
Setelah Annisa tahu Ustadz Ridho bukanlah jodohnya.Annisa pun menjalani hari-hari nya seperti biasa mengajar siswa SD di sekolah.Sampai pada suatu saat Annisa dilamar oleh seorang lelaki di warung makan.Tapi Annisa tidak yakin dengan lelaki itu.karena ia saja adalah seorang perokok dan kerjaan nya hanya nongkrong di warung itu.Annisa pun menolak ajakan lelaki itu dengan lemah lembut.Dan pergi meninggalkan lelaki itu.Teman-teman Annisa sedang mengadakan reuni perkuliahan nya Annisa.Sekampus mengadakan lomba untuk mengadakan reuni tersebut.Annisa akhirnya mengikuti lomba memasak.Dan reuni tersebut berjalan sangat meriah.walaipun sederhana tetapi sangat berkesan.Walaupun ada beberapa orang yang tidak bisa hadir.Rifki salah satunya.Ia tidak bisa hadir karena harus menangani pasien kanker stadium 4 di rumah sakit Jakarta.Ia pun mendadak tidak bisa mengikuti reuni tersebut.Padahal Rifki yang mengusulkan untuk mengadakan lomba.Setelah acara reuni selesai.Annisa pun sekarang makin sering berkomunikasi dengan teman-temannya di kampus.Hampir setiap hari mereka chat-chat an dan video call saat mereka sedang ada waktu kosong.Di SD Sabilal ada mengadakan lomba 17 Agustus.Panitia meminta Annisa menyerahkan satu Siswa yang bisa diikutkan lomba berpidato dalam bahasa Arab.Annisa pun menunjuk Aisyah.Karena melihat nilai Aisyah yang lumayan tinggi dibandingkan Siswi yang lain.Annisa pun melatih Aisyah setiap hari menjelang hari perlombaan.Aisyah pun siap di hari perlombaan.Dan Alhamdulilah Aisyah mendapatkan juara 2.mendapatkan satu buah piala dan uang sebesar Rp100.000.Annisa pun merasa bangga kepada Aisyah.Sejak saat itu pun Aisyah selalu diikutkan perlombaan dan juga siswa-siswi lain yang memiliki potensi di bidang Agama.Annisa mengajar PAI di kelas 3,dan 4.Dan mengajar bahasa Arab di kelas 6.Annisa dikenal sebagai guru yang baik dan penyabar oleh siswa-siswi nya.Ia adalah guru termuda di SD Islam Sabilal Muhtadin.Selain itu Annisa juga pintar dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas.Hingga pada suatu saat ada guru baru yang mengajar di SMP Sabilal.Bapa Rahmat namanya.Bapa Rahman mengajar bahasa Inggris di SMP Sabilal.Beliau masih single dan tertarik pada Annisa.Beliau pun berusaha menggali informasi tentang Annisa.Sampai suatu saat bapa Rahmat datang untuk melamar Annisa.Annisa pun sebelumnya masih binggung untuk menjawabnya.Keesokannya pun Annisa setuju untuk dilamar bapa Rahmat.Karena hari Sabtu sekolah libur.Bapa Rahmat pun datang ke rumah Annisa dan bertemu dengan orang tua Annisa untuk izin menikahi Annisa.Orang tua Annisa pun setuju."Terus gimana rencana buat acara nikahannya?udah siap belum?"."Emm... insyaallah pak,saya siapkan secepatnya"."Hmm yang serius ya?". Sambil tersenyum."Iya pak".Dan akhirnya bapa Rahmat pun pulang ke rumahnya untuk meminta izin ke orang tua nya."Dan Alhamdulillah mereka mengizinkan".Dan biaya untuk pernikahan juga sudah ada". Pernikahan pun dilaksanakan seminggu kemudian.Hari pernikahan pun telah tiba, pernikahan dilaksanakan di hotel bintang 4 pernikahan pun berlangsung meriah.Dihadiri oleh 500 tamu undangan.Mereka pun bahagia akhirnya bisa menikah dan sah menjadi pasangan suami istri.Dimalam pertama, Annisa masih gugup untuk tidur berdua sekamar.Walaupun mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri, Annisa masih saja gugup.Rahmat pun melepaskan bajunya.Annisa binggung ada apa ia melepaskan bajunya."Tenang saja Annisa aku hanya kepanasan dan gerah,AC nya rusak ya,besok kita panggil orang untuk memperbaiki ya?".Annisa pun lega mendengar penjelasan bapa Rahmat.