Kembalinya Menantu Yang Disisihkan

Kembalinya Menantu Yang Disisihkan
Bab 21


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat, Tio pun sampai di butik untuk menjemput Jo yang sudah menunggunya.


"Kita berangkat sekarang pak!" ajak Tio dan Jo pun mengangguk. setelah pamit dengan Zizi, Jo pun segera meninggalkan butik untuk pergi bekerja. Segera saja Tio membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Jo masuk, kemudian dia bergegas masuk ke kursi kemudi dan segera berangkat.


"Pak, semua informasi yang saya kirimkan apa sudah dibaca?" tanya Tio sambil melirik bosnya yang duduk di kursi belakang.


"Sudah, kamu terlalu ceroboh, mengirim pesan disaat yang tidak tepat. Gara-gara gadis itu, Zizi mencurigai aku punya wanita lain." Saut Jo, melimpahkan kesalahan pada Tio yang tak tau apa-apa.


"Kok, saya yang disalahkan? Mana saya tau kalau bapak sedang bersama istri bapak. Lagian bapak kan yang meminta informasinya dikirim secepatnya." Saut Tio yang tak mau disalahkan.


Jo mendengus dingin, berdebat dengan Tio sama saja makan hati.


Saat sedang berdebat masalah kecil di sepanjang jalan, Tio merasa ada mobil yang membuntuti di belakang sedari tadi. Tio memperhatikan dari kaca spion depan dan sepertinya mobil tersebut memang sengaja membuntuti.


"Pak, sepertinya ada yang membututi kita. Apa yang harus kita lakukan sekarang, berhenti untuk melawan atau membiarkan mereka terus mengikuti kita?" tanya Tio.


Jo menoleh kebelakang untuk memastikan. Dia pun berpikir sejenak sebelum memutuskan.

__ADS_1


"Cari tepat yang aman untuk menghentikan mereka dan jauh dari keramaian. Aku ingin tau apa tujuan dia membuntuti kita, aku tidak ingin ada musuh yang diam-diam memata-matai kita. Hubungi Alex dan minta dia kirim anak buah untuk melindungi kita!" perintah Jo.


"Siap pak." Tio pun segera menjalankan perintah dan meminta Alex mengirim anak di alamat yang sudah kirimkan untuk melindungi bosnya.


'Siapa mereka? siapa yang mengirim mereka? Leo atau siapa?' gumam Jo dengan rasa penasaran.


Setelah melakukan kendaraannya mencari tempat yang aman, Tio menghentikan mobilnya mendadak. membuat mobil yang membuntuti pun ikut berhenti mendadak dan tak sempat melakukan pengereman dari kejauhan karena lajunya kendaraan.


Tio segera menyingsingkan lengan bajunya dan membawa tongkat besi untuk memblokir mereka yang saat ini juga keluar dari dalam mobil.


Empat pria bertubuh kekar dan sangar keluar dari dalam mobil sambil menyeret tongkat bisbol di tangannya.


"Siapa kalian? Ada masalah apa denganku sampai kalian repot-repot membuntuti ku?" tanya Jo acuh tak acuh. Melihat dari penampilan mereka Jo sudah bisa menebak dari mana mereka berasal. Saat ini kehidupan Jo sedang di kelilingi banyak musuh yang tiba-tiba bermunculan, entah karena iri, saingan, musuh masa lalu dan sekarang, dan juga musuh-musuh ayahnya.


"Bos kami meminta kami untuk mengambil kotak hitam itu. Karena kamu tidak berhak untuk memilikinya."


"Kotak hitam?! Aku tidak memilikinya." Jo masih tidak paham yang di maksud mereka, karena dia merasa tidak memiliki benda yang mereka maksud.

__ADS_1


"Jangan berbohong, Tuan kami tidak mungkin salah. Lebih baik cepat kembalikan, atau kami akan mematahkan kakimu."


"Kalian ingin mematahkan kaki bosku, langkahi dulu mayatku." Tantang Tio namun lengannya segera di tarik Jo.


"Apa kamu yakin siap mati untuk ku? bukankah kamu masih ingin menikah?" bisik Jo.


"Kenapa bapak tidak bisa lihat situasi, ini hanya gertakan saja, sampai menunggu bantuan tiba." Saut Tio dengan kesal.


"Oh, begitu. Baiklah, lanjutkan!"


"Gak jadi, keberanianku sudah menciut."


Tak lama, Alex dan anak buahnya pun datang dan segera menghampiri Jo dan siap melindunginya.


"Tuan tidak papa?" tanya Alex.


"Tidak papa, selesaikan mereka, dan desak mereka untuk memberitahu siapa yang mengirimnya!" perintah Jo dan Alex pun langsung mengangguk.

__ADS_1


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2