Kehidupan Pada Masa Sekolah

Kehidupan Pada Masa Sekolah
saling mengenal apakah ada rasa?


__ADS_3

setelah beli martabak itu, akhirnya kami sampai di komplek perumahan yang jarak dengan rumah gue tidak terlalu jauh ternyata.


"rumah kamu yang mana?" pertanyaanku sambil menoleh kebelakang.


"itu yang warna abuabu". jawabnya sambil mengacungkan jari kedepan.


rumah yang sangat minimalis namun tertata dengan rapi yang didepanya banyak tanaman hijau menghiasi halaman rumah sehingga terlihat tampak hidup,dan terlihat ada ibu ibu yang masih keliatan cantik sedang menyirami tanamanya.


"assalamualaikum tan" sapaku kepada ibu itu.


"waalaikumsalam, eh anak mamah sudah pulang" sapaan balik dari ibunya putri.


"mah, putri masuk dulu ya" kata putri sambil mencium tangan ibunya.


"ealah put nah temenya gak disuru masuk dulu" kata ibu putri sambil menoleh kebelakang melihat putri berjalan masuk kedalam rumah.


"gausah repot repot tan" basa basi gue terhadap ibunya putri.


"oh ya ini tan martabak buat tante, semoga suka ya tan, sekalian ai mau pamit tan" pamitku kepada ibunya putri sambil memberikan martabak yang sengaja gue beli'in tadi.


"yaampun kamu ini repot repot, tante jadi gak enak nih" kata ibunya putri yang merasa tidak enak hati


"yaudah tante ai pulang dulu, assalamualaikum" pamitku sambil salim kepada ibunya putri.


*****(hari yang cerah)*****

__ADS_1


suasana siang menjelang sore yang amatlah cerah seperti hati ini yang ntah kenapa terasa berbeda kayak deg deg an banget ini jantung.


panggilan nada dering hape berbunyi.......


"halo, knp ndi"


"halo i tolongim gue bisa tidak"


"knp lu?"


"gue sama indra di kejar sama anak blackcat ini"


"share lok gue otw sekarang"


setibanya di jalan pamungkas yang ternyata efendi sama indra sudah babak belur karena dikeroyok kurang lebih 10 orang.


"STOPPPPP!!!!!!!!!" Teriak gue dari kejauhan


Mereka menoleh kearah gue yang sedang turun dari motor, dan terlihat satu orang yang senyum jahad terhadap gue, dia bernama agus biasa dipanggil siblack dia adalah pentolan dari geng tersebut yang dulunya adalah sahabat gue.


"black stopp, kenapa lu bantai sahabat lu gitu" tanya gue sambil memohon agar dia tidak bertindak kasar.


"stop kenapa? ngapain harus stop?" kata siblack yang penuh dengan dendam.


"lu kenapa sihh black, dulu kita gak kaya gini loh" pertanyaan gue ke dia.

__ADS_1


"lu tanya masih tanya gue kenapa? ha!" kata dia sambil emosi dan narik baju gue


"ya iya lu kenapa, santai dong jangan begini!" ucap gue sambil berontak


"tanya aja sama yang dulu pernah jadi sahabat gue" ucap dia sambil berjalan menuju motornya


siblack pergi dengan rombonganya meninggalkan kita bertiga, dan gue melihat keadaan mereka berdua yamg untungya masih tidak apa apa


"lu berdua gak apa apa?" tanya gue yang khawatir


"gak apa apa kok santai aja" ucap indra sambil membersikan debu dibajunya.


terlihat efendi yang saat itu masih bengong kayak sedang ada pikirian, sejujurnya gue gak tau apa apa tentang permasalahan mereka berdua.


"udah jangan dipikirin, ntar juga ada solusinya" kata gue sambil nepuk pundak efendi


"lu ada masalah apa sih aama siblack ndi?" tanya indra ke efendi


"gue juga belum tau knp dia tiba tiba benci terhadapku" jawab efendi sambil melamun


"masa gak tau sih ndi?, tongkrongan kita sama tongkrongan dia jadi ikut ikut kan gara gara masalah lu" indra masih mempertanyakan permasalahan ini.


"udah udah mbahasnya jangan disini, ntar aja dibasecamp." gue coba untuk mempertengahi


Next Episode.....

__ADS_1


__ADS_2