
"bang pesen kopi item satu ya" ucapku ke barista tersebut.
"siap mas ai, otw buatin" ucap bang hendra yang kebetulan dia kerja sebagai barista di cafe ini
pada saat gue mau menuju meja makan, terlihat dari kejauhan ada cewe yang nyebelin tadi yang sedang meneteskan air matanya, yang terlihat seorang pria meninggalkanya, ntah kenapa dan ada masalah apa mereka berdua hingga membuat cewe nyeblein itu menangis.
dan ternyata cewe nyebelin itu bisa menangis ternyata wkwkwk, berhubung gue masih baik hati dan tidak sombong, gue berinisiatif membawakan tisu.
"ulapin tuh air mata lo" ucap gue sambil menyodorkan tisu dari belakang.
sontak kaget ada gue dibelakangnya, tanpa pikir panjang cewe nyebelin itu langsung mengambil tisu dari tanganku.
"ternyata lo bisa nangis juga ya" ucap gue sambil tersenyum.
"gue kira cewe nyebelin kayak lo gak bisa nangis wkwkw". gurau gue sambil menarik kursi yang ada disamping dia untuk gue dudukin.
"apan sihh gak jelas, lagi sedih juga" jawaba cewe nyebelin ini dengan cuek.
"ini mas kopi itemnya" ucap bang hendra sambil menyuguhkan kopi hitamnya yang sangat lah nikmat dari harumnya.
"oke makasih ya bang" ucap terimakasih gue ke bang hendra.
"udah mba jangan nangis, emang gitu mas ai kelakuanya jangan bertengkar atu." gurau bang hendra ke kami
"apaan sih mas!" jawab cewe nyebelin ini.
"kok apaan, kalian tuh kalo pacaran jangan saling mmenyakiti atu neng" nasihat bang hendra yang dia kira perempuan ini pacar gue.
__ADS_1
"kami gak pacaran!" tak sengaja kami berdua menjawab nasihat bang hendra secara bersama dengan nada yang sama.
"gak pacaran kok jawabnya barengan!", ucap bang hendar sambil berjalan meninggalkan kita
perwmpauan ini tak henti menangis ntah ada masalah apa yang membuat gue terbawa suasananya dia, ntah kenapa hati ini berdetak dan ikutan sedih, apakah ini yang dinamakan.... ntalah gue juga gak tau heheh.
"kenapa lo kok bisa nangis gitu" pertanyaan gue yang seolah olah pingen tau masalahnya.
"gpp kok kak!" ucap dia ntah kerasukan apa dia panggil aku dengan kak.
"coba cerita deh ada masalah apa siapa taugye bisa berikan solusi" ucap gue sambil tersenyum.
nggak tau kenapa tiba tiba kepala dia bersandar di bahu gue sambil mengusap air matanya dengan tisu, yang membuatku kaget dan jantung ini berdetak lebih kenceng dari sebelumnya.
"gue diputusin kak" curhat dia.
"gak tau kak dia ngomong udah punya cewe baru yang lebih dariku, padahal gue masih sayang dan nyaman ke dia, kenapa dia bisa meninggalkanku" curhat dia sambil merengek menahan tangis.
"udah lah lupain saja,ngapain juga sedihin gak ada untungnya juga" nasihat gua dengan tangan yang bergerak sendiri mengelus rambut perempuan ini.
hari sudah mulai senja dan gue teringat kalo hari ini kakak gue pulang dari tugasnya,oh ya gue juga lagi disuruh mamah untuk bawain martabak manis kesukaan kakak tni gue.
"lo mau pulang tidak,kalo mau pulang barengan aja gue anterin lo."pertanyaan gue sambil memberi boncengan
"iya kak makasih ya." ucap peremepuan itu sambil berkemas kemas untuk pulang.
"ini pake helmnya" gue pakaikan helm tersebut ke kepalnya yang membuat gua dan dia pandang pandangan seolah olah ada rasa yang tumbuh.
__ADS_1
"udah ayo bonceng"
gue dan dia berboncangan seakan akan hari ini istimewah.
"mampir kemaratabak dulu yaa,soalnya gue lagi disuruh mamah" ucap gua sambil menengok ke spion.
terlihat disepion begiti cantiknya permpuan ini yang membuatku salah fokus hehehe.setelah sampai di penjual maratabak, gue langsung turun dan melihat perempuan ini masih aja meneteskan air matanya.
"udah jangan nangis terus" ucap gue sambil mengusap air matanya. "maaf" kata gue yang takutnya dia risih pada saat gue menghapus air matanya.
"iya kak, makasih ya" dia tersenyum dengan mata melihatku
"bang martabak manis dua ya" gue memesan maratabak kesukaan kakak tni
sambil menunggu martabak itu jadi, gue basa basi mengajak di ngobrol supaya dia lupa dengan kesedihanya.
"makasih ya kak,untuk hari ini" dia selalu mengucapkan terimakasih kepadaku,seolah olah nasihatku itu begitu penting baginya.
"iya sama sama, btw nama lo siapa?" tanya gue sambil tersenyum
"putri kak" jawaban dia sambil tersenyum
"oh putri,gua panggil saja ai jangan kakak oke".gurau gue yang coba untuk menghibur dia.dia mengangguk sambil tersenyum.
"nah gitu dong senyum".
Next Episode.......
__ADS_1