
"Nyonya, apakah nyonya baik baik saja.. "
Kata bik ana yang mengambil selimut untuk menutupi tubuh Dean.
"Bik, tolong Lepaskan ikatan Dean bik.. " Kata Dean dengan suara kecil.
Bik ana mulai membuka ikatan pada tangan dan kaki majikannya itu.
"Terima kasih bik.. " Kata dean yang merasa lega karena ikatan nya sudah terlepas..
"Nyonya,, Apa Yang terjadi pada nyonya.. " tanya bik apa pada Dean
"Nyonya kita kerumah sakit dulu ya,, " Kata bik Ana mengajak Dean ke rumah sakit
"Tidak usah bik,.. " kata Dean
"Tapi nyonya...!! "Kata bik Ana
"Tidak apa-apa bi , aku tidak mau Leo marah lagi sama aku bik. " Kata Dean sambil menunduk kan kepala ke bawa
"bibi jangan panggil aku nyonya bi, panggil saja aku nona bi" Kata Dean
"baik, non.." Kata but And mengatakan ucapan Dean.
"Non, Bi Ana antar Non DeaN ke kamar ya.. " Kata but Ana lalu berdiri membereskan pakaian Dean
Dean hanya bisa diam mendengar kan apa yang bik Ana katakan barusan.
__ADS_1
"Apa dia juga ingin mengusir ku bik,, " Kata Dean
"Maafkan bibi Non Dean, bibi hanya mengikuti perintah Tuan.." Kata bik Ana dengan nada Bersalah.
"tidak apa-apa bi, tolong berikan pakaian ku bi.. " Kata Dean dengan perasaan sedih
Bi Ana memberikan Dean baju dan Celana..
"Bi,,! berikan aku baju terusan bi, karena aku tidak bisa memakai celana. " ucap Dean
"Baik non, " jawab bik Ana kemudian mencari DeaN baju daster milik Dean.
"Terima kasih bi,.. " ucap Dean.
Dean hanya melihat bik Ana membereskan semua barang milik nya, yang semalam sudah dia tata rapi dan kini di masukkan kembali ke dalam koper milik nya..
Kini bi Ana membantu Dean berjalan karena Dean tidak bisa berjalan tanpa bantuan bi Ana
Karena selangkangan Dean masi begitu sakit.
Bi ana menuntun Dean menuju sebuah kamar yang jelas berbeda ukuran dari yang sebelumnya di tempat kan.
Kamar,,!! yang tidak layak di sebut kamar ,Karena masih begitu berantakan , Yang ukuran nya mungkin kamar pembantu lebih besar lagi dan lebih bagus lagi.
Bagaimna tidak, ruangan yang begitu kecil tanpa ranjang dan kasur.
__ADS_1
Di sana hanya ada barang yang tidak di gunakan lagi, yaa bisa di sebut gudang tempat penyimpanan barang barang yang tidak di gunakan lagi..
Bi Ana yang merasa bersalah berkata..
"Maaf non Dean, Tuan menyuruh agar non Dean tinggal disini.. " Kata bi Ana pada Dean
"Tidak apa apa bi, asal ada tempat untuk Dean tidur, jika ranjang dan kasur tidak ada maka ada lantai tempat Dean istirahat bi.. " Kata Dean tersenyum
"Sabar Dean ini akan berlalu, kau hanya bisa pura pura tersenyum dan tegar, maka semuanya akan berlalu.. " gumam Dean menyemangati dirinya sendiri..
Bi Ana menuntun Dean duduk di sudut kamar,
Kemudian bi Ana kembali kemar Leo mengambil semua barang milik Dean.
1 jam berlalu, kamar kecil milik Dean pun sudah selesai di beras kan .
Ruangan yang tadinya berantakan dan penuh debu itu kini sudah bersih dan tapi.
Bi Ana pun pamit pada Dean.
karena bi Ana harus membereskan kamar Leo.
"Non DeaN bibi, pamit dulu ya non, bibi harus membereskan kama Tuan.. " Kata bi Ana
__ADS_1
"Baik lah bi, Terima kasih karena bibi sudah mau membantu ku. " Kata dean pada bi Ana