Kehidupan Seorang Putri

Kehidupan Seorang Putri
episode 16 : Ibu Tersayang


__ADS_3

Bibi ruri mendekati Alia dan Caca. Lalu memasang kan muka murung dengan pertanyaan. Alia dan Caca seketika bingung dengan senyum paksa.


" apa yang kalian lakukan? Sampai membuat kamar seberantakan ini??. " tanya bibi Ruri.


Alia duduk di meja kursi rias. Ia menceritakan kejadian nya. Bibi Ruri membunyikan bel, sehingga tidak beberapa lama dua pelayan masuk ke kamar Alia. Karena dalam peraturan, hanya boleh dua pelayan yang boleh masuk ke kamar Alia.


Pelayan itu di perintahkan Bibi Ruri untuk membersihkan yang berantakan. Meletakkan pada tepatnya. Lalu Alia berkata " apakah sebanyak itu aku membeli baju ??" tanya nya dengan polos tanpa menyadarinya dari tadi.


Bibi Ruri dan Caca bingung begitu juga dengan pelayan.


" Ahh, aku tidak mengetahuinya, selain Al-Qur'an sejadah dan mukena yang berada di atas Ranjang ku, kalian boleh mengambil yang mana saja. Dan juga bagikan kepada pelayan yang lain. " Ucap Alia dengan tenang.


Caca heran barang yang begitu banyak dan juga mahal di atas 5Jt dihamburkan begitu saja?.


" Kakak, kau boros lagi? Bukan kah itu termasuk perbuatan setan? " lanjut Caca.


Alia langsung tersekak oleh perkataan Caca. Yang dikatakan Caca memang benar. Ia mengelus leher belakang nya dengan malu.


" Lagi an kan di bagikan ke pelayan juga! " lanjud Alia

__ADS_1


Pelayan itu dengan senang hati mengambil baju itu. Ini bukan pertama kalinya, dan baju yang Alia beri sangat berkualitas tinggi. Selalu membeli apapun yang mengikat hatinya tanpa memikirkan kegunaannya. Membuatnya sampai rumah berpikir untuk apa ia membeli begitu banyak barang yang tidak di pakai.


********


Hari hari yang baik berlalu dengan baik. Alia pulang sekolah, sampai ia di rumah dengan sepeda kesayangan nya, ia dikejudkan oleh seorang yang ia rindukan kembali. Ia melempar tasnya ke sofa dan memeluk ibunya yang sudah pulang. Ibunya yang bernama Zia memeluk nya dengan erat sambil mencium kening Alia. Alia memeluk dengan erat sambil berkata ia sangat merindukan ibu nya.


Para pelayan yang melayani ibu Alia tersenyum. Salah satu pelayan mengambil tas Alia untuk di bawa ke kamar. Alia bergegas mengganti baju nya lalu Sholat Asar karena di suruh oleh ibu nya. Alia pergi dengan patuh sambil gembira yang tidak dapat di ungkapkan.


Zia sangat bahagia melihat putri kecilnya tumbuh dengan baik dan sudah sedewasa ini.


" Hari yang membahagiakan, ia tersenyum d dengan lebar. Sudah lama aku tidak melihatnya tersenyum seperti itu " Ucap Zia berbicara pada Bibi Ruri sambil duduk minum teh yang di berikan oleh pelayan.


" ia sangat merindukan mu nyonya. Ia selalu kesepian di rumah, hingga kami bingung bagai mana cara menanggapinya yang sering melamun. " jawab Bibi Ruri yang berdiri di samping Zia.


~ Perkenalan


Zia adalah Ibu Alia yang paling di sayangi Alia. Ia berusia 47 tahun namun ia masih terlihat muda seperti perempuanumur 30 an tahun. Zia sering pergi ke luar negri untuk bekerja sebagai Disainer yang terkenal di dunia. Ia pergi ke luar negri untuk mengecek berjalannya pekerjaan nya. Ia mondar mandir dari negara ke negara lain sampai ia merasa muak. Zia sangat menyayangi


*****

__ADS_1


Malam tiba, Alia setelah sholat Magrib langsung bergegas ke ruang makan untuk makan bersama ibu nya. Ia sangat bersemangat dan gembira. Karena ia tidak kesepian lagi saat makan. Alia juga mengajak Calista untuk makan bersama.


" ibu, ibu sudah di sini?? " mendekati Zia dan memeluk nya.


Zio tersenyum dan mencium kening Alia.


" Udah sholat Magrib?? " Tanya ibunya.


Alia mengangguk sambil tersenyum. Ia duduk di samping ibunya dan Calista berada di depan Alia. Kerja makan bersama sampai selesai. Lalu Alia berkata


" Ibu, kenapa ibu nggak usah kerja ke luar negeri lagi. Alia kan jadi makan sendirian!! " Ucap Alia sedih.


Ibunya tersenyum dan melihat Alia.


" Bukan nya ibu tidak mau, tapi ibu punya tanggung jawab sama perusahaan ibu yang berada di luar negeri. Ibu malahan sangat ingin makan bersama Alia, tapi ibu tidak bisa. Dan juga tiga hari lagi ibu harus pergi lagi. " Ucap Zia.


Seketika Alia sedih, ia sangat tidak senang. Lagi lagi ia akan sendirian di rumah besar tanpa keluarga. Padahal ia memiliki keluarga yang lengkap.


Zia tersenyum lagi dan mengelus kepala Alia. Lalu ia mengatakan akhir bulan mereka akan kumpul satu keluarga yang lengkap tanpa ada satu orang pun yang bekerja. Mau itu adalah ayah nya Alia, tetap demi Alia ia harus meluangkan waktunya untuk putri kecil nya.

__ADS_1


Alia kembali tersenyum. Ia sangat bahagia dengan perkataan ibunya. Dan Ibunya harus berjanji akan menepati perkataan nya. Karena beberapa bulan lagi ia akan naik kelas. Dan berharap sebelum itu ia berkumpul bersama keluarga nya sebelum ia ujian dan menghadapi akhir kelas 11.


Tidak beberapa lama Azan Isya datang dan Alia bersama ibunya sholat berjama'ah bersama.


__ADS_2