap untuk mati" ujar seorang pria tengah baya yang menjadi lawan tangguh Xiao Jian.
Sambil mengeluarkan energi Qi yang dahsyat, pria tersebut kembali menyerang Xiao Jian dengan brutal.
Di sisi lain, Wei Sheng baru saja bangkit. Ada rasa sakit yang ia rasakan di bagian bahu belakangnya. Pada kesempatan sebelumnya, ia tidak sempat menghindari serangan dari lawannya, akibatnya ia mengalami luka sabetan. Meskipun tidak fatal, namun luka tersebut membuat Wei Sheng kesulitan menggerakkan tangannya untuk mengangkat pedang.
Sebuah serangan kembali menghampiri Wei Sheng, namun berkat peringatan dari Xiao Jian ia berhasil menghindar beberapa langkah ke belakang.
"Sialan" umpat lelaki tersebut dengan kesal
"Kali ini kamu tidak akan lolos" ucap lelaki itu sambil mengerahkan Qi yang sangat besar.
__ADS_1
Dibandingkan dengan sebelumnya kini ia tampak lebih serius dengan mengeluarkan jurus tangan kosong untuk membunuh Wei Sheng.
Tiba-tiba, sebuah telapak tangan menghantam tubuh lelaki tersebut dan membuatnya terhuyung ke depan. Kesempatan tersebut segera dimanfaatkan oleh Wei Sheng.
"Jurus Tebasan Batu" teriak Wei Sheng sambil mengalirkan sisa Qi nya ke pedang yang ia genggam.
"Zreett"
Detik berikutnya sebuah tebasan mendarat tepat di leher lelaki dari Klan Yinzhen tersebut.
Perubahan situasi yang sangat cepat ini mengejutkan para pendekar yang sedang bertarung.
"Terimakasih Ketua" ucap Wei Sheng saat melihat Shen Long tengah berdiri tidak jauh darinya.
Jika bukan karena pukulan dari Shen Long yang baru saja tiba, mustahil bagi Wei Sheng untuk mengembalikan keadaan.
"Kamu istirahatlah, sisanya biar aku dan Bing Wen yang akan membereskan".
"Baik Ketua" ucap Wei Sheng lalu duduk bersila untuk memulihkan diri.
"Bing Wen kamu bantu yang lain, sementara aku akan bergerak membantu anak gila itu" ucap Shen Long sambil mencabut pedangnya.
Seorang pria yang berlumuran darah terus bergerak dan melesat dengan cepat seperti malaikat maut. Baju hitamnya berubah menjadi merah, cipratan darah dari musuhnya membuat dirinya terlihat sangat menakutkan.
"Kukira paman masih beristirahat di pagi hari ini" ucap Qiu Long saat melihat Shen Long bergerak dengan beringas menghabisi prajurit dari Klan Yinzhen.
"Istirahat kepalamu. Pagi-pagi buta kamu sudah bikin ulah" jawab Shen Long sambil menggerutu.
Namun Qiu Long hanya tersenyum saat mendengar ucapan pamannya tersebut. Pada saat yang bersamaan, tebasan demi tebasan terus menyebabkan pihak musuh semakin banyak kehilangan anggota pasukannya.
Di pihak Xiao Jian dengan keberadaan Bing Wen cukup membantu Xiao Jian. Meskipun Bing Wen baru berada pada ranah setengah dewa namun kehadirannya dapat mengganggu konsentrasi dari musuh. Xiao Jian segera memanfaatkan kondisi ini dengan baik, setelah mendapatkan waktu yang tepat ia bergerak lebih cepat untuk menyerang lawannya.
"Tebasan Meteor" ucap Xiao Jian dengan penuh semangat.
Adanya gangguan dari Bing Wen, jelas membuat musuh yang dihadapi oleh Xiao Jian kelabakan.
Zleb!
Zleb!
__ADS_1
Dua buah tusukan bersarang di tubuh pria paruh baya tersebut, detik berikutnya ia ambruk tak berdaya sebelum menghempaskan tubuhnya dan berhenti bernafas.
Melihat keberhasilan Xiao Jian yang berhasil membunuh lawannya, membuat semangat Yong Rui dan Zhi Hao semakin berkobar.
Xiao Jian dan Bing Wen segera bergabung membantu. Dengan komposisi seperti sekarang, pendekar dewa dari Klan Yinzhen hanya bisa mengutuk dalam hati.
Kekompakan mereka sebagai anggota Gerbang Naga sudah tidak diragukan lagi, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka menghabisi dua orang petarung yang tersisa.
Setelah berhasil membunuh dua orang Pendekar tersebut, Xiao Jian, Zhi Hao dan Bing Wen segera bergabung untuk membantai pasukan yang tersisa.
Sementara Yong Rui memilih menjaga Wei Sheng yang sedang memulihkan diri. Setelah Wei Sheng terluka maka tugasnya diambil alih oleh Zhi Hao.
Di medan pertempuran utama tatapan Qiu Long berpendar mencari sosok Yinzuo yang sudah ia targetkan.
Dengan bergabungnya Shen Long dan yang lainnya, tugas Qiu Long menjadi teralihkan. Kini ia bisa mencari orang yang telah menyerangnya di masa lalu.
"Aku tidak menduga kekuatan mu berkembang semakin pesat, andai saat itu aku membunuhmu secara langsung.." ucap Yinzuo yang kini sudah berhadapan dengan Qiu Long.
"Kalian hanyalah rombongan pengecut, aku tidak akan membiarkan mu hidup kali ini" ucap Qiu Long dengan nada dingin.
"Kamu tidak usah terlalu terburu-buru, jangan seperti kedua temanmu yang begitu bernafsu untuk membunuhku di kala itu. Namun akhirnya mereka tewas secara perlahan dan menyedihkan" ucap Yinzuo dengan bangga.
Mendengar ucapan Yinzuo, aura Qi seketika bergejolak di tubuh Qiu Long. Ada perasaan penuh dendam yang membuncah dengan sangat kuat.
"Bedebah" ucap Qiu Long sambil menggertakkan gigi.
Qiu Long yang semula tengah berdiri tidak jauh dari Yinzuo, secara tiba-tiba sudah berada di depan salah satu pemimpin Klan Siluman tersebut.
"Apa? apakah kau sudah melampaui Tingkat Dewa?" tanya Yinzuo yang mulai gemetar menahan ketakutan.
Kendati demikian ia segera membuat pertahanan dengan mengalirkan Qi dalam tubuhnya dan menyebarkannya dengan cepat, ia akan berjaga jika Qiu Long melakukan serangan dadakan.
Qiu Long hanya memandang dingin ke arah Yinzuo dari dekat dan berkata.
"Tubuhmu sudah bau mayat. Apakah ada yang ingin kau sampaikan?"
Tiba-tiba senyum licik muncul di wajah Yinzuo, sudut bibirnya terangkat ke atas.
Dasar bodoh!
__ADS_1
ucapnya pelan sambil melakukan gerakan tangan membentuk sebuah tinju yang mengarah dengan cepat ke arah tubuh Qiu Long.