Keluarga Annisa

Keluarga Annisa
Hari-hari selanjutnya


__ADS_3

paginya Annisa dan bapa Rahmat bangun jam 03.30 untuk melaksanakan shalat tahajud berjamaah.Lama kelamaan mereka makin mesra dan sering beribadah bersama.Setelah selesai Shalat tahajud mereka mengaji bersama sampai adzan subuh berkumandang.Kemudian bapa Rahmat pergi ke mushola di dekat rumah untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di sana.Kemudian bapa Rahmat pulang dan bersiap - siap untuk mengajar di sekolah.Annisa memasakkan Nasi Goreng Telur Mata Sapi untuk mereka berdua.Setelah selesai makan mereka pergi ke sekolah bersama.Hmmm....sudah 2 tahun mereka pacaran ( tapi yang sudah halal ).Tapi sampai sekarang mereka berdua belum dikaruniai seorang anak.Mereka pun berusaha dan berdoa di setiap akhir sepertiga malam.Akhirnya sebulan kemudian mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Aziza.Aziza tumbuh di dalam keluarga yang penuh dengan ilmu pengetahuan.Umur 5 tahun Aziza mampu menghafal 7 juz Al-Qur'an.Di umur 7 tahun Aziza mempunyai 2 adik kembar perempuan bernama Syafa dan Syifa.Adiknya pun juga diajarkan menghafal Al-Qur'an.Saat mereka bertiga SD mereka semua di masukkan ke pesantren.Agar dapat mempelajari ilmu pengetahuan lebih luas.Setiap tahun mereka diikutkan lomba menghafal Al-Qur'an dan lomba cerdas cermat.Untuk mengasah kemampuan mereka.Annisa dan bapa Rahmat bangga memiliki 3 orang anak penghafal Al-Qur'an."Alhamdulillah anak-anak kita sekarang sudah bisa membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan baik.Yang harus kita lakukan sekarang adalah mendukung mereka".kata Annisa."Hmmm...iya ya". Seiring berjalan nya waktu Aziza hafal Al-Qur'an 30 juz di umur 10 tahun.Wow! Aziza pun menang perlombaan menghafal Al-Qur'an internasional."Semoga saja ya, anak-anak kita nanti bisa memberikan mahkota kepada kita di surga nanti".Kata bapa Rahmat.Di umur 13 tahun Aziza SMP di pesantren khusus penghafal Al-Qur'an juga di Mesir.Cita-cita Aziza menjadi ustadzah pun terwujud.Kini Aziza mengajar di universitas terkenal di Arab Saudi begitu juga Adik kembarnya.Hanya saja adik nya mengajar di universitas yang berbeda,tetapi juga unggul di Arab Saudi.Saat umur Aziza 25 tahun,Aziza ditinggal oleh Ayahnya.Saat kejadian itu,Aziza sangat menyesal.Ayahnya waktu itu meninggal di hari Jum'at jam 04.50 saat itu pa Rahmat baru selesai shalat witir.Sebelumnya pa Rahmat menanyakan kabar Aziza lewat chat WA.Tetapi chat itu tidak terbalas oleh Aziza karena ia sibuk menilai tugas bahasa Arab mahasiswa di kampus.Aziza mengetahui kabar ayahnya meninggal dari ibunya yang bernama Annisa yang menyaksikan kejadian tersebut.Mendengar kabar tersebut Aziza langsung bergegas pergi kembali ke Indonesia.Tetapi ternyata pesawat yang dinaiki Annisa jatuh tepat di atas laut.Berita jatuhnya pesawat tersebut disiarkan langsung di televisi.Annisa kaget dan langsung mencari informasi mengenai penumpang yang menaiki pesawat itu.Dan berita duka tentang Aziza pun dikabarkan oleh ibu kepada Syafa dan Syifa.Mereka berdua semakin sedih.Karena ditinggal oleh kakaknya dan adiknya.Begitu beratnya ujian mereka.Ditinggal Ayah dan kakak nya pada hari yang sama.Malamnya pun mereka mengadakan Tahlilan (namanya kaya nya).Dengan mengundang warga setempat.Dan berencana besok untuk dimandikan dan disolatkan ba'da Dzuhur.


__ADS_2