Kebenaran Cinta

Kebenaran Cinta
Menyusahkan Sekali


__ADS_3

Deo kembali menghampiri atasannya dan juga Bella. mereka menunggu kedatangan brian sembari menikmati makanan yang sudah dihidangkan, hanya suara dentingan sendok dan piring yang terdengar di antara mereka.


10 menit


20 menit


30 menit


“ Bella ” ucap papa nico tiba tiba


“ iya pa ? ” jawab bella santai


“ ini sudah sangat membuang waktu papa ,


lebih baik kita pulang saja !” tegas papa nico


“ Bella mohon , kita pulang setelah Brian datang ya pa! ” lirih Bella


“ papa tidak suka lihat sikapmu seperti ini bella, cinta itu tidak bisa dipaksa kan. ” ucap papa nico


“ tapi Bella sangat mencintai Brian pa , Brian juga cinta kok sama bella.” Bella berusaha menyakinkan diri sendiri.


“ apa dia pernah bilang ?” tanya papa nico ragu


“ tidak ” lirih Bella sembari menundukkan kepala agar air matanya tidak terlihat oleh dua orang laki laki di hadapannya itu.


“ jadi kenapa kau membuat asumsi sendiri kalau Brian mencintai mu ? ” tanya papa nico sedikit meninggikan suaranya.


“ maaf tuan , ini semua salah saya. saya yang memperkenalkan Bella dan Brian di acara teman saya. saya melihat mereka berdua serasi jadi di acara acara berikutnya saya juga mengundang mereka . saya tidak mengira jika Bella sampai mencintai Brian tapi mungkin Brian tidak mencintai Bella” sahut Deo, karena dia menyadari kalau sikap Bella yang sekarang terjadi oleh karena dirinya. “ maaf bella” terusnya


mengangkat kepalanya dan menunjukkan wajah tidak senang “ siapa kau ? kenapa kau bilang Brian tidak mencintai ku ?


kau tau apa ha ? ” kesedihan Bella seketika berganti dengan amarah.


“ dia bohong pa. Brian mencintaiku , aku yakin Brian mencintaiku! ” bangkit berdiri dan berjalan cepat keluar dari cafe tersebut.


“ itu bukan cinta melainkan obsesi ” kata papa nico dengan menatap tubuh putrinya yang berjalan keluar dari cafe hingga menghilang seketika.


“ tuan , apa kita tidak kembali ke kantor ?” tanya Deo.


“ aku ingin bertemu dengan Brian , bisakah kau hubungi dia kembali? " pinta papa nico


" baiklah tuan”.


***


Tidak ada aktivitas yang dilakukan mike pada hari ini , jadi dia berinisiatif mengajak Charles untuk bermain basket menghilangkan rasa bosan yang melanda dirinya saat ini.


Kau dimana ? ~ Mike


Dirumah, ada apa emangnya ? ~ Charles


apa kau sibuk ? kalau tidak mari kita bermain basket ~ Mike


Baiklah , aku akan mengajak ken dan juga lainnya. ~ Charles


Setelah menerima pesan singkat dari charles yang menyetujui ajakannya , Mike langsung bersiap siap mengganti pakaian dengan baju lengan pendek dan juga celana yang biasa dipakai olahraga tak lupa tas ransel berisi perlengkapannya yang lain.


“ kau mau kemana mike ? ” kata Briana heran melihat putra bungsunya keluar dari kamar dengan tergesa gesa.


menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap mamanya , dia tidak menyadari jika mamanya sedari tadi duduk di ruang tamu “ bermain basket ma bersama Ken ” berjalan ke arah mamanya dan memberi ciuman di pipi


“ Mike pergi dulu ya ma ”


“ baiklah nak , jangan pulang terlalu larut ! ”


setelah bayangan Mike hilang dari pintu , Briana melanjutkan tontonan nya dan berduduk santai.


“ mama , kenapa motor ku tidak ada ?” tanya Mike tiba tiba tapi tidak sampai mengejutkan briana.


