
23 hari telah raju lewati dengan dengan kerapuhan yang ia miliki di dalam hati. Raju tetap tidak mempercayai dengan apa yang ia dengar saat itu.
Raju berjalan di suatu tempat yang sepi dan ditemani oleh alam sekitar sambil membawa kamera. Raju terduduk di bawah pohon dengan kondisi yang termenung dan menundukkan kepala.
Selintas dikepala raju bergumam….
“Ini semua tak begitu adil, setiap apa yang aku ingin kan, tak berarti dengan apa yang aku butuhkan..” kata raju sambil menatap langit (Sang Pencipta)
Seketika raju melihat foto hasil jepretan dari hari demi hari. Tak sengaja raju melihat foto sarmila di kamera itu. Di dalam hati raju berkata…
“Jangan ada lagi kau tanyakan aku sedang apa. Diriku masih sama seperti yang engkau lihat. Namun, hatiku perlahan mulai bisu dan kamu adalah pelaku nya yang meremukkan jiwaku”
***
Raju sangat tidak mengendalikan diri emosi nya yang tak karuan. Semenjak itu, cuaca tersebut mulai dingin dan menyelimuti pada badan raju.
Namun, raju tidak mempedulikan suatu keadaan. Saat berjalannya waktu, pemuda desa melihat raju di sana sambil menggigil.
__ADS_1
Pemuda itu menuju ke ara raju sambil bertanya…
“Ju ngapain disini, disini dingin lho. Yok pulang kita” Katanya pemuda itu
“Iya bang” jawab raju
Saat perjalanan pulang, raju mulai merasa dingin dibadan nya dengan keadaan parah. Sesampai dirumah, yasir menunggu kehadiran raju pulang.
Yasir pun bertanya..
“Kemana ju, aku khawatir lho. Kok muka kamu rada pucat, kamu demam??” tanya yasir
“Eleh eleh, mana ada aku demam, sir. Muka pucat ini kebanyakan taruh bedak” jawab raju dengan berbohong
Sehabis perbincangan. Raju hendak mandi untuk siap siap shalat Mahgrib. Diwaktu itu di saat shalat berjamaah raju merasa kedinginan yang sangat parah, namun raju tetap tidak mempedulikan keadaan dirinya.
Namun, setelah beribadah, raju hendak pulang di rumah. Di perjalanan pulang, badan raju mulai menggigil tidak karuan, wajah raju mulai memucat parah.
__ADS_1
Seketika itu, yasir dan teman teman cowok KKN mulai merasa panik melihat kondisi raju saat itu. Yasir memberikan selimut pada raju dan bagi raju tidak merasa hangat pada tubuhnya.
Dan pada akhir nya, Riski selaku Ketua Koordinasi KKN meminta tolong pada Pak RT untuk di bawa ke Puskesmas untuk merawat. Raju di papah oleh yasir, riski dan Pak RT untuk membawa nya ke mobil Pak RT untuk berangkat ke puskesmas.
Dalam waktu bersamaan teman teman cewek dan juga sarmila tanpa sengaja melihat raju sedang sakit parah.
Teman teman sarmila mengatakan…
“Eh… raju kenapa tuh??” tanya mereka sambil menunjuk
Sarmila pun menoleh dengan mereka omongin. Setelah sarmila melihat, sarmila hanya terdiam mematung melihatnya karena tak kuasa melihat kondisi raju.
Raju pun juga melihat teman teman cewek KKN yang sedang melihat dirinya dan raju pun menoleh pada sarmila yang sedang terdiam itu dan raju hanya membalas dengan senyuman yang menandakan bahwa raju baik baik saja dan tak perlu kau risaukan.
Akhirnya, raju, yasir, riski dan pak RT langsung berangkat…
Didalam perjalanan, raju melihat sarmila dari kaca belakang mobil dan dilintas pikiran raju berkata…
__ADS_1
“Jangan engkau datang pada ku bila engkau hanya memberikan luka. Penolakanmu yang menusuk itu, masih ku ingat betapa tajam nya hingga membuat diriku punah dan membisu”
Bersambung