“ motor mu kan udah dijual sama kakakmu. apa kau tidak mengetahui nya? ”


“ kakak tidak memberi tahu ku sama sekali. kenapa dijual ? apa dia tidak mempunyai uang lagi ? ” ucap Mike pelan merendam emosinya.


“ mama tidak tau alasan Brian menjual itu apa ” jujur Briana

__ADS_1


“ astaggaaaa ” Mike langsung mengambil ponsel dari tas nya.


Tuttt...tuttt...tuttt


“ tumben sekali kau menghubungi ku ? minta uang ? ” ucap Brian dengan santainya


“ beritahu aku alasan kenapa kakak menjual motor ku ? ” geram Mike


“ oh masalah itu ”


“ iya , beritahu alasannya ! ” kata Mike sedikit membentak karena semakin geram dengan tingkah kakak nya yang menjengkelkan.


“ aku hanya tidak suka melihatnya di garasi, motor mu sudah sangat jelek , tidak pantas digunakan lagi ” kata Brian dengan tertawa ringan yang semakin membuat Mike hilang kesabaran, tapi dia memutar otaknya memikirkan ide yang akan membuat kakaknya itu menyesal menjual motornya.


“ baiklah , terserah kakak saja ” jawab Mike santai “ jemput aku dirumah sekarang juga , aku ingin bermain basket bersama Charles dan lainnya ”


“ tidak bisa , aku sibuk ” kata brian heran dengan Mike yang tiba tiba merelakan motor kesayangannya.


“ kalau tidak bisa , belikan aku mobil sekarang juga ! ” ancam Mike dengan nada serius


“ apa apaan kau ini ? baiklah aku akan menjemputmu ” kesal Brian , bukan karena dia tidak bisa membelikan mobil untuk adiknya. tapi dia tidak mau jika Mike pergi bebas bersama teman temannya apalagi bersama kekasihnya yang selalu berbeda beda. Brian tidak mengerti bagaimana cara adiknya itu merayu wanita dengan pesona nya yang biasa aja.


“ oke akan kutunggu ” mematikan sambungan telepon.


‘astaga, anak ini menyusahkan sekali’ batin Brian


Brian terpaksa memutar balik arah mobilnya untuk menuruti perintah Mike yang menyebalkan itu.


***


Sesampainya Keyla di kantor , ia langsung menghampiri ruangan ayahnya.


“ maaf nona Lia , apakah papa saya ada diruangannya ? ” tanya Keyla kepada sekretaris papanya yang umurnya lebih tua 3 tahun dari keyla .


“ Tuan ada di dalam, nona Keyla ” santun Lia


“ apa aku boleh masuk kedalam ? ”


“ tentu saja boleh nona , silakan ” sembari mengetuk pintu dan membuka nya.


“ terimakasih nona Lia ” seru Keyla dengan mengulas senyum dan dibalas senyuman juga oleh Lia.


“ kau dari mana saja sayang ? ” dengan senyum yang mengembang di bibir frans.


“ dari restoran dekat sini pa. ” ucap keyla lembut “ papa udah makan siang ? ” terusnya


“ sudah key , tadi papa minta tolong sama sekretaris Lia untuk membawakan papa makan siang ” jujur Frans


“ bagaimana kegiatan mu tadi key ? ” tanya Frans diikuti alis yang seketika menyatu


“ tadi Keyla hanya melihat berkas berkas pa.


maafin Keyla , Keyla belum mengerti semua itu ” lirih Keyla


“ tidak apa apa nak , papa ngerti. kau tidak ahli dalam hal hal ini. tapi papa harap kamu belajar ya key ” kata Frans lembut. dia menyadari kalau Keyla tidak bisa mengerti bisnis dengan belajar satu hari saja. mengingat Keyla yang dulu memohon agar kuliah di bidang fashion. Frans menyesali keputusannya mengiyakan keinginan Keyla , tapi untuk menolaknya dia mungkin tidak akan tega


“ terimakasih pa , Keyla sayang papa ” melingkarkan kedua tangan di bahu Frans


“ iya sayang ” mengelus lengan Keyla


***


Setelah mengantarkan Mike , Brian langsung menuju ke cafe yang sudah dijanjikannya kepada Deo. Ini sudah setengah jam berjalan setelah tadi Deo meminta nya datang ke cafe.


Brian mencoba mengambil ponsel yang di dalam tas yang terletak di kursi samping kemudi.


ia berniat untuk menghubungi Deo agar memastikan jika mereka masih menunggu dirinya di cafe. tiba tiba nama Deo sudah tertera di layar ponsel nya. Brian langsung menerima telepon tersebut.


“ hei kau ini kenapa lama sekali ? ” volume suara Deo yang sedikit berteriak berhasil membuat telinga Brian sakit.


“ pelan kan suaramu!, seperti orang gila saja berteriak teriak. ” ucap Brian malas. dia heran saja kenapa hari ini dia selalu dapat bentakan dari orang orang


“ kenapa kau lama sekali ? ” kata Deo dengan suara pelan. Deo tau jika sahabatnya itu tidak suka dibentak.


“ tadi aku pulang ke rumah sebentar menjemput Mike ” jawab Brian

__ADS_1


“ dia kan punya motor , kenapa harus kau jemput ? ” heran Deo


“ motornya sudah ku jual. jangan bertanya lagi ! kau pasti tau alasannya apa ”


“ iya baiklah. sekarang kau dimana? ” Deo tau sifat Mike yang selalu bergonta ganti pasangan, jauh beda sama sahabatnya ini yang sama sekali tidak tertarik dengan wanita.


“ aku sedang menuju ke cafe. apa mereka masih disana ? ”


“ Bella sudah pulang. tapi Tuan Nico masih disini. dia ingin berbicara dengan mu "


jujur Deo


“ apa yang ingin dia bicarakan ? ” tanya brian bingung


“ aku juga tidak tau. cepatlah datang ! ” Deo langsung mematikan sambungan telepon nya.


‘ apa yang ingin di bicarakan tuan Nico ’ kata Brian kepada diri nya sendiri.


Brian langsung mempercepat laju mobilnya karena rasa penasaran akan hal yang ingin di bicarakan tuan Nico dengannya.


sesampainya di cafe , brian langsung masuk dan mencari keberadaan Deo dan tuan Nico.


“ maaf , aku terlambat ” kata Brian sembari menarik salah satu kursi di meja itu dan mendudukkan dirinya.


“ tidak apa apa tuan Brian ” ucap Nico


“ apa kau sudah makan siang bri ? ” tanya Deo


“ belum ” jujur Brian


“ pesanlah makanan terlebih dulu tuan Brian ” saran Nico


“ tidak apa , nanti saya akan makan siang di kantor ” jawab Brian “ apa yang ingin anda bicarakan sama saya tuan Nico ” sambungnya.


“ hmm... ini masalah Bella, apa tuan Brian menyukai anak saya ? ” tanya Nico serius


sejenak Brian mengalihkan pandangan nya ke arah Deo, melihat Deo yang mengangkat kedua bahu nya secara bersamaan pandangan nya kembali tertuju ke Nico


“ maaf tuan Nico , saya sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap Bella ”


jujur Brian dengan wajah yang tenang.


“ tidak ada sama sekali ? ” tanya Nico sekali lagi menyakinkan ucapan Brian


“ tidak Tuan ”


“ apakah ada wanita yang sedang kau sukai tuan Brian ? ” tanya Nico


“ soal itu hanya saya pribadi yang mengetahui nya , maaf ” jawab Brian heran dengan pertanyaan dari Nico


“ maaf tuan ” seru Nico


“ Deo , katamu tadi kau yang memperkenalkan Brian dan Bella ? itu terjadi kapan ? ” kali ini pandangan Nico tertuju kepada Deo


“ iya tuan, itu terjadi 3 bulan yang lalu di acara teman saya. saya mengajak Brian dan juga Bella ke acara itu tapi itu semata mata hanya ingin mengajak mereka berdua mengikuti acara itu tidak untuk menjodohkan. ” jujur Deo



Mike cute 😍


( sama author aja sini , dijamin nyaman wkwkw )


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like dan juga vote ya kakak kakak readers 💙


Terimakasih ^_^


__ADS_2